Gadis Buta Tuan R

Gadis Buta Tuan R
episode 27


__ADS_3

Dua orang wanita duduk berseberangan di antara meja yang memberikan jarak pada mereka.


" jadi bagaimana.. " ujar salah satu dari mereka


" kau tau penjaga di sana sangat banyak. aku tidak yakin bisa melakukannya. " ujarnya ragu. sembari meneguk segelas capuccino miliknya.


" CK... kau hanya perlu membuat keluar dari mansion.. selebihnya aku yang akan mengurusnya.. "


" baiklah akan ku coba. lagi pula aku juga sudah muak menjadi pengasuhnya.. "


" hmmm..."


" aku harus pergi sekarang. kalau tidak tuan akan curiga "


" baiklah. hubungi aku saat kau siap "


" tentu"


wanita itu pun berlalu meninggalkan tempat itu. meninggalkan wanita yang menyeringai menatap dirinya pergi.


" wanita bodoh "


*******


Seharian Randall iring uringan di kantor tak satupun pekerjaan yang menurutnya beres. moodnya begitu buruk. sekertaris Kim dan Vin sudah sangat kenyang dengan Omelannya. entah dia begitu tidak ingin berada di sana tapi tumpukan map yang menggunung tak bisa ia tinggalkan begitu saja.


sementara di atas kasur empuknya seorang wanita dengan perut yang sedikit mulai terlihat menggigil kedinginan meski dia sudah menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebalnya.dia tak ingin merepotkan siapapun. berkali-kali Mateo mengetuk pintunya. ia hanya menjawab hanya ingin istirahat.


" Haloo Tuan. nona tidak mau keluar kamar sejak tadi pagi " sebuah suara dari seberang telfon yang baru saja tersambung di meja kantornya.


" Bod*h.. dobrak pintunya dasar tidak berguna "


Randall membanting gagang telponnya. pikirannya sudah tak bisa lagi fokus. meraih jasnya. bergegas keluar dari ruangannya.


" Vin kita pulang sekarang "

__ADS_1


" baik Tuan " titah sang Tuan pantang di bantah apa lagi melihat rau muka Tuannya yang terlihat sangat gelisah. membuat Vin langkah lebih cepat dari biasanya.


" Kim. atur ulang meeting sore ini ."


" tentu tuan " Kim pun segera melaksanakan perintah Tuannya menata kembali semua schedule Tuannya.


" nona.. nona .. boleh saya masuk" seorang pria nampak sedang berdiri di depan pintu sebuah kamar tangannya tak henti mengetuk pintu namun tak ada jawaban dari dalamnya.


" Bruuaak"


akhirnya pindah itu terbuka paksa dengan satu tendangan kakinya.


" nona .. nona .. " Mateo mengguncang bahu Mandy yang tergeletak tak sadarkan diri di lantai kamarnya. segera ia mengangkat tubuh kecil itu dan membaringkannya di atas ranjang.


drt... drt...


" katakan "


" nona tidak sadarkan diri Tuan. "


melihat wajah Randall yang sudah merah padam Vin segera melaju kan mobilnya. langsung jadi pembalap liar dadakan menerobos lampu merah dan melewati batas kecepatan di ruas jalan yang di laluinya. lebih baik di tilang dari pada di telan Tuannya.


Dua buah mobil masuk bersamaan ke dalam mansion mereka berdua pun berhenti bersama. seorang pria memakai kemeja putih keluar dari mobilnya mini Cooper warna merah. dua orang pria keluar dari Royce warna biru tua.


" kau lamban. .. " Randall menegangkan jari telunjuknya ke arah pria berbaju putih .


" maaf Tuan muda. aku bukan jin botol yang langsung datang saat kau menjentikkan jari " sahut pria itu setengah mengejek.


" CK .. cepat masuk dan perisa dia. kau lebih cerewet dari nenek nenek ". Randall segera melangkah kedalam mendahului asisten dan pria tampan yang di anggapnya cerewet.


" siapa yang harus ku periksa. " tanya pria itu berbisik pada vin


" calon istri Tuan Randall. "


" oh my God. .. dia punya wanita dan tidak memberi tahu aku.dasar "

__ADS_1


" hey .. aku tidak memanggil mu kesini untuk bergosip.. cepat masuk " Randall menghentikan langkahnya melihat kedua orang itu tetap di belakangnya sambil berbisik bisik.


" hehehehe " pria itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan segera mengikuti langkah Randall.


Mateo sedang sibuk mengoleskan minyak kayu putih di kening dan hidung Mandy berharap nona muda ini segera membuka matanya.namun Belum ada tanda tanda nona muda ini untuk bangun.


tap.. tap ..


Deru langkah terdengar berpacu memasuki kamar. Mateo segera memundurkan dirinya beberapa langkah memberikan ruang untuk tuannya.


Melihat raut wajah yang terbaring pucat membuat hati Randall berdenyut sakit. ia mengusap kening Mandy yang terasa panas. merapihkan beberapa anak rambut dari wajah cantiknya.


" Mandy.. bangunlah.. "


suara itu terdengar begitu lembut mendayu di telinga Mandy. kelopak mata berbulu lentik itu perlahan terbuka meski tetap gelap baginya namun suara itu seakan cahaya yang masuk di hatinya.


" waw emejing" lirih Mateo terperangah melihat nona mudanya segera merespon suara dari Tuannya sedang kan dia yang mengguncang dan mengoles oleskan minya di sana sini Tan berarti apapun.


" maaf..." kata pertama yang terucap dari bibir kecilnya yang pucat.


" kenapa kau minta maaf. kau membuatku meninggalkan semua pekerjaan ku di kantor karena kau tak mau keluar dari kamar mu. kau tau itu !!!" Randall meninggikan suaranya. tak bisa mengendalikan emosinya.


" hiks . ... hikss... Maaf Tuan " Mandy mulai terisak air matanya mulai jatuh.


" CK . .. kau tau kau membuatku Sangat khawatir. kau bukan beban di rumah ini kau adalah nona di sini... jadi jangan biarkan dirimu seperti ini lagi ok. atau aku akan menghukum mu " Randall merengkuh Mandy dalam pelukannya. di balas pelukan lembut dari Mandy.


" ehem... . boleh aku periksa nona muda ini "


Sontak Mandy terkejut dan melepaskan pelukannya.ada berapa orang sebenarnya di sini.


" lakukan saja tugasmu..."


" lakukan bagaimana kau masih menempel begitu.. "


" CK.. cerewet.. " Randall segera melepaskan pelukannya.dan membiarkan dokter muda itu memeriksa Mandy.

__ADS_1


__ADS_2