
Aditia yang kaki nya sakit pun tidak mampu lagi berbuat apa-apa ia benar-benar tidak bisa menahan lagi.
Karena Aditia takut Lisa ikut jatuh dengan nya ke bawah jurang ia pun melepaskan genggaman tangan itu.
"Aditia!!!"Jerit Lisa yang melihat Aditia terjatuh ke bawah.
Dalam kegelapan tersebut Lisa hanya bisa menerangi dengan senter yang tadi di bawahnya.
Ia yang khawatir akan keadaan Aditia pun nekat memegang akar panjang dan turun ke jurang dengan perlahan meski kaki dan tangan nya tergores duri-duri yang tajam di jurang itu, karena tidak mungkin bagi nya maningal kan Aditia sendiri di sana, ia tau jika Aditia pasti pingsan dan jika Lisa meningal kan nya binatang buas pasti akan mendatangi Aditia.
"Arghhh! Sakit banget."Leguh Lisa saat sudah ia sudah berhasil turun ke dasar jurang yang gelap dengan berpegang di akar panjang dan senter yang tidak pernah lepas dari tangan nya.
Sementara itu di sisi lain.
"Anak-anak tim dua, apa sampai sekarang Lisa dan Aditia belum juga kembali?"Tanya pak pembimbing kepada tim Lisa yang sudah berada di tenda.
"Iya pak, gimana dong pak? Lisa gak kembali."Ucap Saskia khawatir.
"Di mana kalian? Apa yang kalian lakukan berdua di dalam hutan itu?"Batin Alfa.
"Ya ampun Lisa di mana dia?"Ucap Mala khawatir seperti Saskia.
"Tenang-tenang, kemungkinan besar mereka hanya tersesat,kalian jangan khawatir kita pasti akan menemukan mereka."Ucap pak pembimbing itu mencoba menenangkan Saskia dan Mala yang sangat khawatir akan keadaan Lisa sahabat nya.
"Bagaimana jika ada binatang buas pak?"Tanya Saskia lagi.
"Semoga itu tidak terjadi, begini saja, bagaimana jika tim satu dan tim dua berpencar mencari Lisa dan Aditia,tim satu ikut bapak dan tim dua ikut ibu pembimbing kalian."Ucap pak pembimbing tersebut dengan wajah agak panik.
"Baik pak!"Jawab seluruh anggota camping bersamaan.
Dan mereka pun bergegas mengambil senter mereka masing-masing dan berangkat kembali ke dalam hutan untuk mencari keberadaan Lisa dan juga Aditia.
Sementara itu di dasar jurang.
Lisa berjalan tertatih-tatih sambil memegang lengan nya yang sakit akibat terkena duri di jurang tersebut.
"Di mana Aditia?"Batin Lisa sambil menyenteri sekeliling jurang.
__ADS_1
Beberapa langkah ke depan Lisa melihat sesuatu yang tergeletak terlungkup di sekitar jurang.
"Aditia!"Teriak Lisa yang kemudian dengan cepat menghampiri Aditia.
Ya itu adalah Aditia,dia jatuh dengan posisi tubuh terlungkup di dasar jurang tersebut.
Lisa bergegas menghampiri Aditia meskipun badan nya juga terasa sangat sakit serta kaki nya yang sedikit terkilir.
Lisa dengan susah payah membalikan badan Aditia menjadi terlentang,dan terlihat kepala Aditia yang sedikit berdarah akibat terkena batu-batu kecil di jurang tersebut.
"Dia masih hidup."Ucap Lisa memegang pergelangan tangan Aditia dan merasakan denyut nadi yang normal.
"Kenapa jadi begini? Bangun lah Aditia, jangan mati!"Ucap Lisa sambil sedikit mengguncang kan tubuh Aditia.
Karena merasa kasihan Lisa pun memangku kepala Aditia agar tidak berbaring di tanah.
"Hey, bangun lah."Lirih Lisa sambil menepuk-nepuk pipi Aditia pelan.
Namun Aditia tidak kunjung bangun.
Karena lemah dan rasa lelah Lisa pun akhirnya tertidur lelap dengan bersandar di pohon di belakang nya dan juga dalam posisi masih memangku Aditia.
Beberapa puluh menit kemudian.
"Ahhh!"Leguh Aditia membuka matanya sambil memegang kepala nya yang terasa sakit dan perih.
"Di mana ini?"Tanya Aditia kebingungan dan melihat sekeliling nya.
Aditia mulai membuka mata luas-luas dan melihat Lisa yang tertidur lelap dengan posisi bersandar di pohon dan juga ia baru menyadari jika dirinya berbaring di pangkuan Lisa.
"Lisa? Dia? Bukan nya? ... "Ucap Aditia sambil mengingat kejadian beberapa jam yang lalu.
"Dia benar-benar kertas kepala?"Ucap Aditia menatap wajah Lisa dengan tatapan berbeda.
Namun tiba-tiba saja Lisa terbangun dari tidurnya dan melihat Aditia sudah sadar dari pingsan nya.
"Lo udah sadar? Huhh, bagus lah,gue khawatir banget takut Lo mati."Ucap Lisa menatap Aditia.
__ADS_1
Melihat Aditia yabg sudah bangun Lisa pun berniat untuk bangun dari duduk nya.
"Arghhh! Kepala gue sakit banget, tolong biarin gue berbaring terlebih dahulu di pangkuan Lo."Ucap Aditia meringis sambil memegang kepala nya.
"Tapi kan ... "Ucap Lisa terhenti seketika karena Aditia menempel kan jari telunjuk nya di bibir Lisa.
"Diam, atau binatang buas mendengar kita."Ucap Aditia kebanyakan modus nya.
Di sisi lain.
Seluruh anggota camping masih sibuk berteriak dan mencari keberadaan Lisa dan Aditia.
"Semoga dia mati di makan binatang buas, dengan begitu gue gak ada saingan nya lagi, buat dapetin Alfa."Batin Mina.
"Di mana kalian? Seharusnya sekarang gue yang bersama Lisa, bukan Aditia."Batin Alfa sambil mencari keberadaan Lisa.
"Pak,ini gimana? Lisa sampai sekarang gak ketemu juga."Ucap Saskia kepada guru pembimbing.
"Iya pak, gimana dong, khawatir banget, takut Lisa sama Aditia di serang binatang buas terus jatuh ke jurang."Ucap Mala dengan wajah khawatir nya.
"Iya, tenggorokan gue juga dah kering banget, manggil-manggil, tapi gak ada salah satu dari mereka yang nyaut,Mala bener sih,gimna kalau mereka masuk jurang pak,ini bahaya banget."Jawab Rian yang juga sangat khawatir.
"Anak-anak, jangan berfikir negatif dulu, mereka pasti hanya tersesat, dan kalian juga tau hutan ini memang memiliki sisi jurang, hanya saja tidak ada jurang yang dalam kita pasti menemukan mereka dan mereka pasti akan selamat."Ucap sang guru bijak sana dalam menenangkan hati para pengikut kegiatan camping tersebut.
"Pak, kayaknya pencarian gak bisa kita terusin sekarang deh,coba lihat atas."Ucap Mina menujuk langit yang sudah sangat mendung dan gelap.
Semua orang yang ada di situ pun menatap ke arah langit yang mulai mendung serta kilat-kilat kecil yang mulai memperlihatkan pertanda hari akan segera hujan.
"Mina benar anak-anak, sebentar lagi akan turun hujan, kita tidak bisa meneruskan pencarian ini sekarang, karena ini terlalu berbahaya,jika hujan maka jalan akan licin dan kemungkinan besar akan menambah rasiko bagi anak-anak lain, kita lanjut kan pencarian ini besok pagi saja."Ucap pak pembimbing tersebut memberikan solusi nya.
"Gak bisa gitu dong pak,ini bahkan lebih bahaya bagi Lisa, jika hujan nanti mereka bagaimana di dalam hutan?"Tanya Alfa menentang ucapan guru pembimbing tersebut.
"Iya pak, Alfa benar, ini akan lebih berbahaya bagi mereka."Ucap Saskia.
Terlihat guru itu kebingungan harus menjawab apa karena jika di terus kan bisa-bisa mereka semua dalam bahaya
Bersambung ....
__ADS_1