Finding Miss Right

Finding Miss Right
First Class


__ADS_3

Shezan terbangun dan melihat tidak percaya dengan apa yang dilihatnya dari dalam mobil. Ia pun turun mengikuti Farras.


"Kamu menyukainya kan?"


Kau bercanda? kenapa kita jauh jauh naik pesawat tujuannya ke hutan?!


"Hah? iya.. wow..luar biasa..saya sampai tidak bisa berkata apa lagi." Ujar Shezan, Ia hanya bisa pasrah kembali mengubur khayalannya menginap di kamar presidental suite hotel berbintang.


Di hadapan mereka berdiri sebuah rumah yang di mata Shezan seperti rumah hantu di film pengabdi setan.


Farras membawa Shezan pergi wisata alam. Yang menurut Farras, Shezan pasti menyukainya.


Pemandangan alam yang terlihat indah, menjadi terlihat seperti hutan belantara di mata Shezan. Dirinya berasal dari kampung, mengapa Farras membawanya jalan jalan ke pedesaan?


Shezan hanya bisa pasrah mengikuti Farras masuk ke dalam rumah di hadapan mereka.


"Kamu ingin tidur satu kamar denganku? atau ingin tidur di kamar terpisah?" Tanya Farras begitu mereka berada di dalam.


".ng??" Shezan mengerutkan keningnya mengartikan maksud pertanyaan Farras.


Apa dia sedang berpikir mesum?


"Kamar kamu di sebelah sana!" Seru Farras menunjuk kamar Shezan, dan membuka pintuk kamar yang ada di hadapannya.


"Oh. baik. " Ujar Shezan malu, ternyata ia mengikuti Farras hingga ke depan kamar Farras.


Shezan membuka pintu kamarnya, tercium aroma wangi. kamar itu sangat bersih, dan rapi. Sebenarnya mirip dengan kamar hotel mewah. Tetapi tetap saja Shezan merasa seperti kamarnya ibu di film pengabdi setan.


Setelah mereka membersihkan diri, seorang pelayan pengantar makanan datang membunyikan bel pintu rumah tersebut.


***


Farras dan Shezan menikmati makan malam mereka di teras samping rumah tersebut. Beberapa lampu menghiasi rumah, menampilkan suasana yang romantis. Namun, tetap saja di mata Shezan suasananya gelap mencekam seperti film pengabdi setan.


Shezan tersenyum meratapi nasibnya. Ia menikahi pria kaya yang tidak mencintainya.


"Jika kamu menyukainya, kita akan sering sering datang kemari." Ujar Farras yang salah mengartikan senyuman Shezan.


"Apa? he.. he.. tidak usah. Terima kasih. Kamu benar-benar membuatku sangat tersentuh." Ujar shezan tersenyum.


***


Malam itu hujan gerimis mengguyur lokasi penginapan mereka.


Di kamarnya Shezan tidak bisa tidur memikirkan mengapa Farras membawanya ke hutan. Ia merasa tidak terlalu berhubungan dekat dengan Farras, meskipun Farras telah memintanya untuk menjadi temannya. Ia tidak berani meminta sesuatu kepada Farras, karena sudah pasti Farras tidak akan menurutinya. Seperti sebelum-sebelumnya.


Bagaimana mungkin Ia bisa meminta untuk dibawa jalan jalan ke luar negeri?


JDAARR!!


Suara petir mengagetkan Shezan.


"Apa dia membawaku kemari untuk uji nyali?!" Teriak Shezan dalam hati. Ia menangis ketakutan.

__ADS_1


Shezan sudah tidak tahan lagi, Ia segera keluar dari kamarnya.


lebih baik pergi ke lobi penginapan saja.


"Kamu mau kemana?" Tanya Farras menghentikan langkah Shezan yang hendak membuka pintu rumah.


"Mau ke lobi. Kamu kenapa keluar?"


"Karena Aku mendengar kamu keluar kamar. Letak lobi nya sangat jauh dari sini."


"Hah?"


"Besok pagi saja." Ujar Farras, Ia pun kembali masuk ke kamarnya.


Namun langkah Farras terhenti karena seseorang menarik ujung bajunya.


Shezan menarik ujung baju Farras dan menatapnya dengan wajah memelas.


***


"Benar ya Aku tidak ada maksud untuk menggoda kamu." Ucap Shezan meyakinkan Farras. Ia membungkus tubuhnya dengan selimut, karena udara malam di hutan yang sangat dingin


"Iya Aku mengerti." Ujar Farras yang tidur di sebelah Shezan.


"Jadi kamu jangan macam-macam ya,"


"Iya Aku mengerti,"


"Kamu tidak akan menyentuhku kan?"


"oke."


Shezan melirik ke punggung melihat Farras yang sudah tertidur di sebelahnya.


Diriku tidak boleh lengah, Aku harus menjaga kesucian ini. Meskipun secara agama dan negara sah dan bebas melakukan apapun, tetapi tetap saja kami tidak saling menyukai.


Shezan membalik tubuhnya menghadap ke arah Farras.


Pria tampan ini bisa saja berubah menjadi monster yang menakutkan, Aku harus tetap terjaga sepanjang malam ini...


***


Keesokan paginya, Shezan membuka matanya kaget. Ia menyadari dirinya telah tertidur. Dan lebih kaget lagi ternyata dirinya berada di atas tubuh Farras. Ia menoleh ka atas melihat ke arah wajah Farras.


Terlihat mata Farras yang sudah terbuka dan melihat ke arahnya.


"hah?" Shezan kembali menoleh ke bawah tidak berani melihat ke wajah Farras.


Apa orang ini sudah bangun dari tadi?


"Kamu sudah bangun?" Tanya Farras tenang.


Mengapa dia sangat tenang? Apa dia sudah berbuat macam macam saat Aku lengah?

__ADS_1


Shezan segera bangkit, begitu menyadari dirinya masih berada di atas tubuh Farras.


"Aku tidak menyentuhmu," Ujar Farras bersikap tenang seolah tidak terjadi masalah apa-apa.


"Maaf, kalau begitu saya permisi," Ujar Shezan salah tingkah. Ia sangat malu.


Shezan pun bergegas kembali ke kamarnya. Meskipun hari masih gelap. Rasa malu nya mengusir rasa takutnya.


***


Selepas kepergian Shezan, wajah tenang Farras berubah menjadi panik.


Ia memegang dadanya, "Apa itu tadi?" Tanyanya dalam hati.


~Beberapa saat sebelumnya..


Farras terbangun dan mendapati kepala Shezan berada di atas dadanya. Ia mengurungkan niatnya saat hendak ingin menyingkirkan Shezan dari tubuhnya.


Ia tersenyum melihat Shezan, Ia terlihat senang.


Farras menyentuh rambut Shezan, Ia dapat merasakan jantungnya yang berdetak sangat kencang.


Shezan mengeliat dan menoleh ke arahnya. Membuat Farras harus menahan detak jantungnya agar berdetak dengan stabil.


***


Setelah matahari benar-benar terlihat. Farras dan Shezan memutuskan untuk meninggalkan penginapan tersebut.


Shezan menatap keluar jendela mobil. Terlihat ada banyak tersebar rumah rumah yang terbuat dari kayu di setiap bukit. Semalam Ia tidak melihat lebih jelas dimana Ia berada karena dirinya tertidur dan terbangun saat di depan pondok mereka.


Ternyata lokasi penginapan itu sangat indah, udaranya sejuk.


Mengapa semuanya menjadi sangat indah dan menarik setelah mau pergi? Tanya Shezan dalam hati


"Kamu ingin pergi kemana?" Tanya Farras menghentikan lamunan Shezan.


".ng? "


"Apa ada tempat yang ingin kamu kunjungi?" Farras mengulangi kalimat tanyanya.


Jika Aku mengatakannya, apa dia akan membawaku ke sana?


"Apa kita akan ke sana?" Tanya Shezan antusias.


"Tidak," Jawab Farras datar


Shezan memasang wajah kecewa, "Lalu kenapa kamu bertanya?"


"Hanya ingin tahu, " Jawab Farras santai.


"Jadi ini kita langsung pulang?"


"Ya."

__ADS_1


Pergi jalan jalan apa an? coba.


***


__ADS_2