Gadis Buta Tuan R

Gadis Buta Tuan R
Episode 22


__ADS_3

Angin dingin musim gugur mulai berhembus semilir membelai dedaunan kering membuat mereka ikut menari mengikuti liuk sang angin meninggalkan sang pohon.


sebuah Bugatti Divo terparkir di depan sebuah toko kue kecil dengan seorang pria duduk dengan tenang di dalamnya. menanti sang asisten yang tengah mengambil pesanan kue yang tidak pernah ia sukai.


Tak lama seorang pria keluar dari toko menenteng sebuah kotak berwarna putih berlogokan toko kue tersebut berjalan menuju Tuannya.


" ini Tuan. black forest dengan coklat extra." Vin menyodorkan kotak berisikan pesanan kue nona mudanya .


" emmh...apa menurutmu anakku akan berwarna coklat juga Vin" ??. sebuah pertanyaan lolos begitu saja dari mulut Tuan muda kita ini.


Kening Ving mengerut rahangnya hampir jatuh mendengar ucapan Tuannya." kenapa Tuan jadi kurang pintar begini.!!.apa otak Tuan sudah kongslet..!!?? bagaimana mungkin sesuatu yang dicerna lambung bisa ikut mewarnai bayinya..?!!!? .. apa bisa ya !? alih alih menjawab Vin justru bermain sendiri dengan otak kusutnya.


" hey Vin."


" eh.. mungkin saja Tuan" !?? jawab Vin asal dengan gelagapan.


" sudah jangan cerewet.. cepat kita pulang "


" baik Tuan " vin memasang sabuk pengaman dan segera melajukan mobilnya.meski dirinya menggerutu dalam hati. siapa yang bertanya dan siapa yang di marahi.


******


seorang wanita memakai sweater rajut warna abu abu dengan kerah warna peach dengan bawahan warna senada tengah duduk menikmati semilirnya angin dari jendela kamar yang ia biarkan terbuka lebar .membiarkan udara dingin membelai lembut rambutnya. perutnya terasa sangat lapar namun yang di tunggu tak jua datang. meski Mateo sudah menyiapkan berbagai menu makanan tapi tak satupun yang dia sentuh.


ceklek... tap tap...

__ADS_1


Dia pun menoleh kearah pintu kamarnya. dia mengenal langkah kaki ini dan aroma parfum yang selalu akrab dengan Indra penciumannya.


" kau bisa sakit.." Randall segera menutup jendela setelah meletakkan kue di atas meja.


Randall menggeser meja. mengerakkan sofa agar lebih dekat dengan wanitanya. kini lutut mereka saling bersinggungan. tangan Randall dengan cekatan memotong kue dan meletakkannya di atas piring kecil yang dia bawa tadi. Tuan muda kita melakukan semuanya sendiri hari ini.


" aaaa.. " Randall menyuruh Mandy membuka mulutnya.mendekatkan garpu kecil yang menusuk sepotong kecil kue coklat.


Mandy pun membuka mulutnya dengan senang hati. memang ini yang dia tunggu dari tadi. meski cacing di perutnya sudah berdemo minta makan.tapi mereka tak mau menerima makanan lain selain makanan manis ini.


" Terima kasih " bibir Mandy membuat sudut ke atas membuat lengkungan manis di wajahnya..



Deg...


" Tuan... " suara Mandy terdengar gugup. menundukkan wajahnya dia pun menautkan jari jari kecilnya.


" iya ... "


" aku ingin memelihara kucing .. " sangat lirih namun Telinga Randall masih bisa mendengarnya.


" aku bosan Tuan "


" bukankah ada Mella.. "

__ADS_1


" tidak sama.."


" apa kau sangat menginginkannya "


" emmh.. " Mandy mengangguk kecil.


Randall mengangkat dagu Mandy. sadar atau tidak Mandy memasang puppy eyes.ah.. siapa yang mampu berkata tidak padanya saat ini.


" kalau begitu ini tidak akan gratis.. "


" Tapi aku tidak punya uang. .. " Mandy memanyunkan bibirnya . membuat Randall semakin gemas dibuatnya.


segera tangan kekar ini menjunjung tubuh mungil kucing kecilnya. tubuh Mandy serasa terbang sesaat sebelum ia mendarat di pangkuan Randall. pria ini menuntut dua tangan kecil untuk melingkar di lehernya. sementara tangannya sendiri membelit pinggang ramping Mandy. mengelus perutnya yang masih rata.


Membenamkan kepalanya di ceruk leher Mandy. menci*umnya.menyesap dan sedikit mengigitnya membuat tanda kepemilikan di sana. membuat sang empunya mengigit bibir bawahnya menahan suara yang ingin keluar dari bibirnya. puas disana dia beralih ke bibir ranum yang manis mel*matnya lembut. semakin lama semakin dalam semakin menuntut tangan Randall memegang tengkuk Mandy agar tautan mereka tidak terlepas. mendapat izin dari yang empunya kini Randall sudah mengabsen setiap gigi mandy. Mandy membalas Ciuman itu dengan kaku karna dia memang masih sangat amatir. tangan Randall sudah menjelaskan menyusup ke dalam mengelus punggung polosnya.


Randall melepaskan tautannya saat mandy mulai memukul mukul dadanya. terengah engah mereka berdua mengambil oksigen sebanyak mereka bisa. Randall mengusap Salivanya di ujung bibir Mandy.


"Deal .. pembayaran telah di lunasi. " Randall menyatukan kening mereka.


Wajah Mandy terasa panas. dia membuang muka sembarang. agar Randall tidak menatapnya dan membuatnya semakin malu.


Randall hanya terkekeh melihat tingkah lucu Mandy.


" ayo . Aaa lagi "

__ADS_1


Mandy tidak bisa menolaknya. perut ini tidak bisa berbohong dia masih lapar. makan malam di teruskan di pangkuan Tuan muda. di selingi kecupan manis dan belaian lembut di rambut dan yang lainnya. hanya itu tidak lebih janji.


__ADS_2