Gadis Buta Tuan R

Gadis Buta Tuan R
Episode 38


__ADS_3

matahari mulai menyapa empat orang laki laki' tampan dan seorang wanita cantik yang sedang cemberut duduk di kursi lobby, nampak dari jauh sepasang suami istri yang tengah mengendong anak kecil menghampiri mereka, Mandy segera bangkit menyambut mereka , memeluk wanita itu erat.


" kak apa maksud semua ini " tanya Mandy iya sangat butuh kejelasan dia tidak bisa begitu saja percaya pada orang asing yang baru di temui nya.


suami istri itu pun menjelaskan panjang lebar kejadian dari awal mula mereka bisa bertemu setahun yang lalu , semua orang mendengar kan dengan seksama.


" maafkan aku Mandy .. seharusnya aku jujur padamu dari pertama, hiks hiks, " wanita itu menangis memeluk Mandy.


" Mandy.. ? jadi namaku benar Mandy.?"


" hmm.. benar, dan tuan Randall adalah calon suamimu, " imbuh dokter Rafa .


" bagaimana kakak bisa percaya begitu saja pada pria itu "


" Mandy kami tida percaya begitu saja, tuan Randall sudah menunjukkan semua bukti kali kau memang calon istrinya , sudahlah sudah saatnya kau pergi, kau akan bahagia bersamanya" ucap istri dokter Rafa dan kembali memeluk Mandy, Mandy membalas pelukannya dengan erat.


" ehem" Randall sengaja mengeluarkan suara saat dokter Rafa ingin memeluk Mandy.


merasa tak enak pada Randall dokter Rafa hanya tersenyum dan menepuk pundak Mandy.


" aku pasti kangen dengan Mimi " Mandy mentoel togel pipi perempuan kecil yang di gendong pengasuhnya, dia pun menciumi nya dengan lembut, bayi itu tertawa kegelian.


" kau bisa menjenguk kami kapan saja, kali begitu kami permisi dulu,jaga diri baik-baik "

__ADS_1


keluarga kecil itu meninggalkan Mandy dan keluarga barunya, tak berapa lama Mandy , Randall Vin ,Mateo dan Jay menaikkan mobil yang membawa mereka ke bandara, besi baja itu kini membelah angkasa tak ada yang berarti dalam perjalanan hanya ada keheningan Mandy hanyut dalam mimpinya semetara Randall masih terjaga, melihat temannya yang duduk termenung Jay menghampiri nya.


" RAN.... jangan terlalu terburu buru,aku tahu kau sangat ingin dia segera bisa mengingat mu, mulai lah dengan apa yang sering kalian lakukan bersama dulu "


" tidur bersama " ucap Randall spontan.


" hadew.... bukan itu, itu bisa membuat Mandy tidak nyaman, kegiatan ringan dan ingat waktu mandy bersamamu dia masih belum bisa melihat jadi dia tidak akan mengingatkan wajah ataupun di mana dia tinggal, dia akan ingat apa yang dia raba dengar dan rasakan" jelas Jay panjang lebar.


Randall terdiam dia membenarkan semua perkataan Jay, dia harus memulainya dengan perlahan dia juga tidak mau membuat Mandy merasa tidak nyaman padanya.


" hah... itu akan berat jay, aku sudah sangat merindukan nya . " Randall menghela nafas panjang seperti nya dia harus puasa dulu.


Jay hanya menggeleng mendengar ucapan temannya. " rindu itu berat Tuan muda,kau tidak akan sanggup menanggungnya hahahaha " gelak Jay sambil bangkit dari duduknya.


*******


Setelah 5 jam perjalanan angkasa akhirnya mereka tiba di mansion Milik Tuan muda wick, Mandy di buat terperangah dengan kemegahan mansion, dia tak berhenti mengagumi setiap yang ada di sana, berlari kesana kemari mengagumi tiap benda yang terpajang di sana, Randall tersenyum melihat tingkah Mandy.


" Mateo siapkan makan siang, dan kau dokter lebih baik kau pulang " titah Randall.


Mateo membungkuk dan berlaku melakukan tugasnya.


" o .. ayolah.. jangan pelit, aku menginap di sini sampai cuti ku habis ok, " ujar Jay sambil mengelayut di lengan besar itu.

__ADS_1


" ish.. lepaskan.. menjijikkan, terserah , Vin Antara kan Mandy ke kamarnya"


" baik Tuan " Vin mendekati Mandy yang sedang mengamati foto keluarga yang terpajang di atas tungku perapian.


" nona mari saya antar ke kamar anda "


" emh... Vin apa itu, tuan muda "


" benar nona"


" dia manis sekali saat tersenyum "


" senyum itu sudah lama hilang nona, terakhir saya melihat tuan tersenyum saat beliau bersama anda, maaf saya bicara ngelantur, mari ke kamar nona "


" emh... baiklah.. " Mandy mengikuti langkah Vin yang mendahuluinya, tiba mereka di sebuah kamar yang yang menjadi kamar Mandy dulu.


" bila ada perlu sesuatu anda bisa memanggil saya atau Mateo, kalau begitu saya permisi " Vin membungkuk lalu berlalu .


Mandy mengamati setiap sudut ruangan kamar , kamar yang tertata rapi, lengkap dengan semua keperluan perempuan.


" apa semua ini di siapkan untuk ku, kenapa semua baju di sini berwarna sama ," Mandy Terheran melihat isi lemari yang yang semua berwarna abu-abu dan silver.


" siapa yang menyiapkan ini, dari mana dia tau ukuran ku " wajah Mandy bersemu merah melihat perlengkapan dalam yang tertata rapi, mengingat semua orang yang di lihatnya di mansion adalah laki-laki membuatnya merasa malu.

__ADS_1


lelah Mandy pun merebahkan dirinya di ranjang empuk miliknya, berharap ingatannya akan kembali esok hari.


__ADS_2