Gadis Buta Tuan R

Gadis Buta Tuan R
Episode 8


__ADS_3

Mandy benar benar sibuk, waktu yang memastikan setiap suplai bunga untuk datang tepat waktu memastikan tidak ada kesalahan sedikit pun.


Mandy mengandalkan hangpon jadul, dengan keypad dan layar kecil yang sudah di setting panggilan cepat di beberapa tombol angka.


angka 1 untuk polisi,angka 2 Mella, 3 ibu panti, 4 dan 5 untuk penyuplai bunga di tokonya, terakhir angka 6 untuk sebuah fast food di seberang tokonya, hanya itu nomor yang tersimpan dan selalu ada kotak perekam disakunya, hanya untuk berjaga jaga,karna dia tidak bisa menulis pesan,saat matanya bahkan tak bisa untuk merasakan cahaya.


"kruuuukk....."


"jam berapa ini.. apa aku melewatkan makan siang lagi..."


Mandy sendirian hari ini, sedari pagi Mella pergi bekerja hari ini ada acara di tempat kerjanya.


Mandy mulai meraba kotak jadul nya dia antara tangkai bunga yang sedang ia rangkai.


"Bisa tolong kau antarkan chiken crispy burger dan segelas capuccino."


"ok .." ucap seorang dengan lembut di ujung telepon.


"Terima kasih."


Ting ... ceklek...


"Wah.. cepat sekali.. bisa tolong kau taruh makanan nya di atas meja,.. aku membereskan ini sebentar..."ucap Mandy sambil bangkit dari duduknya.


Mandy membuang sisa tangkai bunga kedalam kantong sampah. dan meletakkan buket bunga di keranjang di atas meja kasir.


"Joe kenapa kau diam saja, biasanya kau cerewet sekali.." Mandy merasa heran, dengan keheningan seorang yang mengantarkan makanan padanya.

__ADS_1


"Eeh.. .." kaki Mandy tersangkut kakinya sendiri, hampir dia jatuh namun sebuah tangan besar menangkap dan menarik nya kearahnya.


Alih alih terbentur lantai, kepala Mandy terbentur dada bidang yang keras namun terasa hangat.


"Mandy... paket burger hangat."


seorang pria berperawakan kecil, menenteng sebuah kantong kertas melenggang masuk ke toko Mandy dengan gemulai, karna pintunya terbuka dia bahkan tak permisi terlebih dahulu.


"Upsy......" melihat pemandangan dua insan yang sedang berpelukan membuat Joe canggung.


"E. hehehe.. aku taruh di meja ya, bill nya nanti saja, aku akan menutup pintunya," Joe segera melesat keluar.


"Uh, ganteng banget sich, cowoknya Mandy, emh jadi pengen deh." Joe menghentak hentakan kedua kakinya seperti remaja yang ketemu idolanya, Joe pun menyebrangi jalan dengan gaya khasnya.


Vin yang melihat tingkah Joe bergidik ngeri


*****


"Selamat.. sore nona Mandy.." suara berat yang dingin, suara yang tak asing di telinga Mandy.


"Kenapa Anda ada di sini, Tuan." Mandy gugup dia tak asing dengan aroma dan suara ini, mendengarnya membuat bulu kuduk Mandy berdiri.


Segera mandi mendorong melepaskan diri dari sosok yang membuatnya takut.


"Kau mengenali ku.? bukankah kau..?" ucapan Randall mengantung begitu saja.


"BUTA"... iya Tuan, saya memang tidak bisa melihat wajah anda, tapi saya mengenal bau anda dengan sangat baik." wajah Mandy merah padam, tangan nya sudah mengepal kukunya mungkin sudah melukainya sendiri.

__ADS_1


"Bauku, Hahahaha.... sedetail itu kau mengingatku nona Mandy," tawa Randall tak tertahan mendengar ucapan Mandy, sampai setitik air mengenang di sudut matanya.


Mandy mengertakan giginya, bingung akan tingkah laku pria di depannya.


Kenapa .. dia tertawa, dia menertawakan ku,apa sebenarnya mau monster ini.


gumam Mandy dalam hati.


"Silahkan Anda keluarkan.. sebelumnya saya berteriak... !!"


"Berteriak .. sesukamu nona, aku akan pergi, sepertinya kau baik-baik saja." tangan Randall membelai pipi halus Mandy.


Mandy segera menepisnya, Dia merasa tak nyaman di sentuh oleh tangan yang sama, yang membuatnya jijik pada dirinya sendiri.


"Kita akan segera bertemu lagi kucing kecil ku" ujar Randall sambil membuka pintu toko.


"Jangan berharap.. lebih tuan... aku tak Sudi bertemu dengan mu"!!!


...tap.. tap..tap..


suara sepatu Randall melangkah keluar semakin samar jauh.


Mandy terduduk di lantai menenggelamkan wajahnya di antara kedua lututnya,memeluk kakinya erat, tanggul yang sedari tadi dia tahan kini sudah runtuh.


"Jalan Vin" ucap Randall datar


"Baik Tuan," Vin segera menyalakan mesin, dan melajukan mobilnya.

__ADS_1


Mata Vin sudah ternoda oleh perbuatan manis Tuannya, ya setidaknya itu yang di lihat Vin dari luar toko, meskipun tak demikian kenyataannya.


__ADS_2