Gadis Buta Tuan R

Gadis Buta Tuan R
Episode 33


__ADS_3

" Periksa semua semuanya " titah seorang lelaki yang duduk di kursi kulit di meja kerja, jemari tangannya terus mengetuk meja.


sementara pria lainnya sibuk memeriksa lewat laptop di pangkuannya,


" maaf tuan sepertinya mereka telah mensabotase cctv " lapor Vin tanpa menoleh ke arah Tuannya dia masih terus mencoba layar memeriksa laptopnya.


Bruuaak


" Bedebah... " Randall menendang meja kerjanya hingga terbalik, membuat semua yang ada di meja itu berhamburan ke lantai, Vin bergidik membayangkan dia sebagai meja itu.


" cepat buat wanita itu bicara " tangan Randall sudah mengepal,matanya memerah menahan amarahnya


Vin membungkuk dan segera meninggalkan ruang kerja Tuannya.


*****


seorang wanita terkulai lemah tangan dan kakinya terikat, lingerie yang semula terlihat seksi membalut tubuhnya kini sudah tak berbentuk, sekujur tubuhnya penuh luka bekas cambukan, kakinya terasa mati,air mata tak henti mengalir.


" kalau kau terus diam aku tak bisa menjamin, kau masih melihat matahari terbit besok pagi" ujat seorang pria yang tengah berdiri memperhatikannya, mengepulkan asap membentuk huruf o dari mulutnya.


" to...lo ..ng.. Tua...n ..a..m..pun " Mella mencoba menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya, Mella bukan tak mau bicara dia terlalu Takut untuk bersuara, rasa iri pada Mandy yang selalu mendapat perhatian lebih sedari kecil selalu di pendam olehnya,tapi rasa iri hati itu mencapai puncaknya saat mandy akan menjadi seorang nyonya dari CEO termuda membuatnya gelap mata.


Mateo membuang


" katakan siapa yang menyuruhmu..??" Mateo membungkuk mendekati Mella, tangannya menarik rambutnya memaksa Mella mendongakkan kepalanya.


" A..li....ce.. tu.nangan Tuan muda " kepala Mella terasa berdenyut merasakan sakit dari akar rambut yang terasa terpisah dari kulitnya.

__ADS_1


Buuuk


Mateo melepaskan genggamannya kasar, membuat kepala Mella terbentur ke lantai, Mateo melangkahkan kaki berlalu meninggalkan Mella sendiri.


Gadis itu kini hanya bisa menangis menyesali semua yang terjadi, bukankah Mandy selama ini orang yang paling menyayanginya, bukankah Mella sendiri yang paling depan akan membela sahabatnya saat anak lain merundung, oh Tuhan Mandy maafkan aku, aku memang pantas di hukum,tangis Mella kembali pecah.


*****


Setelah mendapat laporan oleh Mateo kini Vin dan Randall berasa di mobilnya menuju sebuah bangunan besar,di ikuti beberapa mobil pengawal di belakangnya.


chiiittttt..


Royce berhenti di sebuah mansion dua laki laki keluar dari dalam mobil, tatap mata yang dingin mengiring langkah kakinya.


" Dobrak pintunya.." titah Randall dua anak buah nya pun segera melaksanakan perintah Tuannya.


Brak.. Brak.. Bruuaak..


pintu besar itu akhirnya terbuka, setelah dua orang berbadan besar itu menabrak kan diri ke arahnya.


Randall masuk tengah merebahbkan dirinya di sofa ruang tamu.


" periksa semua kamar,dan bawa wanita itu kehadapan ku " dengan suara bariton nya yang terdengar dingin.


semua anak buah Randall menelusuri setiap ruangan mendobrak paksa pintu kamar yang terkunci, sementara Vin dengan setia berdiri di samping Tuannya, para asisten rumah tangga terlihat ketakutan mereka semua terkumpul di dapur di jaga oleh dua orang anak buah Randall.


Tak lama seorang anak buah mendorong Seseorang laki laki paruh baya, terlihat bingung dengan semua orang asing yang bisa seenaknya masuk ke rumahnya, bukankah dia sudah menempatkan penjaga di mansion, raut mukanya seketika berubah setelah melihat seorang pria yang duduh di sofanya.

__ADS_1


" Tu..an.. Randall, adakah sesuatu yang mendesak hingga membuat Tuan bertamu selarut ini " pria itu berusaha tenang


" jangan bertele-tele.. dimana kau menyembunyikan anakmu?" Randall menatap tajam pada pria Tua berkepala plontos itu.


" aku tidak tahu tuan, aku tak lagi peduli padanya " Max memalingkan muka berusaha tak membuat kontrak mata dengan Randall.


" CK . .. bangs* t kau, " Randall mencengkeram kerah baju Max nafasnya memburu menahan amarahnya.


Max menelan ludahnya kasar berhadapan dengan Randall saat ini sama halnya berhadapan dengan singa yang kelaparan dia bisa menelan siapapun di hadapannya.


" jangan khawatir aku akan menemukan nya sendiri," Randall menyeringai mengerikan, menghempaskan tubuh pria paruh baya itu.


" Tuan tolong maafkan Alice,dia hanya anak kecil " Mac berusaha meminta pengampunan untuk putrinya.


" kecil.. ya aku akan mengirimkan potongan kecilnya padamu "


Randall melangkahkan kakinya keluar mansion di ikuti oleh vin di belakangnya.


" Tuan .. tolong .. Tuan maafkan dia.. Tuan" max terus berteriak memohon kan maaf untuk Alice namun tak ada jawaban dari Randall,dia hendak


menyusul langkah Randall namun tertahan oleh anak buah Yaang memegangi kursi rodanya.


" kalian ajak mereka berpesta sebelum kembali " ujar Randall sebelum memasuki mobil.


suara teriakan dan benda pecah belah yang dilemparkan kegaduhan terjadi dalam mansion max.tak seorang pun terluka namun mansion itu hancur berantakan.


Randall hanya terdiam selama perjalanan pulang,Vin yang memperlihatkan tuannya pun tak berani mengeluarkan satu katapun, keheningan tercipta sempurna dalam mobil itu.

__ADS_1


__ADS_2