
Lisa pun kaget dan menoleh ke arah samping nya dengan tatapan kesal melihat Alfa yang membenamkan wajahnya ke pundak Lisa.
"Lepas gak? Kalau gak gue tabok pakai sendok nih. "Ucap Lisa sambil memegang sendok panas nya.
"Emang berani?"Tanya Alfa mencoba mengeyel.
"Kenapa engak? Udah sana tunggu di meja makan."Lisa kembali marah dan meminta Alfa untuk menunggu nya di meja makan agar tidak menganggau nya memasak.
"Gak, gue gak mau, gue mau nya di sini."Bantah Alfa.
"Gue udah selesai masak, Lo gak mau makan? Kalau gak mau makan yaudah tunggu aja di sini oke."Lisa melepaskan pelukan Alfa dan menyiapkan makanan yang sudah di masak oleh nya.
"Oke-oke, ayo makan, abis itu ke mall."
Alfa pun membantu Lisa menyiapkan makanan ke meja makan.
"Ngapain ke mal?"Tanya Lisa sambil memegang makanan yang kemudian dia taruh di meja makan.
"Ngapain?"Tanya Lisa lagi.
"Beli seragam dong buat Lo."Alfa menepati janji nya untuk membantu Lisa mencari seragam sekolah baru.
"Bener?"Lisa menanyakan kepada Alfa sekali lagi.
"Iya, Lo pikir gue bercanda?"Jawab Alfa kesal.
"Yaudah,makan cepet."
Mereka pun makan untuk menghilangkan rasa lapar yang menyerang perut mereka sejak tadi malam.
"Masakan Lo enak juga."Ucap Alfa sambil memakan makanan nya.
"Baru tau dia."Jawab Lisa tersenyum tipis.
"Dih."decak Alfa kesal namun hati nya kagum melihat Lisa yang multitalenta.
Beberapa puluh menit kemudian, mereka pun selesai makan.
"Alfa, ponsel Lo bunyi tuh."Ucap Lisa yang sedang bersiap-siap untuk ikut Alfa ke mal.
"Emm."Jawab Alfa yang berjalan mengambil ponsel nya.
Tertara nama mama di ponsel tersebut.
Alfa pun bergegas menggeser tombol hijau untuk mengangkat panggilan tersebut.
Call on.
"Hallo, Alfa, di mana kamu? Kenapa baru angkat telpon mama? Kenapa kamu gak pulang?"Oceh mama Talita di sebrang telpon.
"Astaga,baru juga di angkat telpon nya udah di omelin aja."Kesal Alfa.
__ADS_1
"Alfa, jawab mama, kamu di mana?"Tanya mama Talita lagi.
"Iya maaf ma, aku di apertemen,tadi ketiduran makanya gak angkat telpon."Jawab Alfa pasrah.
"Kenapa kamu gak ngasih tau mama kalau mau tidur di apertemen,kan mama jadi khawatir Alfa."Ucap sang mama yang terlihat marah.
"Maaf ma, Alfa gak sempet megang hp."Jawab Alfa singkat.
"Kamu itu ya, kapan kamu akan pulang?"Tanya mama Talita lagi.
"Ma, udah dong, Alfa bukan anak kecil lagi, lagian di rumah gak nyaman senyaman dulu lagi, Alfa bosen ma, tiap hari mama selalu muji-muji anak pembantu itu, dan anggap dia itu baik."Ucap Alfa marah yang kemudian mematikan telepon secara sepihak.
Call off
"Alfa, hallo, Alfa! Arghh! Kenapa sekarang anak itu semakin membangkang?"Ucap mama Talita marah dan kemudian berlalu pergi ke kamar nya.
Sementara itu Lisa tidak ingin mendengar kan obrolan antara mama Talita dan Alfa dia pun menunggu Alfa di luar.
"Ayo."Lisa berdiri saat melihat Alfa menuruni tangga menuju lantai bawah.
"Hmm, ayo!"Jawab Alfa yang kemudian mengandeng tangan Lisa.
Mereka pun keluar dari apartemen tersebut dan masuk ke dalam mobil Alfa.
Alfa menyalakan mesin mobil nya dan melaju meningal apertemen menuju mall terdekat.
Sementara itu di sisi lain.
Mereka sudah pulang dan ingin segera pergi ke vila Lisa.
"Sabar dong."Ucap Mala.
"Mana si Aditia?"Tanya Mala menatap sekeliling parkiran mobil.
"Itu dia."Ucap Saskia menujuk Aditia yang berjalan menghampiri mereka.
"Woy,bisa gak sih jalan lebih cepat sedikit?"Ucap Mala.
"Sabar. Jadi ke rumah Lisa?"Tanya Aditia yang saat itu sudah tiba di dekat Saskia dan Mala.
"Ya iya lah jadi."Jawab Saskia sedikit ngegas.
"Gak usah ngegas juga kali."Ucap Aditia.
"Udah-udah, ayo lah."Ucap Mala menjadi penengah di antara kericuhan Saskia dan Aditia.
"Tunggu dulu, kita pakai satu mobil aja."Ucap Aditia.
"Lah, terus mobil gue gimana?"Tanya Saskia kebingungan.
"Gak apa-apa tinggalin aja dulu di sini."Ucap Aditia.
__ADS_1
"Ya udah deh ayo buruan."Ucap Saskia tidak sabar.
Mereka pun akhirnya masuk ke dalam mobil Aditia.
Aditia mengendarai mobil nya menuju vila Lisa sesuai arahan yang di arahkan oleh Saskia dan Mala, karena Aditia tidak tau di mana letak vila Lisa.
Tidak butuh waktu lama mereka pun akhirnya tiba di sebuah villa yabg cukup besar dan mewah.
"Ini vila nya?"Tanya Aditia memberhentikan mobilnya di depan gerbang vila Lisa.
"Iya."Jawab Saskia dan Mala secara bersamaan.
"Yaudah yuk."Ucap Saskia turun dari mobil Aditia, di ikuti Mala dan setelah itu Aditia.
Mereka pun masuk ke dalam gerbang vila dan menuju pintu utama vila tersebut.
Tok .. tok ... tok. Saskia mengetuk pintu itu beberapa kali, karena kebetulan bel vila sedang tidak berfungsi.
Sementara itu bi Inem yang mendengar suara ketukan itu bergegas menghampiri pintu dan membukanya.
"Eh, non Saskia, sama temen nya juga, ayo non silahkan masuk."Ucap bi Inem kepada Saskia.
"Em, gak usah bi, kita cari Lisa, Lisa nya ada bi?"Tanya Saskia kepada bi Inem.
"Non Lisa?"Tanya bi Inem kebingungan harus menjawab apa.
"Iya bi, apa dia sakit? Soalnya dia gak masuk sekolah dah gak ada kabar juga."Ucap Saskia menjelaskan kekhawatiran nya terhadap sang sahabat.
"Aduh,ini gimana ya? Aku harus jawab apa?"Batin BI Inem.
"Hello, bi, apa Lisa nya ada?"Tanya Mala gak sabaran.
"Eh,iya maaf non, anu, non Lisa gak ada di vila."Ucap bi Inem agak gugup.
"Lah,kok gak ada?"Tanya Mala kaget.
"Gak ada gimana maksudnya bi?"Tanya Saskia lagi.
"Gimana ya non, non Lisa kabur dari vila."Ucap bi Inem yabg tidak mampu untuk berbohong karena yang ada di hadapannya adalah Saskia.
"Lisa kabur? Kenapa bi?"Tanya Aditia kaget.
"Maaf den, bibi gak bisa kasih tau yang secara detail, posisi bibi hanya seorang pembantu di sini, tapi sepertinya non Lisa sedang ada permasalahan dengan papa nya, makanya dia kabur."Jawab bi Inem.
"Ya udah bi, makasih ya informasi nya, kalau begitu kami pergi dulu."Ucap Saskia kepada bi Inem.
"Iya non."Jawab bi Inem.
Mereka pun akhirnya pergi meningal kan vila Lisa dan kembali masuk ke dalam mobil Aditia.
Di dalam mobil Aditia, susana menjadi hening, entah apa yang masing-masing mereka pikir kan, yang jelas itu tentang sahabat mereka Lisa, yabg hilang tampa kabar.
__ADS_1
Bersambung ....