Finding Miss Right

Finding Miss Right
Sebuah Rahasia


__ADS_3

Farras melotot kaget, ada sesuatu yang menempel di pipinya. Ia menoleh ke samping, dan berpikir dirinya kembali mengalami keanehan. Ia seharusnya merasa tidak senang saat orang lain menyentuhnya.


***


Hingga sampai di kediaman mereka, Shezan terus menghindar bertatap mata dengan Farras. Ia benar-benar merasa kehilangan muka dan harga dirinya. Disisi lain Ia penasaran bagaimana reaksi Farras.


Apa dia akan marah atau berpikir yang aneh-aneh tentangku?


Shezan menghentikan langkahnya, begitu juga Farras yang berjalan di belakangnya.


Shezan menoleh ke belakang. Ia berniat untuk mengklarifikasi perbuatannya.


"Ada apa?" Tanya Farras tenang.


"Tidak ada." Ujar Shezan berubah pikiran melihat Farras yang tenang seperti tidak terjadi apa apa sebelumnya.


"Hmm," Farras berjalan melewati Shezan dan naik ke lantai atas menuju kamarnya.


"Dia tidak berpikir macam-macam tentangku kan?" Guman Shezan begitu Farras menghilang dari pandangan matanya.


***


Keesokan harinya Farras kembali menemui dokternya.


"Menurutmu kenapa Dia melakukannya?" Tanya Farras kepada pria paruh baya di hadapannya.


Di sebuah ruangan, tampak pria paruh baya, pria itu tampak sedang memikirkan pertanyaan Farras.


"Kau menjalin hubungan dengannya?" Tanya pria paruh baya itu.


Farras menghela nafas, "Aku hanya ingin dia tetap ada di sekitarku."


"Mengapa? kau terobsesi dengannya."


"Entahlah, Aku hanya ingin terus melihatnya." Ujar Farras.


Ia memikirkan perkataan pria paruh baya di hadapannya. Apa Ia terobsesi dengan gadis itu? hanya Shezan yang wajahnya terlihat dengan baik dan benar di matanya. Meskipun Shezan bukan orang yang Ia cari, Ia tidak ingin Shezan menghilang dari kehidupannya untuk saat ini.


"Bisa disebabkan dia sudah mempercayaimu. Kau ahli membuat orang lain mempercayaimu." Ujar pria paruh baya itu memberi penjelasan.


"Kau mempercayaiku?." Tanya Farras tenang.


Pria paruh baya itu menjawab pertanyaan Farras dengan senyum palsu. Ia tidak sepenuhnya percaya dengan Farras, Pasiennya.


***

__ADS_1


Anggota kepolisian kembali mendatangi kantor Farras, kali ini mereka mengantarkan surat panggilan pemeriksaan penyidikan kasus kebakaran sebuah pusat perbelanjaan.


"Anda tidak apa-apa datang ke kantor polisi?" Tanya Jagdish setelah kepergian anggota kepolisian tersebut.


"Bukan kah sebagai warga negara yang baik harus memenuhi panggilan?" Ujar Farras tenang membaca surat panggilan di tangannya.


"Pelaku pembakaran itu memberikan nama Anda. Sepertinya polisi itu tak akan berhenti menyeret Anda pada setiap kasus yang Ia tangani."


"Apa Aku hilangkan saja?" Tanya Farras meminta pendapat Jagdish. Ia merasa polisi itu sudah mulai menganggunya.


"Jika Anda menghilangkan polisi itu, maka tidak ada lagi petunjuk untuk mencari tahu siapa orang yang ingin menjebak Anda." Ucap Jagdish memperingati.


"Aku tidak peduli dengan orang itu," Ujar Farras acuh.


"Jika melakukannya, Anda akan berakhir di sel tahanan sesuai keinginan orang itu."


"Itu tidak akan terjadi." Ujar Farras yakin. "Bukankah akan menyenangkan?" Ujar Farras menyeringai membayangkan wajah meringis yang berlumuran darah.


".... " Jagdish tidak bisa berkata apa-apa jika boss nya sudah berbicara dan berbuat sesukanya.


***


Di kamarnya, Shezan tengah menjahit sepotong kain dengan mesin jahitnya yang Ia beli dengan uang kompensasi.


Akhir-akhir ini Ia memiliki banyak waktu untuk menjahit pakaian untuk dikenakannya sendiri.


Tebak apa? teman kamu ini sudah jadi model haha


^^^Kok bisa? Model Ìv?^^^


Iya, Pilih mau makan dimana, Aku traktir,


^^^Ok, restoran ginger maple gimana?^^^


Ok, share lokasi ya


Shezan tidak mengira temannya memiliki bakat terpendam untuk menjadi seorang model. Dan lebih tidak mengira akan pergi makan masakannya chef aynan lagi.


***


Di restoran ginger maple, Shezan dan Nina tampak bahagia dengan kebahagian mereka masing-masing mereka. Shezan yang bahagia bisa makan enak gratis, Nina yang bahagia mendapat bayaran yang tidak sedikit sebagai model. Sementara di sisi lain Aynan terlihat cemas melihat Shezan berkunjung ke restorannya, Ia tidak ingin mencari masalah dengan Farras.


"Jadi di situs ini kita bisa pilih baju yang kita inginkan, dan kita bisa mencobanya secara virtual, pertama masukan ukuran badan, lalu foto kita dari atas sampai bawah, tampak sisi depan, dan belakang. Maka akan muncul tampilan kita mengenakan baju nya." Tutur Nina memberi penjelasan dengan menggunakan sembarang foto yang diambilnya dari G**le, sembari mereka menunggu makanan yang mereka pesan datang.


"Oh tampak lucu ya? kayaknya nggak cocok baju nya sama dia."

__ADS_1


"Apa yang cocok dengan modelnya, belum tentu cocok di badan kita. Nah di situs Ìv ini, kita bisa beli baju yang cocok kita pakai dan sesuai dengan ukuran badan kita, mau gemuk, kurus, pendek," Terang Nina yang terlihat lebih mirip marketing Ìv daripada model.


"Hmm seperti menjahit baju sendiri ya, memakai baju yang cocok dan pas di badan akan membuat orang lebih percaya diri." Ujar Shezan.


Nina memperhatikan pakaian yang dikenakan Shezan, "Kamu memakai baju baru lagi?"


"He he iya, "


"Mengapa kamu belum memberitahuku di mana kosanmu? Aku mencium sesuatu yang mencurigakan."


"Apa?" Tanya Shezan cemas memikirkan apa yang sedang dicurigai Nina mengenai dirinya.


"Sepertinya Kamu menyembunyikan sesuatu dariku," Ujar Nina dengan tatapan menuduh.


"Apa? tidak ada yang kusembunyikan darimu." Ujar Shezan mencoba mengelakan apa yang dituduhkan Nina.


"Katakan padaku, apakah kamu.... " Nina melihat Shezan, mencoba mencari-cari sesuatu di wajah Shezan.


Shezan yang gugup, rahasianya hampir terbongkar oleh temannya, meminta sel kelenjar keringatnya untuk tidak memproduksi keringat disituasi ini. Agar ia dapat berpikir dengan baik apa yang harus dikatakannya kepada Nina.


Beruntung seorang pelayan datang mengantarkan minuman pesanan mereka. Shezan langsung meminum minumannya, berharap dapat meredakan rasa gugupnya.


"Bukan kah kita berteman baik? mengapa kamu tega merahasiakan hal ini kepadaku?" Ujar Nina dengan ekspresi kecewa, tidak percaya Shezan tega melakukan hal ini kepada dirinya.


"Bukan begitu, Aku... memiliki alasan untuk merahasiakan ini padamu, Aku akan menjelaskannya padamu. Ini tidak seperti yang kamu pikirkan," Tutur Shezan yang pasrah akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, karena akhirnya Nina mengetahui pernikahannya dengan Farras.


"Kamu memiliki alasan?!" Tanya Nina yang level kekecewaanya naik tingkat.


"Ya, Aku memiliki alasan." Jawab Shezan yang ikutan kesal,


"Apa?!" Nina benar-benar kecewa, "Baiklah katakan padaku apa alasanmu?" Tanya Nina ingin tahu.


"Aku tidak memberitahumu karena kupikir aku akan segera mengakhirinya. Jadi Aku tidak memberitahumu." Jelas Shezan.


"Mengapa? Apa harga skincare nya mahal?" Tanya Nina.


"skincare?" Tanya Shezan balik, Ia tidak mengerti apa yang dibicarakan Nina.


"Ya skincare yang membuat kamu jadi makin glowing. Jadi bukan karena pakai skincare? Katakan padaku apa rahasia kulit kamu jadi glowing" Tutur Nina.


Shezan berpikir sejenak, Ternyata yang dipertanyakan Nina bukan tentang pernikahan abstrak nya.


"Diet." Jawab Shezan asal, Ia menyerumput minumamnya sampai habis. Ia lega ternyata Nina tidak mengetahui tentang rahasianya dengan Farras.


"Diet?"

__ADS_1


***


__ADS_2