
"Gimana seneg gak?"Tanya sang papa di sepanjang jalan pulang.
"Seneng banget malah pa."Ucap Lisa dengan ekspresi bahagia nya.
"Papa senang kalau kamu senang."Jawab sang papa sambil tersenyum.
"Makasih ya pa, udah ajak Lisa jalan-jalan hari ini."Ucap Lisa lagi.
"Sama-sama sayang,maaf kan papa ya jika beberapa hari ini sangat sibuk dan tidak terlalu bisa menemani mu."Ucap papa Abian kepada Lisa.
"Gak apa-apa kok pa,kan papa kerja juga buat Lisa."Ucap Lisa dengan raut wajah yang terlihat sangat ceria bisa jalan-jalan bersama sang papa.
"Pinter banget anak papa."Ucap papa Abian yang merasa Lisa itu masih anak-anak di matanya.
Sementara itu di sisi lain.
Ting tong ... Ting tong ... Ting tong. Beberapa kali bel di vila Alfa berbunyi.
Mama Talita yabg sedang duduk santai di ruang tengah pun akhirnya berdiri dari duduknya dan berjalan untuk membuka pintu.
"Permisi nyonya."Ucap seorang gadis berpakaian lusuh dengan membawa tas besar di tangan nya.
"Kamu Mina ya?"tanya mama Talita kepada gadis itu.
"Iya nyona, saya Mina."Jawab gadis itu menunduk kan badan nya.
"Ouh iya,ayo Mina masuk lah."Ucap mama Talita kepada Mina.
"Terima kasih nyonya."Jawab Mina melangkah kan kaki nya masuk ke dalam vila tersebut.
"Mina ibu mu, sudah menceritakan semuanya kepada mu?"Tanya mama Talita kepada Mina.
"Iya nyonya,ibu bilang kalau nyonya ingin memasukkan saya ke sekolah,dan meminta saya untuk tingal di sini agar bisa membantu ibu."Jelas mna kepada mama Talita.
"Ya ini adalah tanda terima kasih saya kepada kamu dan ibu mu karena kalian berdua benar-benar sudah berjasa kepada saya."Ucap mama Talita.
__ADS_1
"Saya juga gak menyangka akan bertemu nyonya Talita yang sangat baik."Jawab Mina menuju mama Talita.
"Ah, kami ini bisa aja sih, ya udah sekarang temui ibu mu,dia ada di dapur vila, dan satu lagi Mina, besok kamu usah bisa ke sekolah dan seragam mu juga udah saya berikan kepada ibu mu untuk di simpan di kamar kalian, dan kaku tidur sama ibu mu y, aku harap kamu bisa membantu nya di sini."Ucap mama Talita menjelaskan.
"Ya ampun nyonya baik sekali, terima kasih banyak nyonya terima kasih."Ucap Mina hendak bersujud di kaki mama Talita namun dengan cepat mama Talita menahan nya.
"Udah-udah, sekarang kamu bantuin ibu kamu masak makan malam ya,ini udah sore banget saya juga mau ke kamar dulu,oh iya dapur nya di sebelah sana."Ucap mama Talita yabg kemudian berlalu pergi meninggalkan Mina.
Sementara Mina hanya mengangguk paham dengan apa yang di ucapkan oleh mama Talita.
Mina pun berjalan melewati ruang tengah vila dengan pandangan ke sana ke sini melirik seluruh sudut rumah yang sangat mewah itu.
"Rumah ini sangat mewah."Batin Mina yang miskin meronta-ronta.
Setelah kagum, kagum nya dengan vila itu Mina pun memilih untuk menghampiri ibu nya yang ada di dapur vila.
Malam harinya.
"Alfa kemana ya? Kok jam segini masih belum pulang?"Batin mama Talita menghawatirkan Alfa yang sejak tadi pagi sudah pergi dari vila dan sampai sekarang masih belum pulang.
"Nyonya,apa tuan Alfa sudah pulang? Makan malam nya sudah selesai, tingal di sajikan saja."Ucap bi Ijah kepada mama Talita.
"Baik nyonya."Jawab bi Ijah kepada mama Talita.
Benar saja tidak lama kemudian Alfa pun pulang.
"Nah itu dia."Batin mama Talita mendengar pintu vila yabg terbuka.
"Dari mana saja Alfa? Apa kamu gak lihat ini udah malam?"Tanya mama Talita kepada Alfa.
"Mama nungguin aku? Ngapain sih ma, kayak kurang kerjaan aja."Jawab Alfa memutar bola mata malas.
"Ayo makan malam,ada yang ingin mama jelas kan."Ucap mama Talita berdiri dari duduknya dan kemudian berjalan menuju ruang makan di dapur vila itu.
"Apa lagi sih, gak ada habis-habisnya."Batin Alfa benar-benar tidak ingin mendengar kan apapun yabg akan di ucapkan mama nya.
__ADS_1
Meskipun begitu Alfa tetep mengikuti sang mama sampai ke meja maka.
"Duduk Alfa."Ucap mama nya kepada Alfa.
"Ya."Jawab Alfa cuek.
Sementara itu bi Ijah bolak balik menyiapkan makan malam di atas meja.
"Makan lah Alfa."Ucap mama Talita kepada Alfa.
"Gak,aku udah kenyang,mama bilang aja sih mau ngomong apa,aku capek ma mau istirahat."Jawab Alfa.
Mama Talita mengelus dada menahan emosi melihat putra semata wayang nya itu sangat tindak bisa di atur.
"Alfa, kamu itu kenyang makan nya apa sih? Mama itu udah capek-capek loh suruh bibi Ijah buat masakin makanan yang enak-enak untuk kamu makan,eh kamu malah gak mau makan."Ucap mama Talita kepada Alfa.
Sementara itu perhatian Alfa teralihkan kepada seorang gadis yang juga ikut sibuk membantu bi Ijah menyiapkan makanan.
"Ma, dia siapa? Pembantu baru ya?"Tanya Alfa melirik Mina.
"Alfa,kamu gak kenal ya? Dia itu Mina anak ni Ijah yang kemarin mama cerita ke kamu."Jawab mama Talita.
"Terus, ngapain dia ke sini? Jadi pembantu juga?"Tanya Alfa lagi.
"Astaga,Alfa kan mama udh bilang dia itu ke sini karena mama masukin dia ke sekolah yang sama dengan kamu,agar kalian bisa berangkat bareng dan dia juga tingal di rumah kita biar bisa bantu ibu nya juga."Jelas mama Talita sekali lagi.
"Apa!? Mama bercanda kan? Sekolah bareng aku? Tingal di rumah kita?"Ucap Alfa kaget dan tidak mempedulikan Mina yang mendengar nya.
"Iya kan mama masukin dia ke sekolah yang sama dengan kamu sayang."Ucap mama Talita.
"Ma,mama itu ngapain sih buang-buang uang,pake masukin orang lain ke sekolah yang sama, sama aku, terus malah suruh berangkat bareng lagi sama aku, masa aku berangkat bareng sama anak pembantu, gak ma, aku gak setuju ngotorin mobil aja."Jawab Alfa dengan suara lantang menolak keinginan mama nya.
"Cukup Alfa! Kamu ini ya! Bicara gak ada sopan santun nya sama sekali, bagus kamu begitu?"Ucap mama Talita marah.
"Terserah mama."Ucap Alfa yang kemudian berdiri dari duduknya dan berjalan meningal kan ruang makan tersebut menaiki tangga menuju kamar nya.
__ADS_1
Sementara itu Mina hanya bisa diam dan mendengar kan apa yang di pertengkarkan oleh mama Talita dan Alfa.
Bersambung ....