Gadis Buta Tuan R

Gadis Buta Tuan R
episode 26


__ADS_3

keserakahan rasa iri ada dalam hati setiap manusia.tinggal bagaimana kita mengendalikannya.


Seorang lelaki dengan kemeja panjang putih yang di gulung sampai lengan dengan kacamata berbingkai hitam bertengger di hidung mancungnya. duduk di kursi kulit berwarna cokelat. menatap dengan serius pada angka angka di layar. dengan tangannya yang terus menari di atas papan keyboard laptopnya.


Tok.... tok... tok... ceklek


" Tuan semuanya sudah siap "


" ok.. let's play Vin "


flashback.


Jalur VIP dua seorang pria berjalan melewati keramaian di bandara. melenggang begitu saja meninggalkan hiruk pikuk disana. perjalanan pulang setelah berhari-hari menjelajahi berbagai negara.


drtt..drrt...


ponsel Randall bergetar menandakan sebuah pesan masuk.dengan malas dia pun mengeser layar pada layar pipih itu.beberapa foto Mandy dengan seorang pria membelai rambutnya mereka tampak berbaring bersama di sudah ranjang putih di dalam satu selimut. matanya membulat seketika amarah nampak jelas terpampang di wajahnya.


" Vin cepat... cari orang itu dan bawa kehadapan ku" melempar benda pipih berwarna silver pada asistennya.


" baik Tuan."


flashback off


" lepaskan aku .. lepas kan.siapa kalian.."


seorang laki laki dengan penuh luka darah segar mengalir dari kulitnya yang robek. kepalanya di tutup oleh kain hitam. tubuhnya di ikat dan di gantung terbalik.


" Hei . . cepat lepaskan aku atau aku laporan kan polisi. "


seorang laki laki berdiri dari kursi kayu berjalan menghampiri lelaki yang di ikat terbalik. menekankan Putung rokok yang masih berasap pada luka yang mengeluarkan darah.


" Chessss"


" Aaaaaaaaaaa.. "


" kau sangat berisik "

__ADS_1


" Buuuk "


sebuah tendangan kembali di terima tepat di dadanya.


Randall mengisyaratkan pada salah satu asistennya untuk membuka penutup kepala.


" si.. apa kalian.. le..paskan aku sekarang " pria ini semakin ketakutan melihat tiga orang pria yang sedang menatapnya dengan sangat mengintimidasi.


" berisik sekali ..Teo buat dia diam "


" baik Tuan " Mateo berjongkok di depan kepala pria ini. membuka mulutnya paksa menarik lidahnya keluar.


" sssheeerrkk"


" aaaeeekk " jeritnya terpekik di tenggorokan


darah mengalir deras dari mulut pria ini. membanjiri wajahnya hingga membuat matanya merah oleh darahnya sendiri. potongan daging mengeliat di lantai. membuat Vin sangat mual melihatnya. sementara Mateo dengan seringainya terlihat sangat menikmati perintah dari Tuannya.


" lepaskan ikatan nya dan hancurkan kedua tangan kotor yang berani menyentuh wanitaku."


" Bruuk "


Vin dan Mateo masing masing memegang satu pemukul baseball. dan secara bergantian mengantungkan ke tangan yang masih terikat.


" bruuk ...bruuk"


" emmh.. eeaaakk" pria itu berteriak dengan tidak jelas merasakan sakit pada kedua tangannya yang kini benar hancur. serpihan jari tangan berceceran.


" lihat tongkat ku kotor karena tanganmu "


Mateo menekan tongkat baseball pada pipi yang kini berwarna merah dengan sisa daging yang menempel disana.


" cepat katakan siapa yang menyuruhmu." Randall menginjak dada pria yang sedang kesakitan itu .


" emmh.. eaamhh "


" CK.. bicara yang jelas. . "

__ADS_1


" eaamh... eeaaakk"


" Tuan.. dia sudah tidak bisa bicara.. " Vin mengingat kan Tuannya.


" hahahaha.. kau benar aku lupa " Randall menepuk sendiri kepalanya.


" kadang kau akan lupa kalau terlalu asik bermain vin. bawa dia ke rumah sakit pastikan semuanya bersih." imbuhnya


" baik Tuan "


Randall segera pergi meninggalkan ruang bawah tanahnya.beegegas menuju kamar untuk membersihkan diri.


setelah Selesai membersihkan keringat dan bau amis yang ikut menempel di tubuh. Randall merebahkan tubuhnya di kasur Big size miliknya. terasa ada yang kurang matanya tak mau terpejam. akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke tetangga kamarnya.


Tak perlu permisi dia membuka pintu kamar Mandy. di lihatnya Mandy yang sedang tertidur meringkuk di kasurnya.dia pun segera mensejajarkan diri menyatu dalam selimut memeluk perut Mandy yang masih rata . membenamkan kepalanya di ceruk leher Mandy menghirup oksigen yang paling murni dari sana.


Mandy mengeliat merasakan hembusan nafas di lehernya.


" ssshhh .....tidurlah.. " bisik Randall lembut di telinga Mandy. mempererat pelukannya dan turut mengarungi lautan mimpi bersama.


tanpa Randall sadari sepasang mata memperhatikan nya saat dia memasuki kamar Mandy. kedua tangannya mengepal. tampak sangat kesal melihat ke arahnya.


*******


Matahari redup pagi ini awan tebal menghalangi cahayanya menyapa bumi. angin musim gugur menyapa dingin membelai dedaunan kering.


Dua manusia masih setia meringkuk di selimut tebal mereka merasakan kehangatan satu sama lain.


Mandy mencoba mengeliat kan tubuhnya yang terasa kaku sepertinya dia salah tidur kemarin malam. dia merasa sesuatu yang berat menindih perutnya. mencoba meraba raba apakah makhluk yang ada di sampingnya.


dari tangan ia menjelajah kan jemari lentiknya merangkak naik bahu yang kekar dan besar. rahang yang tegas hidung,pipi, telinga.sua buah kelopak mata yang tertutup menyembunyikan sepasang Irish yang sangat ingin ia lihat. mencoba menata setiap sentuhan menjadi sketsa wajah dalam benaknya.


" kau tau.. kau membuatku bangun di bawah sana " suara sejak khas orang yang bangun tidur.


" Tu..an sudah bangun .." Mandy merasa gugup seperti seorang pencuri yang ke ketahuan.


" hmm .. tidurlah.. atau kau mau menidurkan junior ku.. "

__ADS_1


Tangan besar itu semakin mengeratkan pelukannya. memberikan kehangatan di pagi yang dingin. akhirnya Mandy menyerah di pun turut menautkan tangan kecilnya. mereka pun kembali terlelap.


__ADS_2