Gadis Buta Tuan R

Gadis Buta Tuan R
Episode 12


__ADS_3

".. Nona Mandy mari ikut saya..."


" kemana ...Tu..an.."


" kita ke lounge saja .. disini terlalu sesak.."


" baik... ,tapi Tuan bisakah anda menuntun saya" sebenarnya Mandy sangat tidak nyaman,Vin yang masih asing bagi tapi Mandy tak punya pilihan lain.


" Tentu nona.. "


Alih alih memegang tangan Mandy Vin memberi sebuah ujung sapu tangan untuk di pegang Mandy.


"maaf merepotkan Anda tuan Vin.. " ternyata dia sangat menghargai wanita Kirin Mandy


" aku tidak mau mati konyol nona.." gumam Vin dalam hati, mengingat Randall menginginkan Mandy melihat Vin mengandeng tangannya pasti membuatnya marah.


*******


" silahkan duduk nona..." Vin menyeret mundur sebuah banku dan membantu Mandy duduk.


"Terima kasih"


"apa Anda ingin minum sesuatu"


" coklat hangat tolong.."


" coklat hangat... " Vin mengerutkan darinya, siap yang ingin meminum coklat panas di musim panas begini.


" baiklah.. tunggulah sebentar.."


" trima kasih"


Vin pun berlalu menuju counter pemesanan.


Tanpa Mandy sadari Randall duduk di depannya hanya terpisah oleh meja bundar, memperhatikannya dalam diam.


" my little Mandy... "


"kau... apa yang kau lakukan di sini" !!! Mandy Sontak berdiri,matanya terbelalak mendengar suara yang tak asing di telinga nya.


Randall segera meraih tangan Mandy memaksanya mengikuti langkahnya, mandi menarik berusaha melepaskan tangan yang di genggam Randall namun tenaganya kalah kuat.


" tolong lepas kan aku Tuan.. "

__ADS_1


Randall tak menghiraukan ucapan Mandy terus melangkahkan kakinya, dengan satu tangan dia membuka pintu sebuah ruangan.


Randall menghempaskan tubuh Mandy ke tembok dengan tangan yang masih di genggam erat di kunci ke belakang tubuh Mandy.


Randall menyatukan kening mereka,nafas hangat terasa menyapu wajah Mandy, aroma maskulin menyeruak di mengikuti oksigen masuk ke paru paru Mandy membuat jantung nya tak karuan seperti ingin melompat keluar.


". Tuan tolong .. lepaskan aku...aku mohon.."


Randall hanya diam tak menghiraukan permohonan Mandy,Dia hanya ingin seperti ini berada di dekat Mandy, menghirup aroma yang menenangkan.


Randall mengendurkan genggaman tangannya, meletakkan kepalanya di bahu Mandy, memeluk gadis itu erat.


" Tolong .. seperti ini .. sebentar saja.."


Randall hanya ingin melepaskan semua gundah hatinya, bersama Mandy ia bisa merasa tenang.


lain dengan Randall, Mandy seperti masih merasakan trauma, tubuhnya bergetar air matanya sudah meleleh membasahi pipi lembutnya Tanpa suara.


". kenapa .. kau menangis.." Randall melepaskan pelukannya, mengusap lembut pipi Mandy.


" Tuan.. tolong jangan seperti ini aku mohon.."


" kenapa.. bukankah kau sudah memaafkan ku.."


". kalau begitu aku tidak menerima maafmu.."


" tapi Tuan.. bukankah Tuan yang bersalah.."


" beraninya kau... jangan harap aku melepaskan mu....". wajah Randall sudah merah padam menahan amarah, tak terima dengan penolakan Mandy.


" ta....p..."


Tubuh Mandy sudah lemas,ia tak sadarkan diri, Randall dengan sigap menangkap tubuh mungilnya.


" hei... hei...


bangun... Mandy .. buka.. matamu...!!!"


Randall segera mengambil benda pipih silver di sakunya.


" Vin..cepat siapkan mobil "


" baik .. Tuan"

__ADS_1


Randall menyelimuti tubuh Mandy dengan jasnya, mengendong Mandy ala bridal style,ia tak perduli dengan mata yang memperhatikannya.


Vin membuka pintu pintu untuk Tuanya ,Vin yakin bahwa yang ada di tangan Tuanya adalah Mandy,Vin pun tak banyak bertanya, melajukan mobilnya dengan cepat.


****


" cepat .. tolong dia.."


Randall terlihat sangat panik,Vin pun Terheran dengan Tuannya,selama Vin bersama Randall ini pertama kalinya Randall seperti ini.


setelah beberapa saat seorang perawat akhirnya keli dari ruang pemeriksaan.


" keluarga nona Mandy silahkan masuk.."


" baik .."


Randall segera masuk ke ruang pemeriksaan.


" apa yang terjadi padanya dokter..


.....apa dia baik baik saja....


.. apa ada sesuatu yang serius.."


" tolong tenangkan diri anda tuan...


....dia hanya kelelahan.. dan.."


" dan .. apa dokter"


" saya mengucapkan selamat . anda tuan...."


" apa maksud dokter... "


" istri anda Hamil "


" Hamil.."


" iya .. kandungan masih lemah ,


masih berusia 4 hari .. tolong jaga pola makan dan istirahat yang cukup.. saya akan memberikan vitamin untuk ibu dan bayinya."


Randall masih terdiam berusaha mencerna tiap kata yang di ucapkan dokter tadi.

__ADS_1


__ADS_2