Gadis Buta Tuan R

Gadis Buta Tuan R
Happy Ending


__ADS_3

"Oeekk...Oekk.. "


Terdengar suara tangisan seorang bayi, dari dalam ruangan, seorang pria bertubuh tegap, duduk di kursi tunggu dengan seorang anak laki-laki di pangkuannya.


"Yei, Rey punya adik" ucap seorang anak laki-laki berusia dua tahun, dia melompat lompat kegirangan. Setelah mendengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan.


"Iya iya .. Rey punya Adik, tapi Rey duduk dulu, kalau lompat lompat terus nanti bau keringat" ucap Vin yang nampak kelelahan, menjaga Tuan muda kecilnya yang super hiperaktif.


"Rey mau masuk, mau liat baby.. princess... princess.." ucap Rey sambil melompat lompat seperti katak, dia terus melompat sampai ke depan pintu kamar bersalin.


"Rey..Rey... tunggu dengarkan Uncle" Vin mengendong Rey yang melompat hendak membuka pintu ruangan.


"Mommy Rey pasti sangat lelah, jadi sekarang masih istirahat, ok" imbuh Vin seraya menatap manik kecil berwarna abu abu.


"Mommy tidur?" ucap Rey polos.


"Iya, Mommy Rey, tidur, dia lelah" jelas Vin, di sambut anggukan kecil dari Rey.


Randall mengecup wajah Mendy, menghujani wajah pucat itu dengan kasih sayang.


"Terima kasih, Sayang" bisik Randall lirih, hanya itu yang bisa dia ucapkan pada istrinya yang baru aja berjuang di antara hidup dan mati, untuk melahirkan anak ke dua mereka.


Mandy mengangguk lemah, tenaganya terkuras habis saat mengejan tadi, mata Mandy melirik ke arah box bayi yang ada di sampingnya, senyum simpul merekah di bibirnya.


"Kau lihat, dia cantik seperti mu sayang" Randall mendekati box itu, dengan lembut tangan kekarnya mengangkat tubuh kecil, yang sedang menangis kencang.


Pipi bulat kemerahan, bibirnya yang sangat mungil, Randall menahan gemasnya agar tak mencubit pipi bulat putri kecilnya. Randall mulai meletakkan baby kecilnya di pangkuan sang permaisuri, mulut kecil bayi itu nampak berdecak mencari sumber makanannya, dengan senyum tipisnya, Mandy membuka kancing baju pasien yang ia kenakan, mengeluarkan p**udaranya. dengan rakus mulut kecil itu menyesap ujung ****** Mandy dengan kasar, membuat Mandy meringis merasakannya.


Randall menelan ludahnya kasar, melihat sang putri yang menyesap satu dari harta karun miliknya, melihat suaminya yang terus mengamati aset miliknya, membuat Mandy merasa geli.


"Sekarang ini milik putrimu" ujar Mandy mengejek.

__ADS_1


"Awalnya itu milikku, dan akan tetap milikku," ucap Randall seolah tak terima.


"Jangan berharap banyak, Tuan wick" Mandy tertawa kecil, melihat muka masam suaminya, Randall menghela nafas panjang.


"Baiklah, aku mengalah, tapi lihat saja itu akan menjadi milikku lagi" ujar Randall, lalu mengecup singkat bibir Mandy yang masih pucat, keduanya menyatukan keningnya, keduanya tertawa lepas.


"Ehem" seorang Dokter wanita berjalan mendekatinya sepasang suami istri yang sedang menikmati kebahagiaan mereka.


"Nyonya, bagaimana perasaan Anda, apa merasa pusing" ucap seorang dokter wanita, sambil memeriksanya tekanan darah pasiennya.


"Tidak Dokter, saya hanya merasa sedikit lelah,"


"Baiklah kali begitu, Anda akan segera di pindahkan ke ruang rawat inap, selamat atas kelahiran Putri kecil Anda Nyonya" Ujar Dokter wanita itu sambil memperhatikan malaikat kecil yang tidur di pelukan ibunya.


"Siapa nama Malaikat manis ini" imbuh dokter itu.


"Rachel wick" sahut sang Daddy.


Ceklek.


Seorang pria dengan muka yang kusut dan kantong hitam, yang melingkar di bawah matanya, rambut dan baju yang terlihat berantakan, seperti habis bertempur.


"Daddy.. " pekik Rey yang sudah merosot dari pangkuan Vin, dan berlari menuju Daddy-nya.


Randall merentangkan kedua tangannya, menyambut pangeran kecil dalam pelukannya.


"Daddy, mana Mommy."


"Kita akan bertemu Mommy sebentar lagi."


Mandy duduk di kursi roda, di dorong oleh seorang perawat, dan seorang perawat lain mengendong Rachel.

__ADS_1


*****


"Mommy Mommy.. tolong ada raksasa mengejar ku waaaa.." seorang gadis kecil berambut hitam panjang, memakai bando dengan hiasan tanduk unicorn, berlari ke arah Mandy, seorang anak laki-laki memakai topeng ala ala monster mengejar gadis tadi.


"Waaaa.. aku Monster besar" ucap Rey sambil mengeluarkan suara mengerang.


"Dan aku Daddy Monster" Randall mengangkat tubuh kecil putranya, dan meletakkannya di atas bahunya, Randall meletakkan putranya di sofa lalu menggelitik tubuh kecil itu.


"Mommy.. Mommy tolong, hahaha hahaha" pekik Rey.


"Sudah sudah, hentikan, Rachel, Rey hari sudah sore saatnya kalian Mandy, ok"


"Ok Mommy" jawab kedua anak kecil itu serempak, Mereke berlari kecil ke arah dua pengasuh yang sedang berdiri di belakang orang tuanya. Setelah mereka berlalu, Randall merengkuh Mandy dalam pelukannya, mengeratkan pelukannya, hingga membuat tubuh mereka tak berjarak.


"Haruskah kita buat satu bayi lagi" bisik Randall lirih, lalu mengigit gemas ujung telinga Mandy.


"Ran..."


"Yes, mu Queen" jawab Randall dengan suara beratnya, sambil menyusuri lereng jenjang istrinya.


" Terima kasih, sudah hadir lagi dalam hidupku"


Randall mengehentikan aksinya, menatap netra coklat milik permaisuri hatinya.


"Aku yang harus berterima kasih kepada mu, Kay melengkapi ku Sayang, kau membawa kembali kehidupan padaku" Mandy mennakup wajah Randall mennjijitkan kakinya agar bisa mengecup bibir suaminya.


"Kau sungguh" Randall mengendong istrinya ala bridal, membawanya ke peraduan mereka.


Kehidupan kadang bermain dengan kita, membuat kita menunggu, membuat sedih, namun percayalah saat kau yakin, maka tidak ada sesuatu yang tak mungkin.


~Tamat~

__ADS_1


__ADS_2