Gadis Buta Tuan R

Gadis Buta Tuan R
Episode 52


__ADS_3

Masih dengan posisi yang sama dua sejoli itu menikmati makan siang yang di buat langsung oleh Mandy, meskipun Randall nampak kesulitan menelannya namun ia tetap tersenyum.


"apakah seenak itu" melihat Randall dengan lahap memakan makanan buatannya. yang bahakan dia sendiri tidak berani untuk mencicipinya.


"tentu ini sangat lezat" ujar Randall dengan senyum terpaksa. Mandy tersenyum lebar mendengar pujian Randall.


sepertinya sebentar lagi aku akan terkena diabetes, batin Randall.


Ya manis sushi roll itu terasa seperti kue yang kelebihan gula, atau bisa di katakan sekarang Randall memakan gula langsung dari pabriknya. memang karena cinta semua terasa manis bukan, ah cinta memang bisa membuat kita buta dan mati rasa. Mandy terus menerus mengisi mulut Randall dengan potongan nasi berselimut rumput laut dengan senyum manisnya, membuat Randall tak bisa menolaknya.


"Ran..kau masih berhutang penjelasan padaku" Mandy menghentikan tangannya.


"penjelasan apa sayang" ujar Randall setelah sudah payah menelan makanannya.


"wanita itu" Mandy menatap tajam pada manik abu abu milik Randall.


"baiklah...dari mana aku harus mulai, dari sini" Randall mengecup leher Mandy, membuat Mandy mengeliat geli.


"Ran.. aku serius" Mandy berusaha mendorong tubuh Randall menjauh.


Randall terkekeh "baiklah..aku tidak tau siapa dia, mungkin dia salah satu official girl disini, dia kemarin membawa secangkir kopi, setelah menaruh kopi itu di meja dia mengacak-acak rambutnya dan menyobek bajunya sendiri, aku tidak memperhatikan karena terlalu fokus pada pekerjaan ku, lalu dia berteriak keluar dari ruangan ku" Randall menjelaskan panjang lebar.


"kenapa kau tidak mencegahnya" ucap Mandy dengan kesal.

__ADS_1


"aku memanggil orang untuk menanganinya tepat sebelum kau masuk dengannya, lagi pula sampah seperti itu tidaklah penting" Randall menaruh dagunya di bahu Mandy menghirup aroma yang menjadi candu baginya.


"baiklah Tuan Wick, sepertinya waktu istirahat makan siang Anda sudah habis, aku pulang dan kau bisa menyelesaikan semua pekerjaan mu" Mandy bangkit dari pangkuan Randall.


"haaaah...apa tidak bisa kau disini menemaniku" Randall berbicara dengan manja.


"tidak, perkejaan mu tidak akan selesai kalau aku terus disini"


cup


Sebuah kecupan singkat mendarat di pipi Randall.


"selamat berkerja sayang" bisik Mandy dengan wajah yang sudah memerah. Randall tercenung.


*******


Lima mobil hitam berjajar dengan kecepatan yang sama melaju diantaranya ada seorang yang tengah malu malu, sesekali dia tersenyum dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya, kedua penjaga yang melihatnya merasa geli.


chiiiiittt...


Mobil tiba-tiba berhenti membuat kepala Mandy terbentur kursi depan mobil.


"maaf, apa Nona tidak apa-apa"

__ADS_1


"iya, kenapa tiba-tiba berhenti"


"sepertinya di depan ada kecelakaan Nona, kita akan menggunakan jalur lain"


"baiklah"


Mobil yang di tumpangi Mandy memutar arah lalu berbelok ke arah kanan, salah seorang pengawal menyadari sesuatu, mobil yang seharusnya mengikuti di belakang mereka tidak ada berganti dengan berwarna silver.


"sial kita di jebak" umpat penjaga itu.


"Nona, tolong berpegang kami akan mempercepat laju mobil"


"kenapa? apa yang terjadi" Mandy mulai panik.


"tidak ada,Nona tidak usah khawatir, kami akan mengatasinya"


Mandy hanya mengangguk dan berpegang erat pada pegangan di atap mobil, terasa mobil melaju sangat cepat lalu dengan tiba tiba berbelok dengan tajam, terlihat penjaga sejenak menghembuskan nafas lega sebelum.


Bruuaak..


Tiba-tiba sebuah mobil yang terparkir menabrak bagian depan mobil mereka, mobil terdorong mereka terdorong sampai ke jalur lain sebelum akhirnya terhenti saat menabrak sebuah pohon, sang sopir dan pengawal yang duduk di depan tak lagi bergerak, tubuh mereka sudah bersimbah darah, Begitu pula Mandy satu tangannya seakan mati rasa namun ia masih sadar, dia merosot meringkuk di sela bangku mobil, melihat dia orang di depannya penuh dengan darah membuat dia kembali mengucurkan keringat dingin, jantungnya berpacu dengan cepat, seluruh tubuhnya gemetar, suara nya terasa tercekat di kerongkongan, dia hanya diam mengigit bibirnya hingga berdarah, dia ingin lari namun kakinya lemas tak bertulang.


Pyaaaarr....

__ADS_1


sebuah tinju memecahkan cendela mobil di atasnya, sebuah tangan besar membuka paksa pintu mobil yang telah rusak, Mandy sempat mendongak melihat kilatan mata yang memerah dan senyum yang menyeramkan sebelum semua matanya ditutup, dia ingin memberontak namun sudah tak ada sisa tenaga dalam tubuhnya, dia mencium bau yang aneh, bau yang sama saat dia berada di rumah sakit sebelum dia tidak sadarkan diri. Mandy masih bisa merasakan tubuhnya di seret dan di masukkan ke dalam mobil dengan paksa, samar ia dengar suara seorang perempuan dan laki-laki tua tertawa lepas, sebelum semuanya benar benar gelap.


__ADS_2