Finding Miss Right

Finding Miss Right
Skandal


__ADS_3

Selesai jam istirahat, Shezan kembali bekerja hingga pukul tiga sore. Ia benar-benar bingung harus pulang ke mana, Ia berpikir Farras serius dengan ancamannya. Jika Ia tidak patuh orang itu akan bertindak kejam kepadanya.


Di tengah-tengah kebingungannya, nomor tidak dikenal menghubunginya. Belum pesan ojek online, siapa yang nelpon?


"Hallo," Sapa Shezan menjawab panggilan teleponnya.


"Aku tidak akan bertanya mengapa Kamu memblokir nomorku, datanglah ke mobilku sekarang!" Perintah Farras.


"Mengapa Aku harus?" Tanya Shezan.


"Apa Kamu ingin Aku datang ke ruanganmu dan menyeretmu?" Tanya Farras mengancam. Ia tidak benaran akan bisa mendatangi Shezan.


"Tempatnya sama dengan yang tadi pagi?" Tanya Shezan, Ia termakan ancaman Farras.


"Iya, Apa kamu masih ingat?"


"Ingat ingat." Jawab Shezan hati-hati. Ia sebetulnya tidak begitu ingat, tetapi ya sudahlah. Daripada diseret seret. Shezan tidak ingin mati menjadi suster ngesot.


"Bagus." Farras memutuskan panggilannya.


Shezan bernafas lega setelah panggilannya berakhir. Ia melihat Anindya, seniornya yang masih melakukan pekerjaannya. "Apa ada pekerjaan yang bisa Aku bantu?" Tanya Shezan menawarkan diri.


Anindya melirik Shezan bingung, mengapa tiba-tiba menawarkan diri. Memang Shezan junior yang rajin.


Belum sempat Anindya menjawab pertanyaan Shezan, sebuah pesan masuk ke ponselnya Shezan.


Apa kamu berencana membuatku menunggu?


"Sepertinya setannya udah keluar, dan masuk setan yang lain lagi." Pikir Shezan karena Farras sudah menggunakan kalimat bernada bossy


"Maaf, tidak jadi. Aku harus segera pulang. Tiba-tiba ada hal penting." Seru Shezan bergegas meninggalkan ruangannya.


"Hmm..." Anindya menghela nafas kecewa. Dirinya di PHP oleh Shezan.


***


Sementara itu Farras tersenyum melihat Shezan yang akhirnya bergegas menemuinya dari layar tabletnya. Ia sudah menunggu Shezan di mobilnya.


Tidak lama berselang, sebuah mobil tiba-tiba datang dan berhenti di sebelah mobilnya. Farras tidak memakirkan mobilnya di pakiran khusus direksi. Ia tidak ingin ada yang melihat Shezan turun naik mobil pimpinan perusahaan. Tetapi tidak masalah baginya mencium Shezan di depan umum.


Pengemudi mobil yang baru saja pakir itu, menghentikan tangannya saat hendak membuka pintu mobilnya. Ia melihat sebuah mobil yang termasuk kategori mobil mewah terpakir di sebelahnya. Dilihatnya lebih jelas sosok yang duduk di balik kemudi mobil itu. Alangkah terkejut batinnya begitu menyadari Pria itu adalah Farras.


Sementara Farras tidak menyadari mobil yang baru saja terpakir di sebelahnya. Ia asyik dengan layar tabletnya.


Disisi lain Shezan yang akhirnya melihat mobil Farras, langsung bergegas menuju mobil tersebut.


Begitu Shezan membuka pintu mobilnya, pandangan Farras segera beralih ke Shezan. Ia segera ingin menyambut Shezan dengan perbuatan tidak senonohnya yang tadi pagi, namun Shezan langsung menunduk ke samping kanan. Ia tidak ingin karyawan lain melihatnya.


"Hmm.."


Farras tidak berniat segera menjalankan mobilnya. Shezan yang menyadari mobilnya tidak juga kunjung bergerak, mendongak melihat pengemudi, Farras masih melihat ke arahnya.


"Mengapa belum jalan?" Tanya Shezan bingung.


"Hmm.. "


Dengan malas Farras kembali duduk di bangkunya dengan baik dan benar, memasang sabuk pengaman dan menjalankan mobilnya dengan malas.


Sementara karyawan yang duduk di dalam mobil sebelah mereka, terkejut tidak percaya atas apa yang baru saja dilihatnya.


"Siapa wanita tadi?" Gumannya penasaran. Ia tidak melihat wajah Shezan.


Group Chat Karyawan Myrtle.

__ADS_1


Luar biasa! Breaking news


Apa lagi sih?


Gak ada gosip yang lain apa?


Iya harga minyak makan turun, itu gosip yg dinanti


cabe juga udah naik daun lagi tuh


emak emak pada muncul


Bapak bapak juga ada yang antri beli minyak kalee..


Barusan Direktur berbuat mesum dengan seorang wanita


yakin itu wanita?


100% yakin


emezing, berarti cakep cakep bukan homo dong




Jagdish tertawa membaca isi pesan group chat karyawan tersebut. "Ini akan menjadi tidak baik untuk Shezan." Gumannya.



Ia kemudian mencari nomor farras di layar ponselnya, dan menekan tombol call.




"hmm.. "



"Apa Anda sedang bersama Shezan?" Tanya Jagdish memastikan kebenaran gosip yang beredar.



"Ya, Bapak ingin berbicara dengan saya?" terdengar suara Shezan.



"Hallo mbak, Apa Anda baik-baik saja?" Tanya Jagdish bersikap ramah kepada wanita seperti biasa.



"Iya baik,"



"Baik kalau begitu, selamat sore, bye."



Jagdish mematikan panggilannya. "*Shezan tidak akan bisa bekerja dengan normal jika statusnya diketahui karyawan lain*". Pikir Jagdish.


__ADS_1


Entah sejak kapan Ia menjadi peduli dengan Shezan. *Apa karena Ia adalah seorang Ibu peri bagi Shezan? tidak boleh setengah-setengah kalau kerja*.



\*\*\*



Setelah panggilan Jagdish terputus, Shezan melirik Farras yang sedari tadi diam saja tanpa melirik ke arah nya.


"Apa yang Anda lakukan? hmm.. " Shezan membeo percakapan Jagdish dan Farras. "Bapak itu paham ya apa yang Kau katakan, dia memang asisten yang berbakat." Ujar Shezan mencoba mengolok-olok suaminya, Jika selama ini Farras yang suka mengoloknya, maka ini kesempatannya untuk membalas.



"hmm... hmm... hmm..." Shezan berdehem dehem dengan irama.



Farras memilih mengabaikan Shezan. Ia ingin fokus mengemudi.



"Ambil barang-barang kamu, dan segera kembali ke sini!" Perintah Farras, begitu mereka sampai di depan kosan nya Nina.



Shezan terlihat berpikir sebelum keluar dari mobil Farras. Ia sedang menimbang - nimbang apakah akan balik ke mobilnya Farras atau tidak.



"Jangan mencoba untuk tidak ikut pulang bersamaku." Ujar Farras tersenyum mengintimidasi Shezan.



"Iya, baik tuan." Ujar Shezan kembali bersikap sopan.



Farras tersenyum mendengarnya, sepertinya Ia lebih menyukai Shezan yang bersikap sopan kepadanya. "Bagus. Jangan membuatku menunggu terlalu lama."



"Ya ya, Kalau *gitu nggak usah* ditunggu" Ujar Shezan kembali tidak sopan, sepertinya Ia menyukai menggunakan bahasa yang tidak sopan.



Setelah melihat Shezan masuk ke dalam kosan nya Nina, Farras menghubungi Jagdish.



"Sepertinya Kau terlihat khawatir." Ujar Farras begitu panggilannya terhubung.


"Saya sudah mengatakan banyak yang membenci Anda, mereka ingin Anda diberhentikan. Menurut Anda apa yang akan terjadi kepada Shezan, jika mereka mengetahui Shezan memiliki hubungan dengan Anda." Ujar Jagdish memberi penjelasan.


"Hmm Aku akan berhenti bermain-main di sana, Kau bisa mengatur pengunduran diriku." Ujar Farras dengan tenang. Ia memiliki perusahaannya sendiri.


"Ibu Anda pasti tidak akan menyukai hal itu."Ucap Jagdish mengingatkan Farras adalah pewaris tunggal Ibunya.


"Aku lebih suka jika Aku senang." Jawab Farras, Ia melihat Shezan yang sudah keluar dari kosan Nina dengan barang bawaannya dari kaca spion. Ia terlihat tidak berniat turun dari mobilnya, Ia hanya menekan tombol membuka bagasi mobil.



Sementara Itu, di sisi lain Shezan yang sedang menyeret koper dan menenteng mesin jahitnya hanya bisa mendengus kesal melihat Farras yang tetap duduk tenang di mobil. Pria aneh berstatus suaminya tidak tergerak menolong membawa barangnya.

__ADS_1


__ADS_2