
Mandy berusaha melepaskan tangan Randall dari pinggang kecilnya. bukanya terlepas tangan itu malah semakin erat memeluknya.
sudah tak tahan cairan lambungnya sudah sampai di kerongkongan. Mandy memukul keras bahu Randall.
" hey... kenapa kau memukulku.. "
Tanpa menjawab Mandy bergegas bangun dari tempat tidur. meraba dinding kamar dengan langkah tergesa gesa.hampir dia terjatuh tersangkut kakinya sendiri.
" huu....eekk..... hueeek.. "
mual ini semakin parah, Mandy yakin ini bahkan belum pagi. setidaknya Mandy belum mendengar suara mobil pembersih jalan lewat.
Randall yang cemas segera menyusul Mandy.
memijit mijit tengkuk Mandy berharap bisa sedikit meringankan Mandy.
" ada apa denganmu .??
apa perlu aku memanggil kan dokter ?? Randall sangat khawatir melihat wajah Mandy yang pucat.
" Tidak tuan .. tiap pagi aku seperti ini.
aku cuma butuh istirahat "
" setiap pagi .. tapi ini bahkan belum pagi "
" aku hanya perlu istirahat .." Mandy menegaskan nya sekali lagi.
"ok ..ok "
Tak mau berdebat.lagi lagi Randall menjunjung Mandy dan kembali melanjutkan tidur malam mereka.
*****
matahari mulai menyapa bumi dengan sinar lembut nya. Mandy kembali dengan mual-mual nya dan Randall tentu setia menemani calon istrinya. ya setidaknya menurut Randall begitu meski Mandy selalu menolaknya.
lain di atas lain di bawah. Vin yang meringkuk seperti anak anjing yang kedinginan di bangunkan oleh musik perkusi dari jendela mobilnya.
__ADS_1
...Tok .tok...tok...
" Tuan Vin... Tuan Vin..." Mella sudah menaikkan suara nya 4 octav. tak sabar dengan manusia yang tak kunjung membuka pintu mobilnya dia pun kembali mengetuk kaca cendela mobil yang mungkin sebentar lagi bisa pecah.
Vin segera bangun dan membuka pintu mobilnya.
" hey kau mau merusak nya hah.."
" salahmu sendiri tuan..kau tidur seperti kebo"
" kau tidak tau betapa menderitanya aku meringkuk di sana sepanjang malam . dan
.. Ahh lupakan. apa mau mu.??
" aku ingin masuk ke toko..."
" masuk saja kenapa membangunkan Aku.."
" toko belum di buka mana bisa aku masuk.
biasanya sudah buka,ada apa dengan Mandy.??"
" ya .. bantu akulah.. dobrakan pintunya atau kau panjat dinding dan masuk kamar untuk ambil kunci."
" kau kira aku Spiderman .. bisa panjat dinding "
" bukan kau kura kura ninja. dari tadi cuman meringkuk di mobil " dengus Mella kesal
Vin mengacak-acak rambutnya yang sudah seperti sarang burung.sebenarnya dia sangat malas meladeni Mella. nyawanya saja belum terkumpul seluruhnya.
" apa kau tidak menelepon nona Mandy??, "
" kau fikir aku bodoh ... tentu saja sudah.
tapi telfonnya tidak aktif "
" kau merepotkan sekali... "
__ADS_1
Vin baru ingat kalau dia yang mengunci toko dari luar dan tentu saja dia membawa kuncinya.
" hehehehe .. ini " Vin menyodorkan kunci kepada Mella yang sudah melotot sambil melipat kedua tangannya.
" CK.. sudah kuduga ada yang tak beres saat aku melihat mu disini,apa yang kau lakukan di sini sebenarnya "
" sudah ayo masuk jangan cerewet... "
mereka segera menuju toko, Vin segera membukakan pintu untuk Mella . mendorong dirinya sendiri masuk karena memang dia sudah tak sabar ingin segera memenuhi panggilan alamnya.
" apa apa an ini..... " Mella yang merasa kaget dengan keadaan toko. Rapi tapi bukan seperti rapi pada devinisi nya.
" sudahlah aku jelaskan nanti . bisakah aku kekamar mandi,aku sudah tidak tahan.."
" tuh.. di bawah tangga.."
Vin segera melesat tanpa komando sebelum hajat nya keluar tanpa peringatan.
" apa ini.. semua bunga di jadikan satu. heh... Mandy kemana sich!. kenapa dia ga buka tokonya" ???? .siapa yang membereskan ini semalam" Mella menggerutu sambil memilah Milah Bunga yang letaknya semerawut. menurut nya.
Gerak tangan Mella terhenti, mata sucinya ternoda,jiwa jomblonya meronta melihat pemandangan di tangga. begitu pun Vin yang berdiri terpaku disana melihat pemandangan yang sama.
Mandy bertengger manja di topang dua tangan kekar,kepalanya bersandar pada dada bidangnya. tangannya mengelayut manja pada leher Randall.seperti di di dalam cerita romansa. oh My God. nasib dua jomblo ini .itu yang mereka lihat dari kacamata jomblo mereka.
Faktanya tubuh Mandy sudah sangat lemas setelah bolak-balik kamar mandi mengeluarkan segala isi perutnya. wajahnya pucat pasi dan Randall dengan mata panda rambut yang berantakan. sedari subuh dengan setia menemani Mandy, padahal dia sendiri kurang tidur karena terus mencemaskan Mandy.
" Vin .. cepat ke rumah sakit sekarang.."
" baik Tuan.."
" Mandy kenapa??. aku Ikut ." Mella yang mulai tersadar dari halu jomblo nya. setelah memperhatikan wajah sahabatnya yang pucat . tentu setelah melihatnya dari dekat.
Vin segera melaju kan mobilnya dengan kecepatan yang tak tentu saat dia menambahkan kecepatan Tuanya menyuruhnya pelan. saat melambat Tuanya protes. sejak kapan Tuan Randall secerewet ini.
sedangkan Mandy tetap di pangkuan Randall tertidur dengan nyaman seperti seekor kucing.
tangan Randall sedari tadi tak berhenti mengelus kepala dan punggung Mandy memberikan gadis itu kenyamanan.
__ADS_1
Mella hanya gigit jari. melihat pemandangan yang begitu manis ini. Tunggu sejak kapan mereka bersama? apa mereka pacaran? apa mereka melakukan hal itu ??. Kini Mella sibuk dengan pikirannya sendiri.aish.. nasib jomblo.