
Shezan tidak menyangka dirinya akan merasa canggung setelah menyatakan perasaannya sehari lalu kepada Farras. Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutnya. Ia sendiri juga tidak mengerti apa yang dia katakan. Mungkin dirinya ikut terbawa suasana. Suami kayanya mencium dirinya. Apa bentar lagi misi membuat orang itu jatuh cinta kepadaku hampir berhasil? Bisik Shezan.
Sementara Farras terlihat tidak begitu peduli, Ia sibuk dengan pekerjaannya. Ia terlihat serius mengerjakan sesuatu di tabletnya. Mengingat Shezan tidak marah lagi dengannya, artinya Ia akan fokus saja dulu dengan pekerjaanya.
Sejak kasus penculikan Shezan, Jagdish sudah tidak lagi menumpang sarapan di rumah Farras. Farras tidak ingin Jagdish mengganggu rencananya, berpura-pura terluka parah di depan Shezan.
Jagdish datang menjemput Farras di waktu yang sama. Jagdish melihat Farras meletakan sesuatu di sampingnya, sesuatu yang tidak pernah dilihat Jagdish sebelumnya. Yang Ia tahu, tidak ada yang dibawa Farras selain tablet nya.
"Shezan memberikan Anda lunchbox?" Tanya Jagdish heran.
"hmm.. " Farras terlihat acuh tak acuh, seperti biasa Ia disibukkan dengan tablet nya.
"Ah.. that is love." Seru Jagdish. Tersenyum menggoda Farras.
"love?" Farras menghentikan aktivitas jarinya. Ia ingat Shezan pernah memberikan Jagdish kotak seperti itu.
Tiba-tiba Jagdish yang sedang mengemudikan mobil Farras merasa suhu udara di mobil mendadak turun 25 derajat Celsius. Ia merasakan seperti ada bayangan di belakangnya sedang memegang belati tajam, sosok bayangan itu akan menghunuskan belati ke lehernya, dan dirinya tewas bersimba darah. Jagdish pun bergidik ngeri membuyarkan khayalannya.
***
Setelah kepergian Farras, Shezan pergi berangkat kerja ke gedung Myrtle dengan menumpangi taxi online. Masih ada sisa waktu empat hari lagi untuk menyelesaikan dusternya.
Shezan tidak menyadari dirinya adalah karyawan yang diberikan jam kerja khusus, masuk pukul 9:30WIB, pulang pukul 3:00WIB. Namun, karyawan di bagian desain menyadarinya. Hal itu tampak mencurigakan.
Untuk meluruskan persoalan ini, Pak Budiman memberi penjelasan kepada karyawan bagian design. Shezan hanya menerima sepertiga dari gaji yang seharusnya dikarenakan kondisinya.
Di studio kerja, Shezan dengan serius dan teliti menggambar pattern di atas potongan potongan kain untuk duster nya. Ia tidak punya cukup banyak waktu, Ia tidak boleh menyerah.
(Pattern: pola desain)
Karyawan, designer lain yang juga sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing, sesekali menatap kagum melihat kegigihan Shezan. Dia sangat semangat bekerja, padahal hanya diberi gaji minim.
***
Jagdish masih merasakan aura membunuh masih mengikutinya, membuatnya tidak konsentrasi saat melakukan jump shot. Ia sedang bermain billiard di ruangan Farras, sementara Farras sibuk melakukan pekerjaanya di meja kerjanya. Ia akan sangat sibuk dalam seminggu ini. Begitu juga dengan semua karyawannya, juga dibuat sibuk menyelesaikan laporan dalam tempo sesingkat-singkatnya.
(jump shot: bola putih melompat untuk menghindari bola)
"Mengapa Anda masih berpikir ingin membunuh saya?" Tanya Jagdish frustasi. Ia merasakan Farras benar-benar ingin membunuhnya.
__ADS_1
Farras melirik Jagdish sekilas, "hmmm.."
"Bukankah Saya sudah mengatakannya, not all of lunch boxes are love." Seru Jagdish.
"hmm..."
"Saya akan menunjukkan kepada Anda, bukankah Anda sudah melihat kotak bekal yang diberikan shezan kepada saya, jika isi nya seperti itu, artinya ucapan terima kasih." Seru Jagdish, Ia tahu Farras yang sudah mencuri kotak bekalnya.
"hmm... "
"Jika isi nya seperti kotak bekal milik Anda, it's definitely love." Ujar Jagdish meyakinkan Farras. Ia membayangkan Shezan menata bekal untuk Farras dengan imut dan penuh cinta.
"hmmm.. "
"Mengapa Anda tidak membukanya?"
Setelah melakukan perdebatan, akhirnya mereka sepakat untuk membuka kotak bekal yang diberikan Shezan untuk Farras.
Jagdish merasa suhu udara di ruangan Farras tiba-tiba naik menjadi 39 derajat Celsius, saat Ia melihat isi kotak bekal yang diberikan Shezan kepada Farras. Keringat mulai mengalir di dahinya. Ia merasa telah melakukan kesalahan besar. Ia berpikir Farras mungkin akan menggunakan gergaji mesin untuk membunuhnya.
Sementara Farras melihat isi kotak bekalnya tanpa ekspresi. Kemudian Ia tersenyum tipis, "Son muy bonitos" Ujarnya, Ia tampak menyukai bekal yang dibuat Shezan.
"Hah?" Jagdish memutuskan untuk diam, tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Lebih baik begitu.
Shezan membentuk bulatan nasi yang berbentuk zombie, Ia menyusun potongan rumput laut sebagai rambut dan mie yang ditotol saos tomat sebagai otak yang sebagian kelihatan, meletakan dua telur rebus sebagai mata dan menaburkan serbuk rumput laut disekelilingnya, Ia memberi rongga pada bulatan nasi sebagai mulut dan memasukan potongan-potongan beefsteak didalamnya hingga melimpah keluar, Ia menyusun kacang almond sebagai gigi zombie,
Di kotak bekal yang lain, Shezan menyusun beberapa sosis panggang yang diukir berbentuk jari tangan di atas daun selada, beberapa tomat cherry. Dilihat sekilas bekal yang dibuat Shezan tampak berantakan.
***
Sekertaris pribadi Farras masih dilipututi rasa penasaran akan sosok wanita yang dibawa direkturnya ke toko perhiasan. Ia lupa tentang pribahasa rasa ingin tahu membunuh kucing, curiosity killed the cat.
Di cafeteria, saat jam istirahat, wanita berperawakan tinggi, langsing dan berkulit putih bersih itu mencari sosok Shezan si karyawan baru yang akhir-akhir ini sempat menjadi perbincangan di group chat karyawan Myrtle.
Wanita yang juga berwajah blasteran itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling cafetaria. Ia melihat satu persatu karyawati, tetapi tidak ditemukannya sosok Shezan.
*Yang lagi makan di kantin. Ada sekertaris direktur tuh*.
__ADS_1
*Lah orangnya kan juga ada di group ini*
*mbak sekertaris nyari siapa mbak?😍😍*
*😍 saya jangan dicari mbak, nanti saya datang sendiri 😘*
jangan ganggu pacar saya, mau saya bacok?
bini ane*🔪*
*jangan nggombal disini, orangnya nggak ada*
Sementara sosok yang dicari-cari sekertaris pribadi Farras sedang berada di ruangannya. Ia masih disibukkan dengan dusternya yang masih jauh dari kata rampung.
Shezan memutuskan makan siang sambil bekerja, Ia membawa bekal sendiri dari rumah. Kelopak bawah matanya berkedut, Ia terserang stroke ringan sementara melihat isi kotak bekal yang dibawanya.
"Ini benar-benar bencana." Gumannya lirih.
Ia memakan bekal yang dibentuk dan ditata berbentuk karakter dengan pasrah. Dilihat sekilas bekal yang dibawanya tampak imut, lucu dan menggemaskan.
Ia berencana memberikan bakal itu untuk Farras, Namun Ia malah salah memberikan kotak bekal. Ia memberikan kotak bekal miliknya.
Di dapur Farras, Shezan menatap puas hasil karyanya. Ia membuat bekal makan siang untuk Farras.
Ini akan menjadi hari pertamanya untuk mengawali hubungan baiknya dengan Farras. Mengingat jabatannya sekarang sudah naik menjadi istri.
Ia tersenyum malu dengan pipi merona, teringat akan ekspresi wajah Farras saat menciumnya di toko perhiasan. Ia berpikir dirinya sebentar lagi akan berhasil membuat Farras jatuh cinta kepadanya.
"*cute*." Guman Shezan dengan hati riang. Dihitung-hitung sudah tiga kali suami abstraknya mencium dirinya. Ia tidak sabar dengan ciuman berikutnya dan... *Ya ampun apa yang Ku pikirkan*!Teriak batin Shezan histeris.
Tidak ingin berpikir yang aneh-aneh, Ia lanjut membuat bekal untuk dirinya sendiri. Ia menggunakan sisanya untuk membuat bekalnya sendiri. Dan jadilah bekal yang menyerupai sosok wajah zombie. Dengan memberi sedikit ukiran menyerupai jari pada sisa potongan sosis.
__ADS_1
\*\*\*