Finding Miss Right

Finding Miss Right
Banned


__ADS_3

Di halte barat sebelum perumahan tempat tinggal Farras. Ia datang tepat waktu menjemput Shezan.


"Kita mau kemana?" Tanya Shezan begitu masuk ke mobilnya Farras.


"Berbelanja" Jawab Farras yang duduk disebelah Shezan mengemudikan mobilnya.


"ha ha ha. " Shezan tertawa kaku, "Wah bener-benar kejutan."


Farras Tersenyum yakin, Shezan kali ini pasti akan menyukai kejutannya.


Sementara Shezan tersenyum tidak yakin Ia pasti akan menyukainya. Hingga akhirnya mereka sampai di tempat yang dituju, mata Shezan terbelalak.


Seorang pegawai mengantar Farras dan Shezan ke dalam suatu ruangan. Dan mempersilahkan kedua pasangan itu duduk.


Pegawai mulai menunjukkan dan menjelaskan satu persatu koleksi terbaik perhiasan mereka. Shezan menatap perhiasan itu dengan mata berbinar-binar. Orang ini benaran akan memberikanku sebongkah berlian? Tuan tidak pelit bin murah hati.


"Pilihlah yang Kamu suka, Aku membelikannya untukmu." Ujar Farras.


"Mereka semua sangat indah dan berkilau. Membuat Saya bingung ingin yang mana." Ujar Shezan takjub tidak berkedip memandang beberapa perhiasan di depannya.


"Apa Kamu akan menangis lagi sekarang, karena bingung?"


"Apa?" Shezan melihat ke arah Farras, Ia berpikir Farras sedang menyindirnya, karena semalam dirinya menangis karena Ia berkata Farras membuatnya bingung.


"Bingung..ha.ha.ha" Shezan tertawa bahagia memandang Farras, Orang ini bisa juga membuat lelucon.


Dan terjadilah acara pandang memandang antara suami istri, pasangan abstrak.


deg. deg...


Farras merasakan debaran jantungnya. Ia terhipnotis dengan Shezan yang tertawa bahagia menatap ke arahnya. Ia tidak bisa mengendalikan dirinya agar tetap tenang. Tawa Shezan membuatnya hanyut mengikuti arus tanpa ada perlawanan. Ia mendekat dan mengecup bibir istrinya.


Seketika Tawa Shezan terhenti. Ia terdiam menatap Farras yang baru saja menciumnya.


Pegawai yang melihat acara live itu hanya bisa tersenyum. Ini bukan kali pertama mereka menonton acara beginian di toko mereka. Tetapi pasangan yang terlihat gugup bermesraan adalah baru pertama.


Melihat Shezan yang berhenti tertawa dan terdiam menatap ke arahnya membuat Farras berpikir Shezan akan lebih marah lagi kepadanya.


"Saya menginginkan semuanya!." Seru Farras sedikit panik kepada pegawai yang melayani mereka.


"Baik Tuan. Saya akan memprosesnya. Mohon silahkan tunggu sebentar Tuan dan Nyonya."


Shezan meraih tangan Farras dan menggenggamnya, membuat Farras balik melihat ke arahnya. Di tatapnya bola mata pria aneh yang dinikahinya, dua bola mata menatapnya tajam, siap meremukkan tangan kecilnya, "Saya tidak peduli dengan kemungkinan Kamu tidak menyukai Saya. Saya menyukai Kamu seratus persen."


Suaranya terdengar bergetar, ada sedikit ketakutan di dalamnya.


Pegawai yang mengantarkan teh dan dessert kepada mereka kembali melihat acara nyatakan cinta secara live.


Shezan melepaskan tangannya. "Mbak tidak jadi semuanya, Saya mau yang ini saja." Seru Shezan menghentikan langkah pegawai yang akan memproses pembelian mereka.


***


"Yaaaaa!!!!" Shezan berteriak di balik bantal kamarnya. Ia menenggelamkan kepalanya di bawah bantalnya.


"Apa yang sudah Kau lakukan Shezan!!!" Teriaknya lagi. Ia menendang-nendang kasurnya dengan kedua kakinya.


Ia menyingkirkan bantalnya dan bangun, tampak wajahnya yang terlihat frustasi. Seperti orang yang di akhir bulan pergi berbelanja di supermaket. Namun saat di kasir, di dompenya hanya ada selembar uang sepuluh ribu rupiah, dan saldo di kartu debitnya tinggal lima puluh ribu rupiah.

__ADS_1


Ia mengusap-usap wajahnya, "Baiklah saatnya memasak makan malam." Guman Shezan yakin Ia sudah menata hatinya dengan baik dan benar.


Namun Ia kembali lagi menenggelamkan kepalanya ke bantal, saat teringat tentang apa yang telah dilakukannya di toko perhiasan. Ia menyesalinya. Mengapa menolak semua perhiasan berlian yang sudah di depan mata?! Batinnya berteriak.


Sementara itu, dilantai dua. Farras duduk di kamarnya. Ia terlihat serius memikirkan sesuatu.


Ponselnya berdering, hanya ada tiga orang yang mengetahui nomornya. Kalau bukan Ibunya, Jagdish atau Shezan yang menghubunginya.


"hmm.. " Farras menjawab panggilan teleponnya.


"Saya sudah mengirim orang untuk mengikutinya. Apa Anda tahu dia memiliki seorang Anak?" Terdengar suara Jagdish


"hmm.. "


"Baiklah, Oh ya apakah Anda sudah membelikannya perhiasan? atau Anda ingin saya membelinya?" Tanya Jagdish saat hendak mengakhiri sambungan teleponnya.


"Jangan khawatir, mulai sekarang dia tidak akan pernah bisa marah lagi." Ujar Farras tenang.


"Apa? Apa yang telah Anda lakukan?!" Jagdish terdengar panik. Ia takut Farras telah melakukan sesuatu yang buruk kepada Shezan, mengingat Farras adalah orang yang sedikit mengalami gangguan jiwa. Dalam khayalannya, Farras mengikat Shezan di dalam sebuah gudang


"Mengapa Kau terkejut? Dia menyukaiku." Ujar Farras terdengar sedikit menyombongkan diri kepada Jagdish.


"Begitu." Ujar Jagdish lega mengetahui Shezan baik-baik saja. Bagaimana dia bisa menyimpulkan jika menyukai seseorang, maka tidak akan pernah bisa marah? Pikir Jagdish.


***


Di gedung Myrtle. Farras di ruangannya sibuk dengan pekerjaanya. Di Myrtle, dia hanyalah seorang karyawan dengan jabatan direktur. Tidak ada berita tentangnya di internet selain gosip hubungannya dengan penyanyi dan bintang film Nausheen, dan Ayahnya adalah pemilik salah satu rumah sakit lima terbesar di Negara ini.


Selain sebagai karyawan di Myrtle, tidak ada yang tahu dia memiliki banyak bisnis di bidang lain. Karyawannya tidak begitu tahu banyak tentang bos mereka yang tertutup dan hampir tidak pernah dilihat.


***


Di ruang kerjanya, Shezan masih mempelajari cara menggunakan mesin jahit bordir untuk sulaman dasternya. Ia menghela nafas, bagaimana mungkin bisa menyelesaikan dalam waktu lima hari lagi, jika harus belajar dulu menjahit bordir dengan mesin.


Teringat dengan berlian yang berkilau, Ia seperti mendapat pencerahan. Segera Ia pergi ke gudang bahan dan melihat apa yang bisa Ia buat. Ia mengambil beberapa benang. Ia berencana untuk menyulam dan menjahit payet dusternya dengan tangan.


~~sementara itu di group Chat karyawan.


Apa kalian tahu direktur kita telah menikah?


Apa? 😱


Cakap kotor apalagi ini?


Tidak mungkin!!


πŸ’”


siapa itu yang patah hati?


Iya, sudah gila apa dia


mungkin dengan artis yang kemarin


😭cintaku ditikung direktur


sepertinya bukan, tidak ada beritanya di infotainment.

__ADS_1


πŸ’”πŸ’”πŸ’”


perkenalkan saya istrinya 😎


Anak Ìv pernah lihat direktur bersama dengan seorang wanita, mereka berduaan di dalam mobil.


Apa?! berduaan?!πŸ’”πŸ’”


Siapa itu yang patah hati?


Siapa sih, menyampah saja.


spam


keluarkan saja dia dari sini!


banned saja itu yang patah hati.


admin telah mengeluarkan @pejuangcinta


Syukur kalau kalau Pak direktur normal


kenapa, emang?


Mau di pelet haha


wkwkw


ada yang punya foto wanita yang bersama pak direktur?


siapa itu yang minta foto?


Iya siapa?


woi mau kita dimasukan ke penjara berjamaah?! lancang minta-minta foto


iya keluarkan saja yang minta foto


banned


setuju dibanned saja tuh


admin telah mengeluarkan @pemintafoto


***


Di kursinya, Sekertaris Farras memandang layar ponselnya. Ia baru saja dikeluarkan dari group chat karyawan Myrtle.


Ia berpikir dirinya akan dilamar oleh direktur nya. Tetapi menurut informasi dari temannya yang berkerja disana, direktur pergi dengan wanita lain. Ada sedikit rasa kesal di raut wajahnya karena Ia tidak bisa mendapatkan informasi apapun tentang siapa wanita tersebut. Bahkan temannya mengancam bila informasi ini bocor keluar, mereka berdua bisa terseret kedalam penjara.


Direktur nya sangat ketat menjaga privasi kehidupan pribadinya, membuatnya teringat akan Shezan yang datang menemui direktur di ruangannya. Apa wanita itu? Pikirnya. Ia mencurigai sesuatu.


Selepas kepergian Shezan, Jagdish datang dan mengambil ponselnya. Ia menghapus foto Shezan dari ponsel sekertaris.


Mengapa Ia menghapus foto wanita itu jika tidak memiliki hubungan dengan direktur?


***

__ADS_1


__ADS_2