Gadis Buta Tuan R

Gadis Buta Tuan R
episode 9


__ADS_3

" papa ... papa.."


seorang wanita cantik dengan rambut pirang bergelombang berlarian di lorong rumah sakit, membuka setiap pintu ruang rawat inap.


para tenaga medis di buat kewalahan oleh tingkahnya.


" Tolong nona jaga... sikap anda.. ini rumah sakit.. anda bisa mengganggu pasien yang lain"


"aku tidak perduli.... di mana papaku.."


"Maaf .. nona bisa menanyakan itu ke bagian informasi..."


"kau menyuruhku.. aku tidak tau siapa aku...aku bisa membuat mu di pecat sekarang juga..." Alice berkacak pinggang semakin meninggikan suaranya.


seorang pria tergopoh-gopoh menghampiri Alice,dia adalah supir pribadi Max.


" nona ... Tuan max dirawat di sebelah sini, mari ikut saya.. "


" ingat aku.. akan segera membuat mu di pecat.." ancam Alice pada perawat yang tadi menegur nya.


Alice berlalu dengan angkuhnya,di ikuti oleh supir pribadi papanya.


"Bukankah rumah sakit ini milik keluarga wick lalu siapa dia..., seenak jidatnya mau memecat ku"..dasar wanita ga beres.." perawat itu terus menggerutu.


****


"... Papa...apa papa baik baik saja.." Alice memeluk papanya manja.


" ya seperti yang kau lihat sayang .. hanya luka kecil.." Max tersenyum melihat tingkah manja putri semata wayangnya itu.


luka kecil di lengan dan beberapa tulang kaki yang retak, dengan tubuhnya yang tak muda lagi mungkin butuh perawatan berbulan bulan agar Max bisa berdiri tanpa tongkat bantuan.


".. papa.. bukankah papa berjanji untuk membawa Ran padaku... "

__ADS_1


" maaf sayang .. papa belum bisa.. , bisakah kau meminta yang lain selain itu nak.."


".. tidak aku .. tidak ingin yang lain... "


flashback


" papa.. aku ingin menikah dengan RAN "


" benarkah.. kali begitu ajaklah dia menikah."


max sangat senang anaknya ingin menikah dengan Randall, mengingat itu akan sangat menguntungkan untuk bisnis nya.


" dia selalu menolak ku pa..."dengus Alice kesal


Alice Sangat terobsesi pada Randall,pria itu Sany populer sewaktu kuliah dia mahasiswa termuda dengan peringatan terbaik di segalanya.


Alice yang terbiasa mendapatkan segalanya sejak kecil,tak bisa menerima saat ada seseorang yang menolak keinginannya.


" benarkah pa.. " mata Alice berbinar seperti anak kecil yang mendapat coklat.


" tentu sayang... dan dia akan sangat menginginkan mu malam ini.. bersiap lah..."


" papa memang terbaik.." Alis memeluk papanya erat , sebuah senyum licik terukir di wajah Alice.


flashback off


" Alice ... papa sudah tak muda lagi.. .. Randall juga bukan orang sembarangan..."


" jika papa ...tidak bisa .. aku yang akan melakukan nya sendiri.."


". Alice .. hentikan kegilaan mu.."


" papa .. memarahi Ku karena hal sepele seperti ini ...." Alice menggeleng tak percaya, selama hidupnya tak sekalipun papanya meninggikan suaranya.

__ADS_1


" ini ..semua salah papa,kau jadi seperti ini.."


" papa .. jahat.,papa sudah tak sayang Alice.."


Alice berlari meninggalkan ruangan rawat papa nya.


" Alice .. maafkan papa.. ,papa sudah membuat mu seperti ini..."Max bergumam lirih.


Menyesal pada akhirnya hanya percuma, max sangat memanjakan putri semata wayangnya karena istri nya yang meninggal setelah melahirkan Alice membuat Max mencintai Alice secara berlebihan.


menurut semua keinginan putrinya menjadi Alice tidak mengenal kata tidak.


***


Di sebuah ruangan terdengar gaduh, suara para pemegang saham mulai meninggi membuat mencoba memojokkan sekertaris Randall.


Berita yang menyebar di media sosial tentang Randall berhubungan dengan Mafia dan skandal dirinya yang mengendong seorang gadis memasuki sebuah hotel.


meskipun berita sudah di take down oleh hacker kepercayaan Randall namun beberapa orang yang berniat menjatuhkan Randall sudah menyimpan berita tersebut.


sekertaris hanya menghela nafas menghadapi tingkah para pemegang saham yang tak ubahnya seperti anj*Ng yang sedang memperebutkan tulang .


hanya beberapa orang yang duduk tenang memperhatikan situasi yang terjadi.


Tap..tap...


suara langkah kaki Randall seketika membuat suasana hening, seolah mempunyai sihir tersendiri meskipun si empunya kaki belum terlihat .


Duduk di singgasana nya, Randall dengan kedua tangan menopang dagunya dan tatapan yang mengintimidasi membuatnya seolah tak tersentuh.


" lanjutkan.. pesta kalian tadi.. "


semua hanya tertunduk tak ada yang berani mengeluarkan suara.

__ADS_1


__ADS_2