Gadis Buta Tuan R

Gadis Buta Tuan R
Episode 6


__ADS_3

Dengan tertatih, merangkak di setiap anak tangga akhirnya Mandy sampai di kamarnya, kepalanya terasa berat, nafas kasar panas berulang kali keluar masuk lubang pernafasan, tubuh Mandy serasa di peluk balok es, meringkuk di dalam selimut tebalnya.


"Man.. aku pulang... kok gelap gini sih.." cemas Mella segera berlari menaiki tangga.


"Braaak.."


"Mandy kamu kenapa..." Mella melangkah mendekati ranjang,di lingkapnya selimut yang menutupi seluruh kepala Mandy.


"Astaga.. panas sekali," dilihat nya wajah Mandy pucat seakan darah tak mengalir di sana.


Panik dengan keadaan Mandy , Mella segera mengambil benda pipih di tas kerjanya yang belum sempat dia taruh.


"Halo .. bisa kirim ambulan sekarang.. tolong secepatnya .. saya akan share lokasi saya..."


"Aku ba..ik ..ba..aik aja .. ga usah kha..watir." dengan sisa tenaga di yang ada Mandy memegang tangan Mella berusaha menenangkan sahabatnya.


"Ga papa gimana .. kamu udah kaya zombi di rebus tau nggak.."


Mandy tersenyum kecut,mendengar perkataan Mella, berusaha menahan rasa sakit kepalanya yang berdenyut semakin terasa sakit,Mata Mandy akhirnya terpejam.


"Bertahan sebentar lagi... ambulan akan segera datang... Mandy..... Mandy..."!!!!!


Mella berteriak memanggil nama Mandy berulang kali mengguncang kan tubuh Mandy yang lemas berkali kali.


Tangisnya pun pecah seketika

__ADS_1


****


Ambulan datang tak lama kemudian, petugas medis memindahkan tubuh Mandy yang tak sadar kedalam ambulan.


Setelah beberapa penanganan di Unit Gawat darurat, akhirnya Mandy di pindahkan ke ruang perawatan. Mella yang sedari tadi setia menemani sahabat terusan menangisi keadaan sahabatnya, suster sudah berusaha menenangkan Mella tapi dia tetap terisak di samping ranjang rawat Mandy.


***


"Bruuuak"


Sesosok lelaki kecil berusia 15 tahun terjatuh tepat di depan gadis berpipi tembem yang sedang bermain di halaman belakang rumah nya bersama dahan pohon yang patah saat ia pijak tadi.


"Sudah beberapa kali kau mematahkan pohonku .. dasar pria aneh.. apa kau sejenis primata.. aku kan punya pintu kau bisa lewat sana kalau mau mengunjungi ku"


"Ck .. kenapa kau bawel sekali... ini yang terakhir .. aku janji aku akan Menganti semua kerugianmu saat aku sudah bekerja" anak lelaki bermanik mata abu abu itu berdiri mengusap baju yang yang kotor .


"Ssst.. " satu telunjuk menutupi bibir lembut si gadis tembem.


"Dengarkan aku baik baik... aku akan pergi ... aku tak akan mengganggumu lagi, jangan mencari aku, jangan tanyakan apapun tentang aku pada siapapun,.. aku yang akan menemukan mu," laki laki itu menatap manik dengan manik abu abu sendu.


Mata sang gadis membulat sempurna berkaca kaca beberapa bulir mulai lolos di ujung matanya.


Tangan hangat mengusap bulir bening yang membasahi pipi tembem.


"Berjanjilah .. kau akan menikah dengan ku saat itu.. Mandy.. dengan nama ini aku akan menemukan mu." ia genggam erat tangan halus itu, mengecupnya hangat membuat si empunya tersipu malu. genggam itu mulai terlepas, pria kecil itu mulai menjauh bayangnya semakin samar.

__ADS_1


"Grey..." mata Mandy masih terpejam, namun mulutnya mengucap kan nama seseorang yang ia rindukan.


"Mandy .. kau sudah siuman " Mandy membuka matanya. mimpi yang sama berulang beberapa Minggu ini.


"Tega sekali kau, aku yang menemani mu sejak tadi, tapi kau malah menyebut nama orang lain" ucap Mella sebal


"Maaf.... terima kasih Mell".. ucap Mandy lirih, badannya masih terasa lemas.


"Jangan membuat aku khawatir lagi Man... Dokter bilang kamu kelelahan, kamu juga sering telat makan." Mandy tersenyum mendengar Omelan sahabat nya. mereka memang selalu bersama, mereka tiba di panti asuhan di hari yang sama, dengan keadaan yang sama sama buruk.


*****


"Bagaimana ...."


"Mereka semua terhasut oleh Tuan Max"


"Oh.. Tua Bangka itu.. ternyata belum kapok, kumpulkan semua pemegang saham hari ini." Randall menyunggingkan satu sudut bibirnya. tatapan matanya tak bisa di artikan, membuat bulu kuduk Vin berdiri ngeri.


"Baik ..Tuan.."


"Dan gadis yang bersama ku."


"Ini Tuan.. " Vin menyerahkan amplop coklat, Randall mengangguk anggukkan kepala membaca setiap detail tulisan yang tercetak disana.


"Dimana dia sekarang.."

__ADS_1


"Rumah sakit, pagi ini dia di bawa oleh ambulan yang di pesan temannya," ada sedikit rasa tak nyaman saat Randall tahu gadis itu sakit, entah dia belum bisa mengartikan apa itu.


apakah itu 😬😬😬


__ADS_2