Gadis Buta Tuan R

Gadis Buta Tuan R
Episode 54


__ADS_3

Haaaah.. Brrruuuggghhh


Brrruuuggghhh.............


Jun memukul Randall dengan balok kayu.


uhuk...uhuk...


Randall mengeluarkan darah segar dari mulutnya. dia tumbang , tubuhnya jatuh di lantai. Pandangan Randall mulai kabur ia menatap Mandy, melihat Mandy yang ketakutan dan berderai air mata Randall menguatkan dirinya untuk bangkit.


"hey ayo bangun aku belum selsai bermain denganmu"


"Cukup..." teriakan seorang wanita, dia tergopoh-gopoh membantu tubuh Randall bangkit di lantai.


siapa wanita itu... siapa dia.. RAN..... Mandy terus berteriak dengan terus menangis.


"aku hanya bermain dengannya, dia tidak akan mati semudah itu" Jun menatap kesal pada Wanita itu,"


"dia tampan sekali bukan" Alice mengelus wajah Randall yang penuh lebam dan darah. bibirnya menyunggingkan senyuman. Randall menepis tangan Alice, dan meludah padanya.


"RAN kau,"Alice merasa kesal, Randall terus saja menolaknya meskipun keadaannya sudah seperti ini.


"hahahaha... bahkan dia tidak sudi untuk kau sentuh Nona" tawa Jun mengejek.

__ADS_1


"apa yang baik dari wanita itu hingga kau terus menolak ku, lihat saja , aku akan merusak wajahnya" Alice mendekat dengan seringainya dia mengayunkan pisau ke wajah Mandy


"hemmmp...hemp" Mandy terus menggelengkan kepalanya.


Chash.....


"Heeeeemmmp,..." Mandy berteriak sakit.


sayatan pisau terukir di Mandy. Randall berusaha meronta namun lengannya di tahan anak buah Jun.


dor .dor..dor..


dua tembakan melumpuhkan anak buah Jun.


"jangan bergerak, arau peluru ini dengan senang hati menembus kepala mu"


"maaf kami terlambat Tuan" ujar Mateo.


beberapa anak buah Randall masuk dan menghajar orang orang Jun, mereka menyeret semua keluar termasuk Jun. hanya tersisa Alice sepertinya Randall ingin membuat perhitungan sendiri dengannya.


tak memperdulikan Lainnya Randall mendekatkan wanita yang melukai Mandy, tatapan dingin dan membunuh. membuat Alice gemetar.


"Ran.. aku..aku... mencintai mu...semua ini karena aku ingin bersamamu" Alice mulai menitikan air matanya, Randall tak perduli pada apa yang di ucapkan Alice, Randall menampar Alice dengan keras hingga sudut bibirnya robek, menendang tubuh Alice menjauh dari Mandy.

__ADS_1


Randall melepaskan tali yang mengikat Mandy, mengeluarkan kain yang menyumpal mulutnya, Randall merengkuh tubuh Mandy dalam pelukannya.


"maaf" lirih Randall.


Tubuh Mandy gemetar sedari awal, melihat tubuh Randall yang bersimbah darah, dalam pikirannya terus menyuruhnya untuk pergi menjauhi warna merah itu, namun ia tak sanggup untuk pergi.


Alice yang meringis kesakitan merasakan tendang dari Randall, kesal melihat kemesraan di depan matanya, tiba tiba Alice berlari ke arah Mandy dan Randall.


jlepp....


Pisau itu bersarang di punggung Randall.


"Aaaaaaaaaaa" Mandy berteriak menyaksikan kejadian itu di pan matanya.


"kalau aku tidak bisa memilikimu maka tidak ada seorang pun yang boleh" Alice mencabut pisau nya dan menghunuskan lagi namun tangan nya di cegah oleh Randall, Randall berbalik dan menekuk tangan Alice hingga pisau itu menghujam perut Alice sendiri, Alice terhuyung dan jatuh kebelakang.


tap..tap...


"Tuan...Anda" dengan tergopoh-gopoh Mateo datang membantu tuannya yang bersimbah darah, dan seorang lagi menyeret tubuh Alice keluar. Mandy hanya menangis tanpa suara wajahnya pucat dan gemetar melihat semua darah yang ada.


Tak memperdulikan dirinya Randall justru menepis tangan Mateo dan memeluk Mandy.


"tenanglah aku tidak apa apa, semua baik baik saja" Randall semakin mempererat pelukannya.

__ADS_1


"Tuan sebaiknya kita segera pergi dari sini"


Randall mengangguk, dia membantu Mandy untuk berdiri, dan mereka bertiga keluar dari ruangan itu. Anak buah Randall telah melumpuhkan semua orang-orang Jun, mengiring Jun dan Alice keluar dimana polisi telah menunggu mereka di depan gedung.


__ADS_2