Gadis Buta Tuan R

Gadis Buta Tuan R
Sweet moments


__ADS_3

Senja menyapa sinar matahari, sepasang kekasih menghabiskan waktu mereka menyusuri jalan kota sore ini, Tanpa pengawalan, tidak mungkin, para pengawal memakai pakaian santai dan berjarak satu meter dari mereka. Randall mengenakan celana pendek berwarna gelap dengan kaso polo yang senada, simple namun tak mengurangi ketampanannya, Mandy nampak manis memakai mini dress warna biru muda.


"Kita kesana" Ujar Mandy menunjuk ke arah pasar malam, yang terletak di sebelah pusat perbelanjaan.


"Apapun untuk mu, Ratuku" ujar Randall, sambil terus menggenggam erat tangan Mandy.


Setelah mereka menyebrang jalan, sampailah di pasar malam yang belum sepenuhnya buka, para pedagang masih bersiap menata dagangan mereka. Mandy nampak kecewa, namun ia masih ingin terus berjalan masuk ke dalam.


"Ran, aku mau makan itu," ucap Mandy manja.


"Sayang, jangan itu, aku tidak tahan dengan baunya" Jajanan khas negeri itu, tahu busuk, namun rasanya tidak seperti namanya, tahu yang di goreng hingga menjadi crispy namun tetap lembut di dalam biasa di sajikan dengan saus dan acar kubis.


"Sayang"


Randall tak bisa menolak kemauan Mandy, akhirnya mereka memesan seporsi tahu busuk di lapak pedagang, seketika bau tahu menyeruak di udara ,saat di masukkan ke dalam minyak panas.



"Terima kasih" ucap Mandy saat menerima pesanannya, setelah mereka membayarnya, Randall mengajak Mandy untuk duduk di bangku, menikmati makanan mereka.


"Aa.." Mandy menyuapkan potongan tahu pertama kepada kekasihnya, namun Randall nampak enggan untuk membuka mulutnya. Mandy memasang wajah memelas dan puppy eyes membuat Randall tak berkutik, dia pun pasrah menerima suapan Mandy.

__ADS_1


"Bagaimana enakan"


"Hemh.. " tak ada kata yang keluar dari mulutnya, Randall hanya sibuk mengunyah dan sesegera mungkin menelan benda aneh itu.


"Aku akan segera kembali," Randall bangkit dari duduknya, dengan langkah lebar dia menuju ke sebuah kedai es krim, dia harus segera menghilangkan rasa aneh dalam mulutnya.


Tak lama Randall kembali dengan membawa dua ice cone rasa vanilla, namun dia terkejut saat tak melihat Mandy di bangku yang mereka tempati.


"Cari di semua tempat, dasar bodoh" Randall menghardik pengawal yang di anggap tidak becus, mereka semua pun berpencar.


Randall pun ikut mencari, berjalan kesana kemari sampai langkahnya terhenti kala seorang anak kecil menarik bajunya, lalu memberikan setangkai bunga mawar kepadanya. Randall menerima bunga itu dengan keheranan, gadis kecil itu mengandeng tangannya membawanya berjalan ke satu arah, tak lama berjalan seorang anak kecil lagi memberikan setangkai mawar lagi padanya, terus begitu sampai mawar yang ada di tangan Randall cukup untuk membuat buket besar.


Langkah Randall terhenti saat melihat boneka Teddy bear yang super besar dengan membawa bentuk hati di dadanya, bertuliskan Will You Marry Me.


"Mandy sayang, kau melamar ku"


Tak ada jawaban, hanya beruang besar berwarna coklat itu, menganggukkan kepalanya. wajah Randall terasa hangat, dia menutup wajah tak kuasa menahan rasa panas yang menjalar di seluruh tubuhnya, manis semua ini terlalu manis.


"Cepat siapkan pernikahan sekarang" ucap Randall dengan seseorang di ujung telepon.


"Di mana Tuan" ucap Vin bingung.

__ADS_1


"Di mana saja, aku harus menikah sekarang juga" Randall segera memutuskan sambungan teleponnya.


"Ya Tuhan, kenapa Tuan selalu seenaknya saja, bagaimana aku harus menyiapkan pernikahan secepat itu.. huuu.huuu" tangis Vin dalam hati.


Randall berusaha menyingkirkan beruang teddy dari Mandy, namun Mandy tak mau melepaskan tangannya, tak habis akal Randall berjalan memutari beruang tersebut dan memeluk Mandy dari belakang.


"Kau akan kesulitan bernafas, kalau kau terus menenggelamkan wajahmu seperti itu" ucap Randall lirih di belakang telinga Mandy. hembusan nafas Randall membuat Mandy meremang.


"Aku..." Mandy tak melanjutkan ucapannya, saat tubuhnya terasa melayang, ya dua tangan kekar itu kini telah mengangkat tubuh Mandy sekaligus beruang teddy yang di pelukannya, Tuan muda yang tampang dan kuat itu jadi bahan tonton para pengunjung di pasar malam.


"Ran, turunkan aku" lirih Mandy.


"Kenapa sayang"


"Aku malu"


"Aku akan membuatmu lebih malu malam ini"


Ucapan ambigu dari Randall membuat pikiran Mandy melalang buana, membuat wajahnya bertambah merah, Randall terkekeh melihat Mandy yang semakin erat memeluk boneka besarnya.


Randall membawa Mandy kembali ke mobil mereka yang terparkir agak jauh di ujung jalan.

__ADS_1


"Kita akan kemana," ucap Mandy saat sudah duduk di dalam mobil.


"Menjawab pertanyaan mu" ujar Randall sambil menunjuk boneka yang ada di antara mereka.


__ADS_2