
Mella kembali kedalam mansion, melakukan ritual mandi lebih lama dari biasanya di Ingin setiap inchi dari tubuhnya bersih, dengan handuk kimono dia berlari kecil menuju meja riasnya,Sambil bersenandung kecil dia terus mengoleskan pelembab di wajahnya merias wajahnya secantik mungkin, hatinya begitu berbunga-bunga membayangkan malam panas yang akan dia lewati tak ada rasa menyesal sama sekali setelah menipu sahabatnya,dia tak peduli lagi apa yang terjadi pada wanita buta itu.
" hem... aku yakin Tuan akan puas dengan pelayanan ku malam ini " memakai lingerie Mella mematut kan dirinya di cermin memandangi tubuhnya yang berbalut kulit tipis warna hitam.
kini ia menuju sebuah ruangan dimana Tuannya biasa menghabiskan malam bersama sahabatnya, jantungnya sudah berpacu intinya berdenyut saat ia membayangkan bagaimana tangan besar itu akan menjamahnya.mella mulai berbaring di ranjang menyelimuti dirinya dengan selimut.
Baru saja Mella terlelap ia, terkejut saat merasakan tangannya ditarik hingga dia terjatuh dari ranjangnya.
" Apa yang kau lakukan di sini dasar ****** " suara Randall terdengar penuh amarah, sorot mata sungguh menakutkan.
flashback on.
Mobil Royce baru saja terparkir di halaman di sambut kesenyapan,tengah malam Randall baru saja pulang dari kantor ia merasa tak beres dengan keadaan mansion yang sangat sepi.
" Vin cek seluruh mansion sekarang " Randall merasa ada sesuatu yang tak beres dengan keheningan ini.
tanpa suara Vin bergegas keluar dari mobil dan menelusuri mansion, benar saja dia melihat para penjaga tergeletak tidur. di pun membangunkan mereka dan menyuruh mereka mengecek penjaga lainnya,Vin segera kembali ke mobil melapor pada Tuannya. Randall semakin cemas dia segera masuk ke mansion berlari menuju kamar Mandy, sementara Vin mengecek keberadaan Mateo.
Flashback off
" Tu..u..an " Mella seketika Mella sangat ketakutan melihat wajah Randall alih-alih menjamahnya kini Randall bisa menelannya hidup hidup.
__ADS_1
" aku tanya sekali lagi .. APA YANG KAU LAKUKAN DI SINI " Randall mencengkeram kuat rahang Mella menekankan setiap kata yang dia ucapkan.
Mella meringis kesakitan, tubuhnya terangkat dari lantai hanya bergantung dari rahang yang di cengkeram, matanya mulai berkaca-kaca ia sangat takut Randall akan membunuhnya. tangan Mella mencoba melepaskan tangan besar itu. tapi..
Bruuuuk
Randall kembali membanting tubuh wanita itu kembali kelantai, menendang perut nya hingga membuat Mella terdorong membentur dinding.
Mella meringis kesakitan air matanya sudah tumpah, lidahnya kelu tak bisa mengeluarkan suara,ia sangat takut hidupnya akan berakhir malam ini.
******
Vin menemukan Mateo tergeletak di lantai dapur,Vin segera memeriksa denyut nadi nya.
BYUUUURRR
Vin menyiram tubuh temannya dengan sember air dingin, Mateo gelagapan dan mengusap usap wajahnya yang basah kuyup.
" Hey.. apa yang kau lakukan dasar brengsek "
" kau yang kenapa tidur disini " jawab Vin tak mau kalah. " apa yang terjadi disini kenapa semua bisa teledor "
__ADS_1
" aku hanya minum segelas air dan aku merasa pusing " Mateo mencoba mengingat hal yang terakhir di lakukan sambil memegang kepalanya yang masih terasa pening.
******
" Vin...." suara Randall menggelegar memenuhi mansion, sang asisten segera berlari menuju sumber suara itu.
" iya Tuan."
" seret wanita ini dan buat dia bicara " Randall menunjukkan jari pada Mella yang menahan sakit di perutnya.
Vin hanya mengangguk dengan seringainya yang menakutkan dia melangkah mendekati Mella, gadis itu menggelengkan kepalanya,matanya mengiba,dia mencoba mengerakkan tubuh menjauh dari sosok yang akan membawanya.vin tak perduli dia menarik tangan Mella menyeretnya, benar benar menyeretnya, wanita itu terus meronta minta tolong untuk di lepas, telinga Vin seolah tuli dia tak mengindahkan teriakkan itu.
bruuuuk
Vin dengan kasar melempar tubuh wanita itu kembali ke tempat dimana dia pernah berada,Vin mengambil tambang mengikat tangan dan kaki kecil itu.
" apa yang kau lakukan dengan pakaian seperti ini, mau kau jual tubuhmu ini heh " Ben berjongkok mensejajarkan diri dengan Mella, ia menyunggingkan bibir nya.Mella hanya bisa menangis ketakutan
" wah...wah... tukang tidur kita sudah datang " Vin menyambut kedatangan Mateo dengan ejekannya.
" cerewet.. Tuan memanggil mu ,biar aku yang mengurus ini " sahut Mateo sambil memulai pemanasan pada jari jarinya.
__ADS_1
" ok... selamat bermain "
dengan seringainya Mateo menyingsingkan lengan kemeja panjang yang ia kenakan menatap tajam penuh *****, tangannya sudah gatal untuk bermain dengan mainan baru nya.