
wanita berambut pirang itu kini berdiri di depan pintu rumahnya, setelah turun dari pesawat dia memang tak ingin langsung pulang dia menemukan partner-nya terlebih dahulu.
Ceklek
"Papa... Papa... " teriakannya menggema di seluruh mansion, seorang asisten rumah tangga keluar dari dalam dapurnya dia terkejut melihat anak majikannya.
" kenapa melotot, apa kau tidak suka melihatku pulang " Alice berkacak pinggang melotot pada wanita tua yang telah mengabdi kepada keluarganya selama bertahun-tahun.wanita tua itu hanya menunduk.
" dimana papa"
" beliau masih di kantor nona" jawab wanita tua itu lirih.
" apa papa sudah bisa berjalan " ujar Alice sambil menghempaskan tubuhnya di sofa.
" Tuan sudah banyak kemajuan beliau sudah bisa berjalan dengan bantuan tongkat "
" Baguslah tidak sia sia dia mengungsikan ku, ada untungnya juga kan , bawakan aku lemonade kekamar " Alice bangkit dari duduknya dan melenggang pergi.
" baik nona" perempuan itu menundukkan kepalanya.
******
Mansion Randall Mandy merasa bosan karena tidak melakukan apapun, dan dia teringat dengan kucing yang di katakan Randall, Mandy segera keluar kamar mencari Mateo, namun langkah Mandy terhenti saat melihat seseorang memakai pakaian APD lengkap dengan masker face Shield, Mandy pernah melihatnya beberapa kali tapi tidak berani mendekat namun kali ini dia begitu penasaran.
Mandy mengendap endap seperti seorang pencuri, perlahan di melangkah menjijit berusaha tidak menimbulkan suara dan haaaa.. Mandy bersiap untuk menerkam orang misterius itu .
" ada pa nona " orang itu berbalik menghadap Mandy, terdiam sejenak Mandy mengenali suara itu.
" Mateo " Mandy mengerutkan keningnya.
" iya ada pa nona? anda membutuhkan sesuatu?"
" kenapa kau berpakaian seperti ini"
" saya baru saja selesai membersihkan kamar kucing anda, saya punya alergi pada kucing karena itu saya memakai baju ini, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan" Mateo menjelaskan panjang lebar.
Mandy hanya ber " oh" ria.
__ADS_1
" bisa kau tunjukan kamar kucing padaku,"
" tentu nona, mari ikut saya " Mateo melangkahkan mendahului Mandy, dengan riang wanita itu mengekor di belakangnya.
sampai di sebuah kamar Mateo mempersilahkan Mandy masuk, Mandy di sambut seekor kucing putih gimbul yang menggemaskan.
" Arnold kau lucu sekali " Mandy langsung mengendong mahluk berbulu lebat itu, mengayun ayun seperti menimang seorang bayi.
Mateo meninggalkan Mandy yang sedang dimabukkan oleh pesona keimutan Arnold, tiba tiba terlintas ide di otaknya.
" kau pasti sangat bisa. di kurung disini , tenang aku akan mengajakmu keluar" Mandy mengendap endap keluar dari kamar yang di khususkan untuk kucing.
" ssttt.. jangan berisik " Mandy mendekatkan telunjuknya ke mulut kecil kucingnya, seakan mengerti kucing itupun berhenti mengeong.
Sebenarnya bukan tak seorangpun mengetahui Mandy membawa kucingnya keluar namun para penjaga lebih takut pada tuannya kalau sampai nona mereka bersedih, maka mereka membiarkan asal nona mereka masih dalam pengawasan.
sampai di halaman belakang di dekat kolam renang terdapat taman yang luas, Mandy sibuk mengejar Arnold yang seakan melepaskan semua kepenatannya setelah lama di kurung di dalam kamar, kucing itu melompat berlari membuat majikannya kewalahan, Arnold berlari menuju depan mansion Mandy pun turut mengejarnya, kucing gimbul itu berguling guling di depan mansion sambil menjilati tubuhnya.
" kucing nakal ka.. kau meninggalkanku begitu saja " Mandy pun duduk di dekat Arnold mengatur nafasnya yang masih terengah engah.
setelah di rasa cukup Mandy mengendong kucing itu dan bangkit dari duduknya.
sebuah mobil hampir saja menabraknya hanya tinggal beberapa centi mobil itu menyentuh tubuh Mandy, Mandy berteriak dan gelap dia tidak sadarkan diri
Jay dan seorang wanita keluar dari mobil yang di tumpanginya, dia segera menghampiri Mandy yang sudah tak sadarkan diri, dia segera membawa Mandy kedalam mansion, Mateo yang baru saja keluar, terkejut saat melihat nonanya ada dalam gendongan Jay.
" ada apa ini " tanya Mateo panik.
" aku jelaskan nanti " Jay meneruskan langkahnya ke kamar Mandy, Mateo dan wanita yang bersama Jay turut mengekor di belakangnya. Jay membaringkan tubuh Mandy di atas ranjang miliknya.
Brakk
pintu kamar di buka dengan kasar seorang pria dengan penuh amarah dia langsung berjalan mendekati Mandy yang tengah terbaring.
" ada apa dengannya "
" aku hampir menabraknya"
__ADS_1
" apa kau bilang " Randa segera bangkit dari duduknya dia mendekati Jay menarik kerah bajunya matanya menyiratkan amarah.
" aku bilang hampir, mobilku saja tidak menyentuhnya sama sekali" Jay berusaha melepaskan tangan Randall.
" ehmm... RAN.." Mandy mulai menggeliat perlahan dia membuka matanya, Randall yang mendengar namanya di panggil langsung menoleh dan kembali duduk di samping Mandy.
" kau sudah sadar, apa terasa sakit" Randall meraih tangan Mandy dan menciumi nya, Jay bernafas lega Mandy siuman di saat yang tepat kalau tidak mungkin Randall akan benar benar membuatnya impoten.
" Aku.... aku... bisa melihat " Mandy merasa ada sesuatu yang berbeda dari matanya dia bisa menangkap gambar dan bisa merasakan silaunya cahaya.
" iya kau sudah di operasi, apa kau tidak ingat sayang " Randall merasa heran dengan Mandy.
Mandy bangkit mendudukkan dirinya, Mandy memejamkan matanya, dia meraba seluruh wajah Randall mengabsen setiap inci dari wajah tampannya, " ini benar-benar kau, akhirnya aku bisa melihatmu" Mandy memeluk Randall air matanya mulai jatuh. tiba tiba Mandy mendorong kasar tubuh Randall.
" maaf aku lupa kau sudah bertunangan" Mandy menunduk, mengusap air matanya.
" apa? siapa yang mengatakan hal itu?"
Mandy tetap diam tertunduk.
" cepat katakan"
Mandy terjingkat mendengar nada suara Randall yang meninggi.
" me..Mela dia yang mengatakannya" suara Mandy lirih hampir tak terdengar, Randall segera meraih Mandy dalam pelukannya.
" dengarkan semua itu bohong, aku tidak pernah berhubungan dengan wanita selain dirimu,kau ingat apa yang terjadi setelah wanita penghianat itu bicara padamu" Randall melepaskan pelukannya dan menatap Mandy dalam.
Mandy mengangguk " dia mengajakku untuk pergi karena aku tidak mau berpisah dari anakku, Mella bilang kau dan tunangan mu akan memisahkan aku dari anakku, lalu.."
"lalu"
" lalu sebuah mobil membawa ku pergi,aku terus bertanya tapi mereka diam saja, sampai di suatu tempat aku diseret keluar dan di tinggalkan disana aku berusaha mengejar tapi aku tidak bisa,aku jatuh, aku menangis lalu aku tidak ingat lagi " air mata Mandy tak berhenti jatuh dadanya terasa sakit saat mengingat kejadian masa itu.
Randall memeluknya kembali kali ini lebih erat, Mandy Masih terus terisak dalam pelukannya. semua orang di sana keluar terlebih dulu, memberikan waktu untuk kedua sejoli itu.
setelah keluar dari kamar Jay menemukan Vin berdiri di luar kamar.
__ADS_1
" kau hebat Vin, kau bisa membawa RAN dari kantor kurang dari 15 menit "Jay menepuk bahu Vin salut.
" kau tidak tahu apa yang akan aku hadapi setelah ini, aku menerobos semua lampu merah yang aku lewati " Vin menatap sendu pada Jay,Jay malah terbahak melihat temannya.