Gadis Buta Tuan R

Gadis Buta Tuan R
Episode 25


__ADS_3

Lalu lalang orang berseragam putih.beberapa ada yang menggantungkan stetoskop di leher mereka.beberapa perempuan duduk berjajar rapi dengan perut buncitnya dengan sabar menunggu giliran mereka Untuk di panggil masuk ke sebuah ruangan.


seorang wanita bertubuh kecil rambut panjang hitam tergerai. kemeja dengan motif bunga di padu dengan rok pendek selutut . simple namun terlihat elegan saat ia kenakan. duduk dengan tenang di kursi paling ujung. berbeda dengan wanita yang lain mereka di temani pasangan mereka dia hanya duduk dengan seorang wanita lain di sampingnya.yang terus berbicara mengenai berita yang menjadi trading di media online.


" Mandy wu " seorang suster keluar dari ruangan USG.


" ayo.. sudah giliran untuk mu " Wanita muda ini meraih tangan sahabatnya membantu untuk berdiri. mereka berdua berjalan menuju ruangan di mana suster tadi memanggil nama Mandy. mereka pun di sambut dengan seorang dokter wanita paruh baya namun dengan rambut sebahu yang di warna merah.


" silahkan berbaring .. " ia pun mempersilahkan pasiennya untuk merebahkan diri .


Mella membantu sahabatnya merebahkan dirinya.


" aku tinggal kekamar mandi sebentar ya " bisiknya pada Mandy. jujur dia sedari tadi menahan panggilan alam yang sudah bertalu-talu ingin di keluarkan. namun ia tak tega meninggalkan sahabatnya sendirian terlebih sang sopir di mintanya untuk menunggu di luar saja.


" dok maaf saya permisi sebentar.. " Mella menitipkan sahabatnya kepada dokter sebelum dia beranjak pergi.


" silahkan " dokter pun mempersilahkan dia untuk pergi.


" baiklah nona kita mulai, suster tolong " dokter Eva memberikan isyarat pada seorang suster yang ada di ruangan tersebut.


" baik dokter.. permisi nona "dengan cekatan suster itu menyikap sedikit kemeja Mandi di bagian perut dan mengoleskan gel yang teras dingin saat menyentuh kulit.

__ADS_1


Mandy hanya diam bukan bermaksud tidak sopan namun ia sangat gugup ini petama kalinya dia akan melihat lebih tepatnya seseorang akan melihat kehidupan yang mulai tumbuh dalam rahimnya. dokter pun menggeser kan alat pada perut bawah Mandy yang sudah berlapiskan gel .


" nah.. ini kelihatannya kantong telur yang sudah mulai berkembang dengan baik nona.."


penjelasan ringkas dari dokter cukup membuat Mandy terharu. ada rasa hangat dalam hatinya. aku akan selalu menjagamu baby janjinya dan dalam hati kepada janinnya yang masih berupa gumpalan darah itu.


" tetap jaga pola makan. dan jangan terlalu banyak pikiran nona usaha kan anda selalu bahagia.. dan untuk pengobatan mata anda saya sarankan agar di operasinya di lakukan bila anda telah selesai melahirkan dan menyusui. saya harap anda Dan Tuan bisa memahaminya." dokter pun menjelaskan sambil menuliskan resep vitamin untuk Mandy sementara suster tengah membersihkan sisa gel di perut Mandy dan merapikan pakaiannya.


" apa Tuan Randall yang meminta pengobatan untuk saya??"


" benar nona beberapa waktu lalu beliau menelfon saya langsung untuk menanyakan hal tersebut. "


" oh..baik dokter terimakasih " rasanya tidak percaya kalau Randall mau mengobati matanya. Mandy hanya tau dia di perlakukan dengan baik selama ini dia yakin semua itu semata-mata karna dia sedang mengandung anaknya. dan kata untuk menikah yang pernah di ucapkan Randall belum ada kelanjutannya sampai saat ini. Mandy pun tak menanyakan cukup tahu diri siapakah dirinya hanya seorang yang buta yang tak sengaja mengandung benih seseorang yang begitu berkuasa.Mandy tak ingin menaruh harapan lebih meski Randall memperlakukannya dengan sangat lembut saat mereka bersama. mungkin dia hanya terbawa suasana dan ini hanya bentuk terima kasihnya.


" ah.. iya " suara suster menyadarkan Mandy dari permainan di pikirannya


" nona pemeriksaan sudah selesai anda bisa kembali lagi bulan depan untuk pemeriksaan rutin. " ujar dokter eva


" baik ..dok koter, maaf suster boleh tolong saya keluar ruangan "


" tentu saja nona." suster segera membantu mandy berdiri. merangkul bahu Mandy dengan hati hati dan membimbing keluar ruangan dokter.suster membantu mandy duduk di bangku ruang tunggu dimana dia duduk sebelumnya.

__ADS_1


" terima kasih "


" sama sama.maaf tapi saya harus berkerja kembali." suster pun meninggalkan Mandy sendirian.


" kenapa Mella lama sekali.. ??" Mandy merasa gelisah karna sahabatnya yang tak kunjung kembali dari toilet.


merasa ada yang duduk di sebelahnya Mandy pun menggeserkan tubuhnya sedikit agar tidak terlalu dekat. ada sesuatu yang samar yang belum pernah ia cium sebelumya. kepalanya tiba tiba merasa pening saat sebuah kain basah ia rasakan menempel di hidungnya.


******


" hmmh... aku dimana. " kepalanya terasa pusing. merasakan tubuhnya berada di sesuatu yang empuk bukanlah tempat dimana dia berada sebelumnya.


" kau tadi.. pingsan.. lalu suster membawamu ruang rawat " jelas Mella


" oh " Mandy pun tak banyak bertanya mungkin Mella benar.


" apa kau sudah lebih baik.. ??."


" iya.. ayo kita pulang. "


" baiklah .." Mella pun membantu sahabatnya itu turun dari ranjangnya dan mereka pun pergi keluar meninggalkan rumah sakit.

__ADS_1


sepanjang perjalanan pulang Mandy hanya diam. dua terus mencoba memutarkan kembali ingatannya apa yang sebenarnya terjadi.


__ADS_2