Gadis Buta Tuan R

Gadis Buta Tuan R
Episode 30


__ADS_3

Ikut hati mati ikut rasa binasa


_ _


Tiga hari telah berlalu sejak Mella di izinkan keluar dari penjara bawah tanah setelah seminggu penuh dia di kurung di sana. jika bukan Karena Mandy yang terus menanyakan keberadaan nya Mella tentu masih mendekam disana.


" bersiap lah malam ini aku akan melakukanya "


" Ok "


Mella segera menutup telfonnya setelah mendengar jawaban singkat dari lawan bicaranya. ia pun bergegas menghampiri Mandy yang sedang bermain bersama kucing kesayangan. melakukan tugasnya sebagai pengasuh nona muda ini.


" Man.. sudah waktunya makan siang. mari kita makan dulu. nanti aku bisa di marahi tuan lagi" ujar Mella seraya membantu Mandy bangun dari duduknya.


" hehehehe.. iya ayo " Mandy menurut pada Mella yang menuntun langkahnya menuju ruang makan.


sesampainya mereka di meja makan,Mella membantu Mandy duduk menyiapkan nasi dan beberapa lauk yang telah di siapkan Mateo.


*****


" Tuan .. ini berkas berkas yang harus anda tanda tangani. " sekertaris Kim meletakkan beberapa map di atas meja kerja Tuannya membuat tumpukan disana semakin bertambah tinggi.


Randall mengangkat wajahnya yang sedari tadi menghadap layar laptopnya,Dia menghela nafas panjang dan melepaskan kaca matanya.


" hmm " Randall mengibaskan tangannya, seperti dia lembur hari ini, Randall meraih benda pipih di nakas menggeser benda warna hijau di sana.sekali nada sambung telfon langsing dia angkat.


" Halo Tuan."


" bagaimana pengerjaan disana"


" sudah 80 persen Tuan."

__ADS_1


" CK.. lambat percepat semuanya. aku ingin semua selesai dalam bulan ini." Randall mematikan ponselnya dan meletakkan kembali ke nakas. dengan kesal dia kembali menatap layar melanjutkan pekerjaannya.


sementara itu Vin segera melaksanakan titah Tuannya. segera melakukan rapat dadakan agar semua bisa terlaksana sesuai dengan keinginan Tuannya. terlebih hotel yang sedang di bangun saat ini adalah masa depan bagi tuannya


****


setelah menyelesaikan makan siang mereka. Mella mengajak Mandy ke kamarnya. mereka menghabiskan waktu disana untuk bercengkrama setelah cukup lama tidak bertemu.


" Mell kamu liburan kemana kok ga bilang aku "?? Tanya Mandy kesal karena kepergian Mella tanpa pamit padanya.


" Libur ..?? siapa yang bilang aku libur " Mella mengerut kan dari mendengar ucapan dari Mandy.


" Randall dia yang memberi tahuku, apa dia berbohong "


" kau jelas di bohongi ,dia pembohong paling besar "kini Mella meninggikan suara ,ia merasa kesal apanya yang liburan dia di kurung di ruangan gelap.


" apa maksudmu..??" Mandy mulai bingung dengan apa yang di dengarnya.


Mandy menggelengkan kepalanya merasa tak percaya dengan apa yang dia dengar, bukankah selama ini Randall begitu baik Padanya,air matanya sudah jatuh bergulir tak tertahankan dadanya terasa sakit merasakan sayatan luka yang tak berdarah.


" kau dengar baik baik Mandy,dia hanya ingin anakmu setelah kau melahirkannya dia akan membuang mu, menjauhkan mu dari darah daging mu " imbuh Mella lagi.


Tangis Mandy semakin pecah membayangkan semua itu terjadi. bukankah dia sedari awal dia memang ingin merawat itu sendiri,namun Randall bersikeras untuk menikahinya dan membawanya tinggal bersama di mansion ini,


" ikut aku malam ini kita pergi dari sini, kau tidak ingin kehilangan anakmu kan Man"


Mandy hanya mengangguk pelan, dengan polosnya dia menyetujui rencana sahabat nya untuk kabur,dia tidak ingin terpisah dari anaknya,anak itu miliknya bukan milik siapapun tidak ada,rasa Ego sebagai seorang ibu menguasai pikiran nya. sambil terus menangis Mandy memeluk erat perutnya sendiri.


******


Mandy duduk sendirian di kamarnya hening hanya detak jam dinding yang terdengar, Mandy gelisah memikirkan rencananya,namun ia menguatkan hati nya dia tak mau terpisah dari anaknya.

__ADS_1


ceklek


" Mandy Ayo " suara Mella membuyarkan lamunannya, Mella menarik paksa tangan sahabatnya.


Mandy membiarkan kakinya Mengikuti Langkah Mella keluar dari Mansion.


" kenapa sepi sekali,kemana semu orang?" Mandy yang merasa aneh karena mansion lebih sepi dari biasanya.


" aku sudah membereskan mereka " jawab Mella enteng


Ya Mella sudah mencampur obat tidur Pada para penjaga saat makan malam tadi,termasuk pada penjaga di gerbang depan hingga dia bisa leluasa menjalankan aksinya.dan di bantu seorang rekanan dari sekutunya dia bisa memanipulasi cctv disana.


" Mandy ayo cepatlah " Mella mendorong tubuh Mandy kasar masuk kedalam mobil sedan yang terparkir tepat di depan mansion.


" auch.. sakit Mella " Mandy mengasuh saat kepalanya terbentur sesuatu yang keras.


" maaf ..maaf...kau tunggu disini aku akan mengambil barang-barang kita dulu.


belum sempat Mandy menjawab Mella sudah menutup pintu mobil dan pergi berlalu.


Brem ....mesin mobil di nyalakan,mobil yang di tumpangi Mandy kini mulai melaju,


" tunggu Mella belum datang.. tolong tunggu dia.. hentikan mobilnya.. hentikan mobilnya..!!"


Mandy menjerit dia ketakutan,kemana mobil ini akan membawanya, apa yang sebenarnya terjadi.


" Tolong hentikan mobilnya.... hentikan... siapa kalian." Mandy terus berteriak namu. tak ada jawaban. dia terus menggedor sekat yang memisahkan dia dari bangku depannya.


..Chiit..


kini mobil itu berhenti di sebuah jalan sepi. pintu mobil akhirnya terbuka sebuah tangan besar menyeret paksa Mandy keluar dari mobil, mendorong tubuh mungilnya hingga jatuh tersungkur di aspal,dia meringis merasakan panas di tangannya.

__ADS_1


" siapa kalian.. siapa" Mandy terus berteriak namun percuma tak ada jawaban.


__ADS_2