Gadis Buta Tuan R

Gadis Buta Tuan R
episode 28


__ADS_3

Kini Many telah tertidur pulas. setelah dokter muda itu memberikan obat padanya. kini tiga orang tampan sedang duduk di teras belakang. menikmati secangkir minuman.menikmati air kolam yang tenang


" apa bisa untuk operasi sekarang."


" tidak . itu akan membahayakan janinnya. karna obat bius yang di gunakan bisa mempengaruhi perkembangan janinnya. bahkan kematian. "


Randall mendengar dengan serius. sebenarnya dia kecewa dia ingin membuat Mandy bisa melihat dunia ini kembali.


" sebaiknya kau bawa dia ke rumah sakit. aku rasa terjadi sesuatu pada kandungannya.. " dokter muda itu menyeruput teh segelas teh hijau favoritnya.


" apa maksud mu" kini Randall menatap nya tajam.


" hanya insting dokter ku "


" kau tau aku tidak suka tempat itu. "


" CK ..tapi aku bukan dokter kandungan aku tidak bisa memastikan apapun. "


" okey .. besok Vin akan mengantarkannya. "


" baik Tuan.."


" Vin kau terlalu penurut. Hey .. tuan muda kau tau nona itu pasti akan lebih senang saat kau yang mengantarkan nya. " kadang dokter muda ini merasa kesal dengan temannya yang tidak peka sama sekali dengan wanita.


Randall hanya diam menikmati kopi hitam tanpa gula. matanya terus memperhatikan riak air kolam yang seakan mewakili perasaan dalam dirinya yang mulai terbawa gelombang aneh yang terus menyeretnya.


" ok aku harus kembali ke rumah sakit... jaga dia baik baik pasti dia istirahat dengan cukup. "


dokter muda itu meninggalkan bangku tempat ia duduk dan mulai melangkah pergi.


" Jay.. Terima kasih " sebuah kata yang sangat langka dan hampir punah dari kamus hidup tuan muda ini akhirnya terucap.


" huuuuaaaaaaah.... " Jay segera berlari kembali memeluk temannya. sangat terharu matanya hampir berkaca kaca mendengar teman mengatakan hal itu.


" lepaskan . .. kau menjijikkan.. "


" kau benar-benar Randall .. hmmm haha aku sungguh terharu. kau memang sahabat terbaikku. " bukannya melepas dia malah mempererat pelukannya.


" lepaskan ..atau aku masukkan ke kolam "


" baik baik.. aku akan pergi.. " dari pada dia basah kuyup lebih baik dia pergi sekarang. tapi dia merasa senang temannya kini sedikit berubah.


" bawa wanita itu kemari.."


" baik Tuan " Vin segera bangkit dari tempat duduknya

__ADS_1


******


seorang wanita berdiri di pinggir kolam menghadap Tuannya. wajahnya terlihat begitu gugup. ia tak berani menatap tuanya . ia hanya menunduk terdiam.


Randall bangkit dari bangku yang ia duduki. sorot matanya sangat mengintimidasi membuat siapapun enggan untuk mendekat.


" a..a..ahk"


wanita itu kini memekik kesakitan. tulang rahangnya terasa patah. tangan besar itu mencekramnya dengan kuat. kakinya lemas seakan tak bertulang.


"aku membayar mu untuk menjaga Mandy bukan untuk bertingkah sesukamu. " sorot mata yang dingin seakan bisa membunuh siapapun yang ada di hadapannya.


" Byuuurr "


" tubuh wanita itu terpelanting jatuh ke dalan dinginnya air kolam.


" Kurung wanita ini di ruang bawah tanah . beri makan sekali sehari dan jangan biarkan dia keluar sebelum aku mengeluarkan nya "


Randall melangkahkan kaki meninggalkan wanita yang menggigil kedinginan merasakan dinginnya air kolam yang menusuk sampai ke tulang.


Mella berusaha beranjak dari dalam kolam mencoba meraih bibir kolam.belum sempat ia meraih tepi yang menjadi pembatas genangan air itu. tangannya sudah di angkat diseret paksa untuk keluar dari sana.


" lepaskan.... lepaskan aku ." Mella mencoba menghempaskan tangan mencoba melepaskan genggaman Vin.


Mella terdiam mendengar ucapan Vin . ia pun pasrah di seret oleh tangan besar Vin.


" nikmati kamar baru mu nona."


Vin meninggalkan gadis itu sendiri di ruangan gelap.cahaya matahari yang mampu menembus masuk hanya lampu kecil yang memancarkan cahaya kuning nya.


Rahang masih terasa berdenyut merasakan sakit. bibir menarik ke atas membuat lengkungan yang mengerikan menyeringai menampakkan deretan giginya. tangannya mengepal kuat.


" Hahahaha... " suara tawa seorang wanita menggema di ruangan gelap itu.tak ada seorang pun di sana hanya lantai dingin dan jeruji besi yang menyekat nya dengan ruangan lain. nampak Kilauan besi yang nampak dari dindingnya.


" ini hanya sementara... kau akan akan membayar semua ini Mandy... "


****


Jam dinding menunjukkan pukul 1 dini hari. rasa lapar yang menyergap perutnya tak bisa di tahan lagi. sedari tadi wanita ini tak bisa tidur terus memegangi perutnya yang keroncongan. namun ia berusaha tidak membangunkan seseorang yang tengah tidur dan menjadikannya guling hidup.


" ..Tuan.. " Mandy mencoba membangunkan pria ini dengan suara kecilnya.


" RAN... aku mohon bangunlah. "


sebuah senyum nampak di wajah Randall yang sebenarnya sudah bangun sedari tadi. karna Mandy terus saja mengeliat kan tubuhnya.

__ADS_1


" ada apa.. " dengan suaranya yang masih parau dia mempererat pelukannya.


" aku lapar... "


" hmm.... ok.. kau kau mau makan apa " Kini Randall malah menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Mandy dan menciumi nya.


" aku mohon hentikan.. ini sangat geli.. aku ingin makan semangkok bubur nasi hangat dengan telur hitam .. "


" telur hitam. kau benar mau makan itu " Randall menghentikan aksinya. dia kini memandang aneh pada Mandy. meskipun telur hitam makanan yang umum. tapi Randall tak pernah suka dengan bentukannya.


" iya , tolong.. " lirih Mandy.


" baiklah tunggu sebentar aku akan menyuruh Mateo menyiapkan nya "


" tidak..aku ingin kau yang memasaknya."


" Apa. ..!!??? yang benar saja aku bahkan tak pernah menginjakkan kakiku ke dapur."


" please.. dia yang memintanya.." lirih Mandy sambil mengelus perutnya.


" baiklah tunggu sebentar " Randall segera melangkah keluar menuju dapur.


Ternyata tak mudah jadi seorang koki. Randall membuka setiap laci mengeluarkan segala isinya mencari bahan yang ia butuhkan. dan akhirnya setelah perang dunia ke 3. semangkok bubur nasi dengan sedikit bau gosong dan toping daun bawang yang di potong asal dan telur hitam yang di potong kecil siap.


Mandy duduk di atas ranjangnya menanti sang koki terbaik menghantarkan pesanan.seorang laki laki laki dengan kaos warna putih dan celana pendeknya. membawa nampan menghampirinya.


" apakah anda menunggu lama nona.. "


" ah .. tidak tuan "


Randall meletakkan nampan yang berisikan bubur di atas nakas. ia merapikan rambut Mandy ke belakang. agar tidak menganggu saat ia makan.


" ayo .. aaaa Randall menyiapkan sesendok bubur yang telah ia tiup sebelumnya. Mandy pun menurut dan membuka mulutnya.


" waw ... ini sangat lezat." mata Mandy membulat merasakan bubur Terlezat yang pernah ia makan.versi bumil ngidam tentunya.


" benarkah.. kalau begitu habiskan.. " ada rasa bangga yang Randall rasakan. mengingat itu adalah masakan pertamanya.


" hmm kita makan bersama .. "


" siap.. "


mereka pun tertawa bersama di temani semangkok bubur nasi hambar berbau gosong


pagi hari di mansion di sambut konser rock and roll dari Mateo yang live dari dapurnya yang berantakan seperti kapal Titanic yang terbelah. mengumpat pada pelaku ke gilaan di dapur tadi malam.

__ADS_1


__ADS_2