
seorang pria berjalan dengan tenang, dengan raut wajahnya yang datar dan terkesan dingin. semua orang membungkuk mengucapkan salam namun seperti biasa tak ada respon. Bu dengan sekertaris Vin yang selalu setia mengekor kemanapun Tuannya pergi.
Ting
duo tampan itupun berlalu memasuki lift, senyap, hanya Vin memandang iba pada punggung Tuannya.
Randall seperti robot berjalan , sepanjang hari dia hanya menghabiskan waktunya di meja kerjanya tak ada beda di mansion di kantor ia hampir tak menyentuh kasur empuk miliknya,sejak Mandy menghilang setahun yang lalu seakan nyawanya ikut terbawa pergi.
Ting
pintu lift pun terbuka dua pria itu kini melangkah memasuki masing masing ruang kerja, tak lama Vin menyusul tuannya ke dalam ruangan sambil membawa beberapa map yang harus di periksa langsung olehnya.
" Vin jadwalku hari ini " ucap Randall sambil mulai membuka laptopnya.
Vin pun mulai membacakan rentetan Meeting dengan klien mereka,dan beberapa kunjungan ke proyek yang harus mereka lakukan.
" dan lusa adalah peresmian resort di Bali,Tuan sangat di harapkan untuk bisa hadir di sana " ucap Vin menutup laporan jadwalnya.
" hemn " singkat jelas padat, jawaban yang keluar dari Tuannya.
" wahhh.. Bali .. Indonesia . .. Vin pesankan aku satu tiket pesawat bersama kalian " seorang pria menerobos masuk ruangan kerja Randall.
Vin hanya mengelus dada karena kaget dengan suara Jay , sementara Randall acuh dan tetap fokus pada meja kerjanya. Vin pun memutuskan untuk kembali ke ruang kerjanya, dia membungkuk hormat Tanpa suara dan melangkah keluar.
" apa yang kau lakukan disini" Randall Mulai membuka suara tanpa memandang.
" bukankah sudah jelas ..,maju mengunjungi teman yang tak pernah menganggap ku hiks . hiks ... !! Jay mengusap usap matanya yang tak basah sambil melengkung kan bibirnya ke bawah.
__ADS_1
" hentikan omong kosong mu itu atau ku tendang keluar kau dari jendela itu" Randall mulai mengusap kedua alisnya.
" tak usah sekejam itu Tuan muda.. aku akan pergi sendiri, melihat mu masih bernafas itu sudah cukup,aku akan pergi tapi ingat akan iku ke Bali ya .. ya.. !! Jay melipatkan kedua tangannya di dada.
" terserah.."
" yes... aku akan cuci mata di pantai Kuta, pasti banyak perempuan cantik berjemur di sana "
" cuci otak kotormu dengan desinfektan, cepat pergi . .. "
" haaaahaa... dasar lajang bangkotan. " ujar Jay sambil menutup pintu ruang kerja temannya sebelum benda lain terbang ke arahnya.
langkah Jay terhenti di meja dimana Vin tempat Vin berada.
" bagaimana.. ??" Tanya Vin dengan serius, dokter muda itu kini memasang wajah serius.
" kali ini berlangsung terus dia bisa mati, dan apa belum ada petunjuk sama sekali ?? "
Vin hanya menggelengkan kepalanya. " tidak ada petunjuk bahkan tuan sudah menempatkan penjaga di setiap Bandara selama ini, tapi tetap nihil"
" kemana sebenarnya nona kecil itu pergi, baiklah aku akan ke rumah sakit,jaga tuan mu baik baik" ujar Vin sambil berlalu.
******
Malam hari di mansion terasa sepi semua berkutat dengan kesibukan masing masing.
, para penjaga berdiri di luar mansion mengawasi tiap dengan mata elang mereka.
__ADS_1
tok..tok..
ceklek
" Tuan . " Vin memasuki ruang kerja Randall meletakkan sebuah kotak kayu di meja Tuannya
" apa yang kau bawa, " Randall menautkan kedua alisnya.
" ini adalah kotak milik nona Anna sepertinya ini adalah barang milik semua anak di panti, saya kemarin menemukan di kamar nona Anna, maaf saya baru memberikan pada tuan" ujar Vin panjang lebar.
Randall memutuskan untuk merenovasi panti, setelah memindahkan semua anak ke salah satu asrama ternama.
" Tinggalkan saja ,kau boleh pergi" Randall pun melanjutkan pekerjaannya meskipun malam sudah mulai larut
Vin pun membungkuk hormat dan meninggalkan ruang kerja Tuannya.
merasa penasaran pada kotak itu randak mulai meletakkan penanya dan meraih kotak kayu yang ada di depannya dan mulai membuka, foto foto usang para anak anak panti dan beberapa barang dengan lebel nama dari pemilik nya,Randall mulai mengacak acak isi kotak itu.
Tangan terhenti saat ia melihat sebuah foto seorang gadis berambut panjang tersenyum bersama anak anak yang lain sambil menikmati es krim mereka dia tampak sangat bahagia di foto itu, tanpa sadar Randall pun melengkung kan bibirnya.
Randall mengambil foto itu dan menyimpan di lacinya, tangannya kembali mengaduk isi kotak itu, matanya tertuju pada sebuah kalung kecil dengan liontin bentuk hati warna biru.di kalung itu dia merasa pernah melihat kalung itu, Randall terus mengutak-atik liontin itu. dan..
Klick
liontin itu terbuka,mata Randall terasa panas , Dadanya tiba tiba terasa sesak sangat sakit, foto gadis kecil yang tersimpan di dalam liontin itu, ya gadis kecil berkepang dua dengan pipi tembem yang terlihat sangat lucu di apit oleh kedua orang tuanya.
Tangan Randall mengepal kuat,air matanya kini telah jatuh, menyesal karena dia terlambat menemukan gadis kecilnya .
__ADS_1
" Mandy maaf " suara Randall terdengar lirih