Final Ressurection

Final Ressurection
Bab 15


__ADS_3

***


3 hari kemudian


Varen yang tidak kembali ke kamp ubang bawah tanah sudah tiga hari, membuat Vivi khawatir dan terbang mencarinya ke seluruh wilayah Altelier.


Dia mengedarkan persepsi pandangan dari skill Divine Perception daan menemukan Varen terkapar pingsan di dalam wilayah kamp air terjun.


Akan tetapi, Major Varen Arsha telah tewas di tangan Varen, maka fasilitas kamp air terjun tidak ada yang menggerakkan dan mengatur mesin yang bernama Stantheim.


Mesin Stantheim berfungsi membuat medan pelindung dari paparan radiasi energi negatif Burst daan memiliki bahan bakar Burst Core.


Vivi yang menyadari hal itu dan rencana Varen kenapa ada di kamp air terjun, mencoba mmebangunkaan Varen dari pingsannya.


“Varen, bangunlah!” Vivi mengelus-elus pipi Varen dalam pangkuannya. Dia sangat khawatir dengan Varen, takut terjadi apa-apa, “Aku mohon bangunlah! Mesin medan pelindung ini akan segera meledak, kita harus berbuat sesuatu!”


Varen pun bangun dengan membukaa maatanya prlahan daan tampak wajah cantik Vivi di depan matanya.


“Vi-vivi?! Apa yang terjadi? Kenapa kamu ada disini?” tanya Varen heran.


“Kamu sudah tiga hari tidak pulang. Sudah, kita bereskan dahulu mesin medan pelindung ini. Kita harus membersihkannya, sebelum meledak 1 jam lagi,” jawab Vivi dan membantu Varen bangkit dengan memapahnya.


“Bawa aku masuk ke dalam air terjun!” pinta Varen yang masih belum pulih stamina dan kondisi tubuhnya.


Secepat peluru, Vivi terbang membawa Varen dan menerobos air terjun yang hulu aliran airnya berasal dari sungai yang berada di wilayah zona Warlord, dan aliran hilirnya menuju bendungan dekat kamp lubang bawah.


Rencana Varen adalah membukaa abendungaan tersebut agar aliran airnya sampai ke aliran sungai dekat kamp lubang bawah tanah yang berjarak 400 meter dari kamp lubang bawah tanah.


Jika medan pelindung hancur, maka aliran air di air terjun akan terkontaminasi radiasi energi negatif Burst.

__ADS_1


Tentu saja membuat rencana Varen gagal memanfaatkannya untuk menanam bibit pohon Imperium dekat kamp lubang bawah tanah.


Vivi berhasil membawa masuk Varen sesuai arahannya. Sebab Varen tahu letak ruangan mesin generator mesin Stantheim dan sudah melihatnya melalui pandangan persepsi skill Blue Eye.


Terlihat banyak tumpukan batu kristal berwarna jingga di ruangan dekat mesin generator yang lebih mirip lubang cerobong asap.


Kemudian Varen menekan tombol untuk membuka lubang pintu mesin generator dan memasukan satu persatu batu kristal jingga sampai memenuhi angka yang tertera di panel hologram mesin generator Stantheim tersebut yang berada di atas pintu.


Vivi juga membantu Varen memasukan batu kristal jingga sesuai arahan Varen. Sebab bau kristal jingga atau Burst Core yang dibutuhkan sangat banyak untuk mengaktifkan dan menstabilkan formasi medan pelindung.


Saat Vivi sedang sibuk memasukkan batu-batu kristal itu, Varen menemukan sesuatu di dalam otaknya, mengenai mesin Stantheim dan juga Burst Core.


Kepadatan partikel Burst Core tersebut bisa ditingkatkan dengan skill Awakening Drive, dan menyetel ulang waktu pengisian Burst Core pada mesin generator Stantheim, serta memperluas cakupan formasi medan pelindung hingga sejauh radius 20 km.


“Vivi, apapun yang terjadi kamu kabur dari sini sejauh mungkin. Cepat!” seru Varen daan membuatnya terkejut.


“Kenapa? Ada apa? —-”


Vivi sudah tidak bertanya lagi dan langsung terbang dengan kecepatan penuh menuju kamp lubang bawah tanah yang berjarak 10 km dari kamp air terjun.


“Awakening Drive!” seru Varen menggunakan 20000 poin Burst miliknya.


Tubuhnya diselimuti aura merah darah yang mendesis seperti aura super saiyan dan meledakan energi dari dalam tubuhnya.


Energi berbentuk siluet pilar menjulang ke langit dan menyebar perlahan sejauh radius 20 km.


Varen menyerap radiasi energi negatif Burst dalam radius tersebut untuk mengubah partikel energi Bust yang berada di dalam tumpukan Burst Core menjadi 1 juta kali lipat partikel.


Lalu berjalan ke arah panel hologram mesin generator Stantheim, untuk mengatur ulang kapasitas, dan pengisian Burst Core menjadi 10 juta partikel atau setara 10 batu kristal jingga dengan satu batu kristal memiliki kepadatan partikel 1 juta partikel. Varen mengatur waktu pengisian ulang satu tahun lagi dan hanya membutuhkan 10 Burst Core untuk waktu selama itu.

__ADS_1


“Huff … huff ….” Varen terkapar lemas di permukaan lantai depan pintu generator yang sudah terisi 10 Burst Core dan pintunya sudah kembali tertutup. “Dengan begini aku bisa menanam pohon Imperial dengan cakupan wilayah yang sangat luas.”


[Skill Eternal Regeneration aktif untuk memulihkan stamina tubuh tuan dalam satu jam]


Formasi kubah medan pelindung telaah aktif seluas 20 km dan merubah struktur tanah permukaan tanah dari tandus, gersang dan penuh retakan menjadi subur.


Persepsi pandangan Blue Eye milik Varen hanya bisa melihat sampai radius 10 km dan membuatnya mengulas senyum lebar. Sebab rencananya menghijaukan sedikit daratan Altelier berhasil.


Bukan hanya itu, permukaan tanah dalam radius 20 km tersebut memiliki unsur hara tidak terbatas dengan partikel molekul tidak terbatas.


Hal ini akan berakibat sangat baik untuk pertumbuhan tanaman yang ditanam dalam permukaan tanah dalam radius 20 km tersebut.


Varen mengeluarkan satu botol cairan merh dari dalam inventaris sistem sambil menunggu staminanya pulih.


“Sistem, apakah kamu punya skill yang bisa membuat potion seperti Burst Potion?” tanya Varen.


[Ding Dong! Tidak ada tuan. Tapi tuan bisa belajar dengan skill Quantum Brainwave dan akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menemukan formulasi yang tepat untuk membuat Burst Potion, Elixir Potion dan juga Evolution Potion]


“Oh, begitu. Jadi tidak ada solusi?” Varen menekuk mukanya mendengar jawaban dari suara mekanis sistem yang berada di dalam kepalanya.


Setelah Varen mencoba menanyakan lagi, suara mekanis sistem tidak lagi menjawab, “Tampaknya memang aku harus menggunakan cara manual dan tidak harus selalu bergantung dengan sistem,” gumamnya.


“Flying spatial divide!” seru Varen dan tubuhnya tersedot lubang warp,lalu muncul di gudang logistik


Freya tersentak kaget, “Copot, eh copot!”


“Maaf, maaf, hehehe ….” Varen menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil terkekeh pelan melihat muka Freya yang menurutnya lucu karena berekspresi kaget. “Dimana yang lain?”


“Vivi sangat mengkhawatirkanmu dan kami juga. Apa yang terjadi? Aku juga melihat gelombang energi yang aneh menyebar ke dalam kamp ini. Apakah tidak berbahaya?” jawab Freya sambil nyerocos seperti suara petasan an malah balik bertanya bertubi-tubi.

__ADS_1


“Tidak apa-apa. Cepat kumpulkan yang lain. Kita akan mengadakan rapat di ruang utama sekalian makan. Aku ingin membahas sesuatu dengan kalian,” pinta Varen.


Freya pun bergegas dri gudang logistik untuk memanggil Vivi dan Vensis.Sementara itu Kimiko diikat di kamar kecil di belakang gudang logistik yang dijadikan penjara sementara untuk memenjarakan Kimiko.


__ADS_2