
Randall terus mencoba mencerna perkataan dokter tadi.
" istri anda hamil..! tapi aku belum menikah.
mungkin yang dia maksud istriku.. Mandy??.
tapi bukankah kami hanya melakukannya sekali.setangguh itukah aku!!"
seulas senyum kebanggaan akan dirinya sendiri terpampang jelas di wajahnya.
" jadi ada aku kecil disini" Randall mengelus perut Mandy yang masih rata. ada perasaan hangat mengalir dari Randall kecil yang dia rasakan.
" apa dia sudah tau???." Randall masih bingung bagaimana dia menjelaskan pada Mandy saat dia sadar nanti.
"..Tu..an.."
" kau sudah sadar .. bagaimana perasaan mu "
" kenapa ..kita di rumah sakit.."
" darimana kau tau kita di rumah sakit "
" Desinfektan.. dan obat-obatan.
mana lagi tempat dengan aroma setajam ini"
"pelan pelan" Randall segera membantu Mandy
mendudukkan diri.mengatur ranjangnya supaya bisa untuk bersandar.
" terima kasih"
" Mandy menikahlah denganku "
Mandy terdiam.dia dunianya jungkir balik. kepalanya tiba tiba merasa sakit.
" Mandy apa kau mendengar ku.."
" maaf Tuan.. saya tidak bisa "
" KENAPA " dada Randall bergemuruh mendengar penolakan Mandy.jelas jelas Mandy Mengandung anaknya kenapa dia menolak.
" sa..ya.. sudah menikah "
" haaaahaa... jangan mencoba melawak!!.
bahkan malam pertama mu dengan ku bukan.
apa kau lupa."
__ADS_1
" Tuan.. tolong mengertilah saya tidak bisa menikah dengan Anda."
" suka atau tidak kau akan menikah dengan ku "
Randall menceram rahang Mandy.otaknya sudah mendidih, menghadapi penolakan Mandy yang terus menerus membuatnya frustasi.
" aku akan tak akan melepaskan mu .."
" sa..akit.. Tu..an..."
" setelah infusmu di lepas aku akan
mengantar mu pulang "
Mandy hanya diam merasakan kedua pipinya yang berdenyut sakit.air matanya seakan sudah ingin jatuh namun ia berusaha menahan nya.
"oh.. dewa apalagi ini. kenapa kau memberikan apa yang tak aku pinta.."
******
Dua manusia duduk dalam kuda besi berkecepatan kuda melaju menembus pekatnya malam ini. garis batas jalan di aspal hitam dan sorot lampu jalan menemani perjalanan mereka.
Randall sendiri yang mengantarkan Mandy pulang. sedangkan Vin pulang naik taksi. tentu atas perintah Tuan mudanya.
" apa dokter mengatakan sesuatu Tuan.."?.
Suara Mandy memecah keheningan mereka.
"emmmh..."
" tidurlah perjalanan kita masih lumayan lama"
Kepala Mandy memang masih agak pusing. dia pun menyandarkan kepalanya dan tak lama ia sudah terbawa mimpi bersama angin malam.
melihat Mandy yang tidur pulas.ada ketenangan di hati Randall.perlahan tangan
kirinya mengelus pipi halus Mandy.
" cantik "
jadi dia belum tau kalau dia mengandung anakku.bagaimana kalau dia tau nanti.??
Randall mengembuskan nafas kasar memikirkan semua kemungkinan yang terjadi.
Randall memang kasar dan sedikit arogan tapi,
dia tak ingin anaknya lahir tanpa seorang ayah.
*******
__ADS_1
Deru mobil pembersih jalan bak alarm otomatis
Mandy, lumayan dia tak perlu lagi membeli jam weker.
berusaha mendudukan dirinya mengingat perlakuan Randall padanya yang begitu lembut.
flashback Mandy
Randall menghentikan mobilnya di depan toko Mandy. setelah perjalanan yang cukup memakan waktu karna Randall menjalankan mobilnya tak lebih dari 50km/jam.bukan karna macet jalanan cukup lengang,dia hanya ingin berlama lama dengan kucing kecil nya.
Randall membuka pintu mobil untuk s
Mandy menggendongnya seperti ala bridel.
Mandy yang tak bertenaga tak bisa lagi menolak.
" dimana kuncinya.. "
" di dalam saku saya tuan."
Randall mencoba mengambil kunci dari saku Mandy agak sedikit kesulitan dengan posisi mereka sekarang. Mandy yang merasakan tangan Randall meraba raba kantongnya merasa geli hingga mengeliatkan tubuhnya.
" jangan banyak bergerak...kau bisa jatuh "
" maaf.." pipi Mandy bersemu merah.menutupi muka dengan kedua tangannya.
Randall semakin gemas dengan tingkah Mandy. ingin rasanya dia memakannya Sekarang.tapi ia tahan meskipun junior sudah mulai bereaksi.
Setelah berhasil membuka pintu Randall mengantar Mandy ke kamarnya, merebahkan di kasur kecilnya.menutupi tubuh Mandy dengan selimut. mengecup lembut kening Mandy.
" jaga dirimu.. jangan lupa minum obat. tidurlah aku akan pulang "
" hmmm "
Wajah Mandy terasa panas.ada desiran aneh di dadanya.
*****
" Sehangat itukah dirimu Tuan.."
Lamunan Mandy berakhir dengan datangnya rasa mual.perutnya seperti di aduk sendok besar.Mandy berdiri dengan sempoyongan meraba raba dinding tembok kamarnya menuju wastafel di kamar mandi.
". Huu.. eekk.."
Mandy mengeluarkan isi perut nya yang tak lain hanya sedikit cairan lambung karna memang perutnya tak di isi sejak kemarin.
". ada apa denganku..kenapa aku seperti ini setiap pagi.apa ini hanya kelelahan biasa"
Mandy merasa aneh dengan tubuhnya sendiri.
__ADS_1
mual setiap pagi nafsu makan yang berkurang. apa dia sakit keras, dua terus bertanya pada dirinya.
Setelah membersihkan diri Mandy bergegas turun membuka toko bunga kecilnya. dia berencana untuk pergi ke dokter memeriksakan diri saat Mella pulang nanti. kalau dia tidak lupa .