Gadis Buta Tuan R

Gadis Buta Tuan R
Episode 19


__ADS_3

Setiap nafas akan terhenti.semua yang bernyawa pasti akan mati.


Langit begitu suram senja ini. rimis air hujan jatuh membasahi gundukan tanah yang masih basah. sesosok pria memakai jas hitam terlihat memayungi seorang wanita yang bersimpuh di depan sebuah nisan.air matanya tak henti berderai terdengar sangat memilukan tangannya mencakar tanah basah itu mencoba mengalirnya lagi.


pria itu berjongkok menahan tangan sang wanita. memeluknya mencoba menenangkannya.kini keduanya bahas kuyup oleh tangisan dari langit.


" kenapa.. kau pergi ibu KENAPA..!!! " Mandy berteriak seakan tak percaya.dia orang yang begitu menyayanginya satu satunya yang dia anggap sebagai ibunya kini telah tiada.


" kenapa .. ibu.. kenapa.." suara Mandy terdengar lirih. tubuhnya sudah lunglai tak berdaya. matanya tak bisa terbuka meski ia merasakan tangan yang menepuk kedua pipinya. dan Suara itu terus memanggil namanya.


Tanpa banyak bicara Randall segera merengkuh Mandy kedalam pelukannya. membawanya pergi ke mobil untuk pulang.


flashback on*


Mella mempersiapkan kepulangan mandi dari rumah sakit siang ini. mereka akan pulang ke mansion Tuan Randall yang super wow membuat jiwa misqueen Mella meronta saat Vin mengajak tour kesana tadi pagi.


Tring.... tring.... benda berukuran 4 inci dengan layar yang sudah berbaret Mella bergeta. menampilkan wajah perempuan sudah cukup berumur sebagai icon nya.


" haloo.. ibu "

__ADS_1


" maaf nona kami dari rumah sakit Chung sin. apa nona keluarga nya "


" i..i ya saya " Mella merasa sudah ada yang tidak beres


" beliau mengalami kecelakaan dan sedang di rawat di rumah sakit kami, tapi kami mohon maaf.kami sudah berusaha semaksimal mungkin namun Tuhan berkehendak lain.kami harap anda segera ke rumah sakit"


"Apa.. " Mella menutup mulutnya tak percaya apa yang orang dari seberang sana bicarakan.benda pipih itu kini sudah merosot dari genggamannya.tak memperdulikan lagi suara yang terus memanggilnya di ujung telfon. air matanya sudah tak terbendung tangisnya pecah.ia segera berhambur memeluk sahabatnya.


" Mella ada apa siapa yang telfon.. "


Mella hanya menangis dengan suara yang semakin keras.


" Mella .. katakan apa yang terjadi... MELLA "


" hiks...hiks .. ibu.. ibu... meninggal, beliau kecelakaan.. huaaaa...!!!"


tubuh Mandy lemas seketika, buliran kristal sudah jatuh Tanpa suara. sesak sangat sesak. dadanya terasa sakit mulutnya tak mampu lagi bersuara.


flashback off

__ADS_1


*****


Randall telah mengurus semuanya. dia tau apa yang terjadi tanpa Mandy memberi tahu nya. jangan tanya kenapa.Randall tak mungkin mengajak seseorang menikah tanpa mengetahui latar belakang seseorang kan. lagi pula itu bukan hal yang besar untuk seorang CEO dengan segala kuasanya.


Hujan semakin deras mengguyur kota H seakan ikut merasakan hati mereka yang berduka. dalam sebuah bangunan rumah yang sederhana beberapa pasang mata kini telah terlelap.mungkin mereka merasa lelah karna menangis.Panti sosial ini memang milik pribadi Anna su. tak lebih dari 12 anak hidup bersama di rumah itu.beliau mengasuh anak anak yang terlantar di jalanan.beliau dengan kerja kerasnya menghidupi dan mengajari anak anak itu.melatih dan menyekolahkan.agar mereka tak di jalanan lagi. beliau tak pernah mengandalkan donasi orang lain.karena itulah Mandy dan Mella selalu berusaha memberikan pemasukan untuk panti meski mereka harus memaksa beliau untuk menerima.


seorang wanita dengan matanya yang sembab tampak lebih sipit.bahkat terlihat seperti dia memejamkan matanya.duduk di ranjang kecilnya yang sudah rapuh.menhirup aroma kenangan yang terberkas dalam benaknya.saat saat dimana dia menghabiskan waktu remajanya.dia duduk mematung bagai manekin yang tak bernyawa tatapan kosong. kini untuk pertama kalinya warna hitam membalut tubuhnya.


seorang lelaki memeluk Mandy dari samping. tak perlu menebak siapa.aromanya sudah sangat membekas di ingatan Mandy.


" makanlah sesuatu.. setidaknya untuk dia "


lelaki itu mengusap halus perut Mandy yang masih rata.


" hmmm.." Mandy menyandarkan kepalanya di bahu Randall.


" hari ini menginaplah di sini.... besok aku akan menjemputmu.."


" Trima kasih.." suara Mandy sangat lirih hampir tak terdengar.

__ADS_1


Randall mempererat pelukannya. mengelus lembut punggung Mandy. mengecup singkat pucuk rambutnya.


ya malam ini mereka berpisah. setelah malam malam yang selalu bersama.tanpa Mandy tahu Randall selalu menemaninya di malam hari saat dia di rawat. setelah berkutat dengan dokumen di kantor hingga tengah malam. sangat menangkan baginya bisa melihat wajah mandy yang terlelap.


__ADS_2