Gadis Buta Tuan R

Gadis Buta Tuan R
Episode 10


__ADS_3

Ruang sangat mencekam,tak ada satupun suara.


" Tuan .. Randall.. apakah bisnis ini akan baik baik saja.. kami tidak mau terkena imbas, karena anda" seseorang akhirnya buka suara .


"hemh.. ...lalu apa mau mu "


" kami ingin kejelasan.. Tuan.."


" Hana..."


" baik Tuan " sekertaris cantik ini dengan cekatan membagikan map pada semua orang yang ada.


" tanda tangan di sana jika kalian ingin mengambil semua milik kalian pan memutuskan kerja sama kita .."


semua orang bingung ,Meraka memandangi satu sama lain.


" Vin.."


" Tuan Jasson anda terbukti mengelap dana saat pengembangan proyek wisata di kota k,


"Tuan Andy anda membeli sebuah mansion di luar negeri dengan nama istri anda menggunakan uang perusahaan,"


Vin melanjutkan beberapa nama dan catatan hitam mereka,pria yang tadi sempat bersuara kini diam tertunduk wajahnya pucat pasi lidahnya kelu.


" untuk nama yang telah di sebutkan silahkan menandatangani map dan segera keluar dari sini.." lanjut Vin.


" atau dengan cara lain.. " senyum Randall yang terlihat menyeramkan, yang tak bisa di artikan.membuat bulu kuduk berdiri ngeri.


senyum Randall tersungging, melihat beberapa anj*ng yang tadi menyalakan kini berjalan gontai meninggalkan nya ,bagi Randall lebih baik membuang sampah dari pada membuat busuk perusahaan nya.


" untuk yang lain terserah kalian, hanya karna uban kalian lebih banyak dariku kalian bisa menyingkirkan ku... "


sindiran atau pujian entah,nyatanya Randall belum ada sehelai uban pun.

__ADS_1


" Rapat sampai disini.. " Randall berdiri mengibaskan jasanya melenggang meniggalkan kan ruangan meeting,Vin dan sekertaris hanya segera mengekor di belakang.


" Bagaimana .. sudah kau atur semua "


" beres Tuan ..tapi ada yang ingin saya Sampaikan tuan... " wajah Vin berubah,dia tau ini bukan sesuatu yang bisa membuat tuanya senang.


" kita pulang Vin ... katakan saja di rumah , aku merasa muak disini. "


". baik Tuan "


ini


******


sebuah Sweptail Rolls Royce melaju memasuki kawasan elite, masion masion besar berjajar dengan jarak yang cukup jauh satu sama lain.


Roda yang mulai berjalan melambat berbelok memasuki salah satu masion besar bernuansa klasik, pagar besar terbuka secara otomatis saat sensor nya mengenali mobil tuannya.


Sweptail terparkir sempurna di garasi berjajar dengan Pininfarina Sergio, Bugatti Divo dan beberapa koleksi mobil Tuan muda.


" menerawang langit kamarnya, terbersit wajah bulat berpipi gembul dengan kuncir kudanya, warna baju yang selalu abstrak warna atasan dan bawahan yang sama sekali tidak maching, membuat sakit mata yang melihat,tapi tidak bagi Randall dia menyukai nya.


akhir akhir ini dia semakin sering di Bayangi wajah lucu itu, tanpa Randall sadari seulas senyuman lebar menghiasi wajah tampannya.


Tok..tok..tok...


" Tuan "


" masuklah .."


Vin segera memasuki kamar Tuannya,namun raut wajah Vin tidak enak dipandang seperti orang yang menghadapi ujian sekolah.


" Tuan saya telah mendapatkan informasi yang anda inginkan "

__ADS_1


" hmm.."


" gadis yang Tuan cari ternyata bernama rea Putri satu satunya dari Tuan sangka Aibara dan Angela wu tapi... "! seakan ragu untuk melanjutkan nya Vin berusaha menelan ludahnya di kerongkongan yang terasa kering.


". lanjutkan"


" rumah keluarga sangka sudah tidak ada Tuan, terjadi kebakaran dan semua orang telah terbakar di dalamnya termasuk asisten rumah tangga dan para penjaga"


Randall tida menjawab apapun, dadanya terasa sesak begitu sakit, dia rela jika dewa maut membawanya kepada kekasih kecilnya.


" kebakaran itu terjadi setelah sebelumnya keluarga sangka mengalami kecelakaan yang cukup mengerikan namun mereka bisa selamat meski terluka agak parah .."


Vin memutuskan untuk melanjutkan laporan nya melihat tidak ada reaksi dari Tuannya


" keluar.... "


" baik Tuan.. saya permisi "


Mata Randall terasa panas, lava bening sudah meluncur meski sempat di tahan oleh sang empunya, Randall menutup matanya berharap ini hanya mimpi.


"Haaaaaaaaaaa..... " teriakan Randall mengema di ruang kamarnya, menyedihkan.


membangkitkan diri melampiaskan rasa sakitnya pada tiap beda mati yang ada, kamar itu sudah tak berbentuk lagi,badai topan sudah memporak porandakannya.


lelaki besar itu terduduk di pojok kamar,menangisi kesalahan nya karna terlambat menyelamatkan cinta kecilnya.


". Vin....Vin...."


" iya Tuan.." Vin tergopoh-gopoh masuk mendengar panggilan Tuanya.


" selidiki semuanya.... jangan sampai ada yang terlewat... "


" baik Tuan.."

__ADS_1


sorot mata Randall terasa sangat mengerikan, seperti peluru yang menembus jantung yang melihat, tak terkecuali Vin.


__ADS_2