Finding Miss Right

Finding Miss Right
Cemburu


__ADS_3

Shezan yang ketahuan telah berbuat lancang masuk ke kamar majikannya berusaha menjelaskan alasannya dengan sedikit mendramatisir.


Farras melihat sekeliling kamar Shezan, "Tidak ada hantu di sini." Tutur Farras.


"Tidak ada? katanya tidak ada yang berani tidur di kamar ini karena banyak hantunya."


"Mengapa saya harus membiarkan orang lain tidur di rumah saya?" Tanya Farras datar. Ia tidak pernah mengijinkan orang lain tinggal dirumahnya. Jika bukan karena Shezan adalah gadis yang khusus dan langkah baginya, Ia mungkin akan memiliki keinginan untuk menghilang Shezan.


Shezan memerlukan waktu untuk mencerna pertanyaan Farras.


"Siapa yang mengatakannya?" selidik Farras lebih lanjut.


"Keponakan Bapak." Jawab shezan cepat menunjukkan pelakunya.


"Oh." Farras mengangguk. Ia memang memerintah kan Jagdish untuk membawa Shezan ke rumahnya. Tanpa Farras sadari Ia tersenyum melihat Shezan yang percaya dengan bualan Jagdish tentang hantu.


"Tunggu sebentar... mengapa Bapak membiarkan saya tinggal di rumah bapak?" tanya Shezan setelah sedikit mencerna pertanyaan Farras.


Farras terdiam sejenak memikirkan apa yang harus Ia katakan kepada Shezan, jika mengatakan yang sebenarnya, Ia tidak ingin dianggap stalker walaupun memang kenyataannya begitu, "Itu karena sekarang saya sudah membiarkan orang lain tinggal dirumah ini." Tutur Farras pada akhirnya.


"Oh begitu." Ujar Shezan mencoba memahami jawaban Farras yang terdengar abstrak.


"hmm.. " Farras pergi meninggalkan kamar Shezan dengan tenang,


Sementara Shezan bernafas lega melihat majikannya, Farras tidak memarahinya, memotong gajinya, atau memecatnya.


***


Setelah mengetahui fakta tidak ada hantu dikamarnya, Shezan bisa tidur dengan aman dan damai.


Pagi hari Ia memasak sarapan omelet bayam ikan dan jus alpukat dengan hati riang gembira dan penuh energi setelah tidur berkualitas semalaman.


Shezan melirik ke Jam dinding, 7:30 pagi


"Tumben belum datang," Guman Shezan yang melihat belum tampak tanda-tanda kemunculan Jagdish. Biasanya Ia memasak sarapan untuk tiga orang.


"Selamat Pagi Pak." Sapa Shezan begitu melihat Farras yang menuju ke ruang makan seperti biasanya.


"Pagi." Ujar Farras, Duduk di kursi meja makan dan menyendok omeletnya yang sudah terhidang cantik di atas meja.


Shezan sedikit terkejut melihat Farras membalas sapaannya kali ini, Ia pun duduk di kursinya ikut menikmati omelet nya yang daging ikannya lebih banyak.

__ADS_1


"Keponakan Bapak tidak datang menjemput Bapak?" tanya Shezan


"Datang." Jawab Farras singkat, Ia tidak menyukai bicara saat Ia tengah menikmati makannya. Tanpa sadar Ia sudah berbicara.


Farras memerintahkan Jagdish menjemput dan mengantar Nausheen yang tertinggal di rumah Ibunya pukul 5:30 pagi tadi.


"Oh.., " Shezan mengangguk mengerti


Setelah menyelesaikan sarapan nya, Farras pergi menuju menuju depan rumahnya, diikuti oleh Shezan yang membawa sebuah bungkusan. Shezan bermaksud ingin menitipkan bungkusan untuk Jagdish tersebut kepada Farras


Bagitu mereka sampai di teras rumah, Jagdish sudah tiba di depan rumah Farras.


"wow, Pas banget nyampek nya." Guman Shezan.


Dan seperti biasa Farras mengabaikan Shezan. Ia masuk ke dalam mobilnya, setelah Jagdish membuka pintu bagian belakang.


"Pagi mbak," Sapa Jagdish tersenyum ramah kepada Shezan sebelum masuk ke mobil.


"oh bentar-bentar Pak. Ini sarapan Bapak saya bungkus." Shezan memberikan bungkusan yang Ia bawa.


"Oh buat saya?, terima kasih mbak," Ujar Jagdish penuh haru.


Mobil Farras pun berlalu meninggalkan Shezan.


***


Seseorang membuka pintu mobil Farras begitu Ia tiba di depan pintu masuk lobi gedung Myrtle


"Beliau adalah sekertaris Anda yang baru," Jagdish memperkenalkan kepada Farras sosok yang membuka pintu mobilnya.


"hmmm, " Farras melihat ke arah Jagdish sekilas, sebelum turun dari mobil.


"Selamat Pagi Pak," Sapa sekertaris tersebut menyambuat kedatangan Farras.


"hmmm, "


Farras berjalan masuk menuju ruangannya diiringi oleh sekertaris baru nya, yang tentunya adalah seorang pria. Kali ini Ia tidak bisa memecat pegawai secara sembarangan lagi karena Ibunya sudah memberinya peringatan.


Sementara Jagdish memakirkan mobil Farras, Ia tidak sabar ingin menikmati bekal sarapan yang diberikan Shezan. Namun begitu Ia ingin mengambilnya, kotak bekal tersebut sudah tidak ada di kursi penumpang bagian depan. Ia mencari ke setiap sudut mobil, tetap tidak menemukan bungkusan mungil tersebut.


"Apa bekal dari Shezan hanya ilusinasi?" gumannya menggaruk kepalanya yang tiba-tiba gatal. "Tidak mungkin, Apa diambil Farras?" Jagdish berpikir sesaat.

__ADS_1


"ha..ha.. ha itu lebih tidak mungkin." Ujar Jagdish menertawakan pikirannya yang tidak masuk akal. Ia pun kembali menghidupkan mesin mobil dan pergi kafetaria untuk sarapan.


***


Di ruangan Farras, terlihat kotak bekal sarapan yang dicari Jagdish sudah duduk manis di atas meja Farras.


Farras menopang dagunya dengan punggung telapak tangannya, Ia menatap heran sebuah kotak yang ada dihadapannya. Ia tidak mengerti mengapa dirinya menjadi kekanak-kanakan mengambil bekal tersebut. Dan mengapa pula Ia menjadi tidak senang melihat Shezan memberikan perhatian kepada Jagdish.


"hmmm," Farras menghela nafas sedikit kesal dan mengambil bekal tersebut kemudian membuangnya ke tempat sampah. Dan Farras pun melanjutkan pekerjaannya, membuka laptopnya.


Tidak sampai semenit, Farras kembali mengambil bekal yang telah Ia buang, "Tidak boleh buang-buang makanan," Pikirnya kemudian menghabiskan omelet bayam ikan buatan Shezan.


***


Sudah seminggu berlalu, Shezan sudah mengikuti beberapa kali walk in interview dari bebagai lowongan pekerjaan. Tidak ada satu pun yang menerimanya.


Ia tidak ingin nasibnya berakhir menjadi Ibu rumah tangga. eh bukan, maksudnya asisten rumah tangga di rumah Farras.


Di kamarnya Shezan sedang menjahitkan potongan kain yang Ia tempelkan di dress form (boneka jahit seukuran badan manusia). Ini adalah pakaian pertamanya yang Ia coba buat dengan mesin jahit barunya.


tring...


Sebuah pesan masuk ke ponsel nya Shezan. Nina mengirimkan sebuah tautan berita.


Nina


Shezan, masih ingat nggak pelanggan mencurigakan di kedai Bu Sri kemarin? mirip sama pacar barunya Nausheen.


____


Shezan


Nausheen siapa?


____


Nina


Artis


Karena penasaran, Shezan membuka tautan tersebut. Tentu saja dia mengingat pelanggan mencurigakan yang nina maksudkan, karena pelanggan tersebut adalah suami yang Ia lihat setiap hari. eh bukan, maksudnya boss nya.

__ADS_1


Deg...


"Bukan mirip, tapi beneran orang yang sama. Namanya juga sama," Bisik hati Shezan dengan perasaan tidak menentu.


__ADS_2