
Tak ada manusia yang siap dengan kehilangan, entah karena kematian atau hal yang lain meskipun kita tau itu akan terjadi namun pasti ada rasa sakit dalam hati.
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali 4 orang pria tampan turun dari jet pribadi tiga diantaranya terlihat sangat antusias beda dengan Tuan muda kita seakan enggan walau untuk sekedar melangkah mukanya terlihat kusut bahkan baju yang dia pakai masih sama dengan yang di gunakan saat ke kantor tadi pagi benar benar malas walau hanya sekedar untuk membersihkan diri, hampa tak ada perasaan lain selain itu terlebih saat ia mengetahui fakta bahwa Mandy adalah gadis kecil yang selama ini di carinya ,ya cinta pertama yang bahkan gagal dia lindungi saat berada di sampingnya, dia bagai zombie bisa berjalan tapi tak bernyawa lagi.
Setiba di resort mereka langsung di layani oleh menajer, secara mereka tamu VVIP merekapun di hantaran ke kamar masing masing untuk istirahat. Randall segera merebahkan tubuhnya tatapan nya kosong menatap langit kamar dengan karya seni yang di torehan kan oleh seniman lokal, perta pembukaan masih beberapa waktu lagi, dia hanya ingin tengelam dalam kesendirian.
Tok.. tokk ...
" Hey Tuan muda . ... apa kau mau ke pantai bersama kami .. " Jay setengah berteriak di depan pintu kamar Randall.
" ayolah.. .. RAN setidaknya berikan otot kaki sedikit olahraga. " imbuh Jay lagi " kalau kau tidak buka pintu aku akan berteriak di sini sampai kau keluar "
" CK .... dasar gila " dengan malas Randall beranjak dari ranjangnya berjalan mendekati pintu kamar,dia tau dokter gila itu selalu menjalankan ancamannya.
ceklek
" apa kau.. dasar dokter gila "
__ADS_1
" heheee... ,Jay memamerkan gigi putih nya. " ayolah jangan seperti ini kita di sini cuman dua hari kan, so let's enjoy " ujar Jay memainkan ke dua alisnya.
" CK.. cerewet.. tunggu aku di bawah"
bukannya turun Jay malah nyelonong masuk ke dalam kamar.
" hey.. aku menyuruh mu menunggu di bawah "
" hmm .. aku di sini saja lebih nyaman... hehehhe" tak memperdulikan Randall yang menatap tajam padanya, Jay dengan santai duduk di sofa kamarnya, dia tau kalau Randall tidak akan muncul setelah pintu kamar itu di tutup.
*****
Mateo dan Vin sudah menunggu di tepi pantai duduk di kursi santai hmm .. lumayan menghilangkan penat,tak berapa lama dua pria kece kaca mata hitam nongkrong di hidung mancungnya mengcover manik abu abu di dalamnya, Randall berjalan santai dengan celana pendek hitam dan kaos putih oblong, Jay dengan celana pendek biru terang dan kaos tanpa lengan warna senada ,duo ganteng dengan cool melewati beberapa tamu yang juga menikmati indahnya pantai sore ini.
Mateo dan Vin berdiri dan membungkuk memberi hormat melihat Tuannya mendekat.
"nikmat saja waktu mu .. tak ada pangkat hari ini " ujar Randall dengan terus menatap luasnya lautan.
__ADS_1
senyum berkembang di wajah keduanya, segera mendongakkan kepalanya.
" baik Tuan" jawab keduanya serempak.
" haha.. kalau begitu tunggu apa lagi ,tuan muda sudah memberikan perintah " seru Jay seraya merangkul kedua temannya, ya mereka mengenal sejak lama semua bermula dari tuan muda kita kita ceritakan di episode lainnya ya .
seperti anak ABG mereka main kejar ombak dengan laut biru yang terhampar,setelah puas di paksa basah basahan oleh trio lajang lapuk, Randall memisahkan diri meninggalkan mereka yang masih asik dengan buih ombak.
Langit mulai memerah, matahari kembali ke peraduannya,Berjalan menyusuri pantai menendang pasir dengan kaki telanjangnya, menyusuri jejak ombak, tatapannya tertuju pada keluarga kecil yang bermain dengan buah hati mereka yang masih balita, membuatnya berandai dengan gadisnya yang kini entah dimana, hatinya semakin terasa sakit, mencoba mengalihkan pandangannya iya menemukan sosok lain.
nampak dari kejauhan sesosok wanita berperawakan kecil dengan rambut sanggul ke atas dengan beberapa anak rambut yang jatuh,berjongkok tepi pantai memainkan pasir di genggamannya, kepalanya tertunduk wajahnya seakan sedang meneliti isi pasir.
Deg
" dia.... apakah itu dia " langkah Randall mengayun cepat berharap itu benar seorang yang dia cari,namun langkahnya terhenti saat seorang pria mendekati wanita itu dan mengajak nya kembali ke resort, siapa sebenarnya perempuan itu.
kembali Randall tertunduk, " apakah ini hanya fatamorgana " ia mengusap wajahnya kasar, dan memutuskan untuk kembali ke resort.
__ADS_1