
Varen sekarang berada di balai pusat perdagangan untuk membayarkan pajak, walaupun level kartunya belum naik ke level B.
“Nona Dintessa, aku ingin membayarkan pajak perdagangan,” kata Varen.
Dintessa pun terkejut, matanya melebar. Pasalnya baru beberapa hari Varen berjualan masa iya sudah menembus level B dengan total omset penjualan 18 juta pearl.
“Tuan Varen, bukankah anda masih level F?” tanya Dintessa sangsi.
“Maaf, Nona Dintessa aku sudah naik ke level C, dan aku tahu untuk membayarkan pajak 10% itu harus sudah sampai menembus level B atau total omset 18 juta pearl. Tapi aku hanya ingin mempercepatnya saja, takut aku sibuk dan belum bisa ke balai pusat perdagangan, “jawab varen dengan tersenyum tipis.
Dintessa heran, baru kali ini dia mendapatkan anggota balai pusat perdagangan yang sangat wajib taat pajak. Bahkan sebelum dirinya menembus level sesuai ketentuan wajib pajak balai pusat perdagangan, dia malah ingin membayar pajaknya terlebih dahulu.
“Alah, dia hanya ingin pamer dan dipuji saja,” cibir salah seorang ras Demon berkasta Astaroth.
Varen menyunggingkan senyum dan membalasnya, “Maaf, tuan. Lalu gunanya dipuji buat apa? Apakah itu bisa berguna untukku dan orang lain, atau bermanfaat untuk diriku dan orang lain?”
Ogin terdiam setelah dibalas oleh Varen dengan perkataan yang menurutnya itu masuk akal juga.
Varen memberikan kartu keanggotaan balai perdagangan pada Dintessa dan memintanya untuk memotong 1,8 juta pearl sebagai besaran wajib pajak yang harus dibayarkan oleh Varen.
“Sudah selesai tuan. Terima kasih atas kerjasamanya.” Dintessa memberikan kartu milik Varen dengan tersenyum ramah dan meminta sesuatu, ”Tuan Varen. Apakah anda bisa mencarikan kami Burst Core?”
“Bisa saja. Tapi untuk apa? Kalau ada yang sudah jadi, kenapa mencari bahan yang mentah?” Varen malah bertanya balik.
“Ini bukan untuk membuat potion tapi membuat senjata. Pemerintah zona Seravee membutuhkan banyak senjata. Sebab akhir-akhir ini zona Dracones selalu memprovokasi dan menyerang dinding pembatas pasar Trac Thung,” jelas Dintessa dan membuat Varen hanya manggut-manggut seperti burung pelatuk.
Varen menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil terkekeh pelan, “Maaf, Nona Dintessa. Aku baru tahu jika Burst Core juga bisa dibuat senjata, hehehe ….”
“Bagaimana? Apakah tuan Varen bisa mencarikan kami Burst Core?” tanya Dintessa mengkonfirmasi kesediaan Varen.
__ADS_1
“Bagaimana ya? Begini saja, apakah Nona Dintessa tahu tempat pusat Burst Core berada? Jika Nona tahu aku akan kesana, dan membelikannya untuk balai pusat perdagangan,” usul Varen.
“Aku hanya mengetahui tempat surga bagi Burst Core itu di kota baru bernama Altelier City. Tapi menurut informasi, Altelier City telah jatuh ke tangan zona Dracones. Setelah pemimpin kota tersebut menghilang dan semua penduduk kotanya dijadikan budak di dalam Altelier City,” terang Dintessa dengan raut muka serius.
“Jangan kesana, kamu hanya cari mati,” serta Ogin dan melanjutkan, “Penjagaan disana ketat dan tak boleh ada orang luar masuk. Ras lemah sepertimu takan mampu melawan tentara zona Dracones yang sangat kuat.”
Varen menyunggingkan senyum dan membalas, “Terima kasih atas kekhawatirannya. Tapi aku bukanlah seorang yang pengecut. Pengalaman itu didapatkan setelah menyelami suatu pengetahuan lebih dalam dan melaksanakannya. Seperti aku yang belum percaya jika aku belum merasakannya sendiri.”
***
Malam harinya, mansion Elgrand.
Neo, Axel, Varen, Ayudisha dan Zero menghadiri undangan keluarga Elgran yang secara khusus mengundang Varen beserta keluarganya.
Mereka berlima memakai baju bangsawan yang baru saja Varen beli dari salah satu toko pakaian terkenal di pasar Trac Thung demi menghormati keluarga Elgrand.
Varen langsung disambut ramah oleh Elgrin dan Rivan, setelah keluar dari dalam sebuah mobil limosin berwarna putih yang baru saja dibeli oleh Varen.
“Kenalkan ini Neo, Axel, Zero, dan Ayudisha,” tnuk varen satu persatu pada mereka berempat dan melanjutkan, “Aku sendiri Varen Arsha ras Imperial.”
Semua keluarga Elgrand heran termasuk Elgrin dan Rivan. Mereka baru mengetahui tentang ras Imperial dan bukannya ras Imperium.
“Neo, Axel, Zero dan Ayudisha juga bukan berasal dari ras yang umum berada di kelima zona. Makanya bentuk tubuh kami agak berbeda. Neo dari ras Primordial, Axel dari ras Immortal, Zero dari ras Asmodians dan Ayudisha dari ras Chimera,” jelas Varen dan membuat semua keluarga Elgran terkejut.
Pasalnya di database pengetahuan di Bumi hanya ada 6 ras yang hidup di Bumi, yakni ras Imperium, ras Demon, ras Reploids, ras Angel, ras Dragonoid, dan ras Warbeast.
“Sudahlah, kita makan dahulu!” ajak Venel kepala keluarga Elgrand, ayah dari Rivan dan juga Elgrin.
Ada beberapa anggota keluarga Elgrand yang tidak suka dengan kedatangan keluarga Varen dan menganggapnya hanya ras lemah.
__ADS_1
Namun Varen tetap santai, dia hanya datang ke kediaman keluarga Elgrand guna memenuhi undangan Elgrin.
Mereka pun duduk memutari meja makan yang sangat besar dan memulai perjamuan makan dengan kondisi yang sangat senyap.
Elgrin yang sudah menyelesaikan makannya tiba-tiba berkata, “Tuan Varen, keluarga Elgrand yang sangat berterima kasih banyak pada anda.
“Sebab semua Burst Potion dengan efektifitas 50% telah habis dibeli oleh pemerintah zona Seravee.”
“Mereka sangat menyukainya. Bukan saja tentang harganya yang kami jual dengan harga murah tapi kualitasnya juga sangat-sangat baik. Pemerintah ingin memesan 1 juta botol Burst Potion.”
Varen langsung tersedak mendengar penuturan Elgrin, "Pfft! Uhuk-uhuk …."
“Kamu tidak apa-apa sayang?” tanya Ayudisha sambil menepuk punggung Varen. Lalu menyeka mulutnya dengan perasaaan khawatir.
“Varen kamu tidak pa-apa?” timpal Neo, Axel, dan Zero dengan perasaan khawatir.
“Uhuk-uhuk …. Tidak apa-apa. Aku hanya terkejut saja.” Varen mengelus-elus dadanya agar batuknya mereda dan setelah mereda dia melanjutkan, “Aku akan memenuhinya esok hari. Nanti Axel, Neo, Zero, dan Ayudisha yang akan mengirimkannya langsung ke gudang logistik milik keluarga Elgrand.”
Elgrin langsung sumringah setelah Varen menyetujui kerjasama transaksi 1 juta botol Burst Potion antara keluarga Elgran dan keluarga Varen.
Ayudisha, Neo, Zero dan Axel pun tersenyum girang. Karena mereka pasti dapat keuntungan yang sangat banyak.
"Tuan Varen, anda sungguh pebisnis yang sangat berbakat," puji Venel sambil mengacungkan jempol ke arah Varen. Lalu berdiri dan mengetuk gelas berisikan anggur merah berkualitas tinggi, "Mari kita bersulang atas kerjasama keluarga Elgrand dengan keluarga —-"
"Keluarga Arsha," potong Varen.
"Ya, keluarga Arsha," lanjut Venel dan langsung menenggak cairan merah tersebut sampai habis tak tersisa.
Semua anggota keluarga Elgrand dan keluarga Arsha juga menenggak anggur merah tersebut sampai habis tak tersisa.
__ADS_1
Diluar mansion keluarga Elgrand, sosok malaikat yang memiliki 10 sayap, dan sayapnya berwarna hitam legam sedang melayang mengawasi keluarga Elgrand dan keluarga Arsha, terutama Varen.
Pergerakan para Fallen Angel, yakni kasta paling rendah di zona Seravee telah muncul ke permukaan dan sedang berencana menggulingkan pemerintahan zona Seravee yang sah.