
Matahari sudah meninggi namun angin musim dingin tak membuatnya terasa hangat. Sepasang manusia berjalan beriringan keluar dari sebuah kamar. jika bukan karena rasa cacing di perut Mandy yang mulai demo mungkin mereka masih terlelap meringkuk dalam selimut mereka.
Randall kini lebih sering menghabiskan waktunya di kamar Mandy daripada kamarnya sendiri.lebih terasa nyaman di sana mungkin karena ada seseorang yang membuatnya merasakan hal itu.
langkah kaki mereka terhenti di dapur. Randall membantu Mandy duduk di sebuah sofa panjang yang menghadap langsung ke dapur.
" Tunggulah disini . .. aku memasak sesuai dengan perintah anda nona ". ujar Randall sambil sedikit membungkuk. seolah ia adalah seorang pelayan untuk Mandy.
Mandy hanya tersenyum kecil mendengar ucapan Randall. hari ini Mandy ingin merasakan masak kan koki terbaik kita.
Mateo yang baru saja selesai menyelesaikan panggilan alamnya. segera berlari menuju dapur saat melihat Tuannya mengutak-atik panci presto besar yang baru dia keluar kan dari lemari di bawah meja.
" Tuan ... apa yang anda lakukan disini " ujar Mateo seraya meraih panci besar dari Tuannya.
" berikan ..panci itu aku mau memasak sesuatu." Randall menatap tajam pada Mateo yang memeluk panci besarnya itu.
Mata Mateo membulat mulutnya terbuka lebar mendengar ucapan Tuannya. "Apa dunia mau kiamat.kenapa Tuan besar ini tiba tiba mau masak. masuk ke dapur saja batu kali ini. bahkan untuk meminum segelas air saja dia akan menyuruh ku ". Mateo bermonolog sendiri dalam hatinya.
" Pergi dan bawakan minuman untuk Mandy " kini Randall sudah meletakkan panci di atas kompor yang sudah menyala.mateo yang tersadar dimana pancinya berada langsung mematikan kompor.
" Apa yang kau lakukan. aku bilang pergi dan siapkan minum. jangan mengganggu ku disini"
Randall sudah kehilangan kesabaran melihat Mateo yang terus menganggunya.
" Tuan tolong .. biarkan saya yang memasaknya. tuan tolong pergi dari dapur ini."
Mateo mulai memelas menyatukan kedua tangannya.
" kau mengusir ku dari dapurku sendiri " Randall berkacak pinggang dan memelototi Mateo yang sedang tertunduk lesu. " aku bilang pergi dan siapkan minum untuk Mandy "
Mateo akhirnya pasrah membiarkan sang Tuan mengobrak-abrik dapur entah apa sebenarnya yang ingin dia buat. dengan langkah gontai Mateo membuatkan segera susu ibu hamil dan membawanya ke Mandy .
__ADS_1
" nona silahkan di minum " ucap Mateo dengan suara seperti orang yang baru putus cinta.
" Terima kasih Teo..duduklah bersama ku disini" ujar Mandy sembari menepuk sofa di sampingnya.
Mateo hanya mengangguk lesu dan menuruti perintah nona nya.
" nona... hiks.. hiks . .. bisakah tolong anda hentikan tuan " kini Mateo memelas pada Mandy.berharap nonanya bisa menghentikan bencana di dapurnya.
" maaf ..Teo.. aku tidak bisa.ini bukan kemauanku tapi dia. " ucap Mandy dengan senyum lebar sambil mengelus perutnya.
" kau tau Teo .. RAN koki yang hebat.. semalam dia membiarkan ku semangkok bubur yang lezat "
mata Mateo membulat sempurna. ternyata Tuannya adalah pelaku kehancuran dapurnya tadi pagi. dia semakin khawatir dengan dapurnya terlebih dengan panci kesayangannya yang dia pesan langsung dari Jerman.
sementara di dapur sang koki dadakan sedang sibuk menggeser geser layar ponselnya. mengambil bahan bahan dari lemari pendingin. lalu mencuci wortel,daun bawang, kentang, bawang Bombay. awal yang baik untuk seorang pemula tapi bencana baru di mulai. sang koki mulai memotong bahan bahan yang telah di cuci dengan beringas .. tok ..tok .. suara pisau mulai beradu dengan kayu yang menjadi alas unik memotong.ia mulai memasukkan semua bahan ke dalam panci. tak lupa sepotong daging sapi utuh di masukkan menutup dan merapatkan tutup panci tekan tersebut . terakhir dia menyalakan kompor dan walah siap tinggal menunggu kuah sapi itu matang. sang koki berkacak pinggang dengan senyum yang lebar menatap panci yang mulai memanas
tak perduli dengan sisa sayuran dan genangan air di sana sini yang bisa membuat siapapun jatuh.Mateo hanya bisa menatap sedih keadaan dapurnya. Randall berjalan mendekati Mandy yang tengah duduk sambil mengelus punggung Mateo
" ehem.. Mandy lepaskan tanganmu. dan kau cepat siapkan mienya sebentar lagi kuahnya akan siap " Randall menatap tajam pada Mateo yang duduk di sebelah Mandy.
Tanpa bicara Mateo segera bergegas ke dapur menyelamatkan dapurnya dari sapuan angin topan yang di ciptakan Tuannya.
Randall merebahkan diri di sofa meletakkan kepalanya di pangkuan Mandy. Mandy Sontak terkejut merasakan sesuatu yang yang menimpa kedua pahanya. perlahan ia meraba raba dan Sada itu adalah wajah Tuannya.
" Mandy menunduk lah. aku ingin membisikkan sesuatu "
" apa " Mandy menuruti kemauan Randall sedikit
" lebih rendah lagi. "
" ini sudah rendah " Mandy semakin mendekat kan wajahnya.
" sedikit lagi " lirih Randall lagi
__ADS_1
Mandy menurut saja semakin merendahkan wajahnya hingga hidup mereka bersentuhan.hingga rambut panjang Mandy menutupi wajah keduanya. nafas hangat Randall terasa menyapu wajah Mandy. membuat pipinya bersemu merah.
Cup
sekilas Randall mencium bibir mungil Mandy. Mandy yang terkejut segera mengangkat kepalanya. namun tak bisa karna tangan Randall sudah menekan tengkuk nya. Randall meneruskan ciuman kecilnya.menyesap melum*tnya dengan lembut Mandy pun membalasnya merasa dapat izin Randall mulai memasukkan lidahnya. mereka saling bertaut dalam waktu yang cukup lama. sebuah decakan terdengar saat mereka melepaskan bibirnya. jari Randall dengan lembut mengusap bibirnya Mandy membersihkan jejaknya.
". .. chiiiiisssss,....
suara Pance tekan mulai.menderu menandakan apa yang ada di dalamnya telah masak. Mateo segera mematikan kompor. dan melanjutkan membersihkan sisa sisa bencana alam di dapurnya.
" Mateo.. cepat sajikan mienya " ucap Randall setengah berteriak tanpa mengubah posisinya.
" jangan seperti ini aku malu.." wajah Mandy memerah seperti udang rebus. membayangkan Mateo yang ada bersama mereka di dapur. bersama Randall dia bisa lupa segalanya.
Randall hanya terkekeh melihat wajah mandy dan melepaskan tangannya dari leher wanita itu.
" Tuan . maaf apa tuan lupa memasukan air " Lapor Mateo yang tergopoh-gopoh datang dari dapur.
" apa maksudmu " Randall yang terkejut langsung bangkit dari pangkuan Mandy.
" mari tuan Ikut saya ke dapur "
kini keduanya melangkah menuju dapur. Mateo menunjukkan isi panci pada Tuannya dan benar saja di sana hanya ada beberapa sayur dan sepotong daging sapi yang sudah gosong di bagian bawahnya.
" ck... bagaimana bisa aku sudah melakukan sesuai dengan resepnya." wajah Randall terlihat gusar mendapati masakan yang Berbeda dengan Mateo yang menatap iba pada panci kesayangannya. Randall segera menemui Mandy ia kan mengatakan yang sebenarnya.
" Mandy .. maaf aku gagal " ucapnya sambil berlutut di hadapan Mandy.
" tidak apa yang penting kau sudah berusaha.. tapi aku sangat lapar boleh aku makan mie instan "
" tentu Mateo akan menyiapkan nya "
tak lama dua mangkok mie instan tersaji di hadapan mereka. yang dimasak dengan penuh gerutu dari Mateo.Randall dengan setia menyuapi Mandy. sebelum dia memakan miliknya.
__ADS_1