Gadis Culun VS Kakak Kelas Sombong

Gadis Culun VS Kakak Kelas Sombong
CC VS KKS #80


__ADS_3

Sementara itu Rian menaiki mobil dengan kecepatan tinggi menuju rumah Alfa.


Tidak butuh waktu lama dia pun akhirnya tiba di vila Alfa.


"Tante Alfa kok bisa sampai kayak gini?"Tanya Rian saat melihat keadaan Alfa sekarang.


"Nanti tante jelasin ke kamu Rian, sekarang tolong Tante buat bawa Alfa ke rumah sakit dulu."Ucap mama Talita.


"Oke tante, jangan panik dulu, sekarang kita bawa Alfa ke rumah sakit ya."Ucap Rian yang kemudian membopong Alfa masuk ke dalam mobil nya.


Tidak butuh waktu lama mereka pun akhirnya tiba di rumah sakit dan segera membawa Alfa masuk ke dalam nya.


"Dokter tolong anak saya."Ucap mama Talita.


"Tenang nyonya, silahkan tunggu di luar,kami akan melakukan yang terbaik."Jelas sang dokter yang kemudian masuk ke dalam ruang rawat Alfa.


Satu jam pun berlalu.


Terlihat mama Talita yang Mondar-mandir di depan ruang rawat Alfa.


"Tante, tenang lah, mereka akan menangani Alfa."Ucap Rian yang merasa bingung melihat mama Talita mondar mandir.


"Tapi Tante mengawatirkan keadaan Alfa Rian."Jawab mama Talita.


"Iya tapi dokter ada di dalam dan Alfa hanya demam tinggi Tante, yakin lah dia akan baik-baik aja."Jelas Rian.


"Rian, Alfa adalah anak Tante satu-satunya bagaimana bisa tente gak khawatir."Ucap mama Talita.


"Kalau begitu Tante, tolong cerita kan apa yang sebenarnya terjadi kepada Alfa, hingga jadi seperti ini?"Tanya Rian penasaran.


Dan akhirnya mama Talita pun menceritakan semua hal yang terjadi dari awal sampai akhir dan tentang bagaimana papa Lisa menjawab telepon dari mama Talita.


"Jadi Lisa ingin bertunangan?"Tanya Rian kaget dan tidak mengetahui itu sebelum nya.


"Iya Rian, dan Tante juga gak habis fikir."Ucap mama Talita.


"Tapi setau aku, Lisa sangat mencintai Alfa tante, bagaimana bisa dia meningal kan Alfa?"Rin pun curiga akan hal ini.


"Kalau dia mencintai Alfa, mengapa dia meningal kan Alfa dan bertunangan dengan orang lain?"Tangis mama Talita.


"Tunggu Tante, ini semua pasti karena papa nya Lisa, om Abian, iya beredar tentang perjodohan Lisa dengan anak teman papa nya, tapi setau aku Lisa menentang perjodohan tersebut,tapi mengapa sekarang dia menerima nya?"Jelas Rian sambil mengingat gosip beberapa hari lalu.


"Ya tuhan,kasian Alfa dan Lisa."Mama Talita semakin sedih mendengar cerita Rian barusan.


Mereka tidak tau Lisa menerima perjodohan itu semata-mata untuk menyelamatkan Alfa dari bahaya papa dan kakak tirinya.


"Tante, sabar lah, jangan menagis,kita masih belum tau apa yang terjadi sebenarnya dan mengapa Lisa jadi mau di jodohkan dengan orang lain.

__ADS_1


Mama Talita pun akhirnya duduk di samping Rian sambil terus menitikkan air mata nya, dia kebingungan bagaimana bisa kisah cinta anak semata wayangnya jadi seperti ini.


Sementara itu di sisi lain.


"Ngapain Lo bawa gue ke sini?"Tanya Mala kepada Mina.


"Biar gak ada yang dengerin kita dong."Jelas Mina.


"Yaudah cepet ngomong."Ucap Mala.


"Gue mau kita kerja sama, bukan nya Lo suka ya sama Aditia, jadi Lo harus nyingkirin Lisa buat dapetin Aditia."Lagi-lagi Mina meracuni pikiran Mala.


"Maksud Lo apa? Dari mana Lo tau gue suka sama Aditia?"Jawab Mala menatap Mina dengan tatapan tajam.


"Lo gak perlu tau soal itu, yang jelas Lo mau gak kerja sama, sama gue buat ngehncurin Lisa, ingat Mala, Lo berhak bahagia, Aditia itu cowok kaya yang baik dan dia juga pewaris tunggal Lo bakal rugi kalau Lo gak dapetin dia ini lah kesempatan Lo buat bahagia dan punya laki-laki yang menjaga Lo nanti nya."Hasut Mina.


Mala terdiam mendengar perkataan Mina barusan, dan Mala pun akhirnya termakan hasutan tersebut.


"Gimana,Lo mau gak?"Tanya Mina kembali angkat bicara.


"Apa rencana Lo?"Tanya Mala yang artinya dia setuju akan tawaran Mina untuk bekerja sama.


Mina pun membisikkan sesuatu ke telinga Mala.


"Tunggu,apa itu gak keterlaluan?"Tanya Mala.


"Kalau dia mati,Lo otomatis bakal dapetin Aditia, bukan hanya Aditia bahkan Lo bakal jadi sahabat satu-satunya buat Saskia."Hasut Mina.


Entah apa itu rencana mereka berdua,yang jelas, mereka ingin mencelakakan Lisa.


Sementara itu di kelas.


"Lah Saskia,kok Mala gak ada di kelas?"Tanya Lisa kepada Mala.


"Dari tadi gue sama Lo, ya mana gue tau."Jawab Saskia.


"Kok gue ngerasa Mala agak aneh ya?"Lisa kembali memiliki firasat yang buruk.


"Gak apa-apa, jangan terlalu di pikirin, siapa tau dia itu punya masalah sama keluarga nya dan sekarang dia butuh waktu sendiri."Jelas Saskia mencoba untuk menang kan Lisa.


"Tapi kenapa dia gak cerita aja sama kita?"Bingung Lisa.


"Ya siapa tau ini pribadi." pikir Saskia.


Tidak lama kemudian Mala pun masuk ke dalam kelas.


"Nah,itu dia tu anak."Tunjuk, Saskia.

__ADS_1


"Dari mana aja sih Lo Mala?"Ucap Lisa.


Namun dia hanya diam dan duduk di bangku nya.


"Budek ya?"Ucap Saskia.


"Gue dari taman belakang."Jawab malay singkat.


"Ngapain?"Tanya Saskia lagi.


"Harus gitu gue kasih tau Lo!"Jawab Mala judes.


"Lo kok gitu sih jawab nya Mala?"Bingung Lisa.


"Iya tau nih, kalau ada masalah ya bilang jangan kayak gitu."Marah Saskia.


"Saskia, udah jangan ribut."Ucap Lisa berusaha tetap biasa saja meskipun Mala mulai aneh.


Bukan nya bicara,Mala pun kembali mengambil tas nya dan berjalan keluar dari kelas itu.


Lisa dan Saskia hanya saling pandang mereka tidak tau di mana letak kesalahan mereka.


Mala berjalan menyusuri koridor sekolah dengan wajah kesal.


"Mala!"Pangil seseorang dari belakang nya.


Mala pun memberhentikan langkah nya dan berbalik menghadap ke arah suara yang memanggil nya tersebut.


"Iya, Aditia,ada apa?"Tanya Mala bersemangat.


"Lisa ada di kelas nya gak?"Tanya Aditia.


Wajah Mala yang penuh senyum akhirnya menjadi kembali murung karena mendengar pertanyaan Aditia.


"Iya ada kok."Jawab Mala singkat.


"Makasih ya."Ucap Aditia yang kemudian meningal kan Mala dan pergi menuju kelas Lisa.


"Lisa lagi,Lisa lagi,gak ada apa wanita lain di sekolah ini?"Umpat Mala kesal.


Sementara itu di rumah sakit.


"Dokter bagaimana keadaan anak saya?"Tanya mama Talita melihat dokter yang menangani Alfa keluar dari ruang rawat Alfa.


"Tentang nyonya,pasien baik-baik saja,dia hanya demam tinggi mungkin karena beberapa pukulan di tubuh nya itu."Jelas sang dokter.


"Hiksss, Alfa mama khawatir banget sama kamu."Ucap mama Talita.

__ADS_1


Dokter tersebut hanya bisa menenangkan mama Talita agar tidak terlalu bersedih karena Alfa sudah di rawat dengan perawatan maskimal.


Bersambung ....


__ADS_2