
Mata Lisa pun tertuju kepada orang yang memanggil nya itu, alangkah kagetnya dia ketika melihat Rian yang sudah berada di dalam kamar nya.
"Kak Rian?"Ucap Lisa kaget melihat Rian yang ada di dalam kamar nya entah datang dari mana.
"Lisa, maaf gue langsung masuk."Ucap Rian dengan menunduk.
"Apa yang kakak lakukan di sini?"Tanya Lisa kepada Rian.
"gue cuma mau jenguk Lo, karena Lo udah beberapa hari gak masuk sekolah."Ucap Rian kepada Lisa.
"Aku baik-baik aja kok kak, masalah aku gak masuk sekolah, itu tentu Kaka mengetahui nya."Jawab Lisa.
"Iya gue tau kok, dan gue juga gak habis fikir sama kelakuan Alfa ke elo, dia udah bikin Lo jadi kayak gini, tanpa minta maaf, Lisa, gue minta maaf soal malam ulang tahun Alfa, gue gak bisa datang karena gue ke luar negeri dan gue juga baru tau katanya di pesta itu Lo juga dapet masalah."Ucap Rian menjelaskan.
Menurut Lisa Rian ini orang yang cukup baik, dia bahkan berani mendatangi Lisa di rumah nya karena khawatir terhadap Lisa.
"Gak apa-apa kok kak, aku juga tau alasan kakak gak datang ke pesta itu, yaudah silahkan duduk dulu, aku bakal minta bibi anterin minum ke kamar."Ucap Lisa yang kemudian berjalan keluar dari kamar nya dan meningal kan Rian sendiri di kamar.
"Jangan repot-repot."Ucap Rian tersenyum manis.
"Gak repot sama sekali kok, yaudah duduk aja."Ucap Lisa melanjutkan langkah nya keluar dari kamar itu.
Rian pun mengangguk kan kepala nya.
Sebelum nya dia merasa tidak enak karena sedikit merepotkan Lisa tapi dia larut dengan suasana kamar yang luas meskipun sedikit berantakan.
Terlihat beberapa foto yang membuat ia tersenyum-senyum sendirian saat melihat foto itu.
"Ternyata Lisa dari kecil sudah sangat imut."Ucap Rian sambil terkekeh.
Namun si sebelah foto itu terlihat foto Lisa dan papa nya serta seorang perempuan, dan Rian yang penasaran pun mengambil foto tersebut dan melihat foto itu.
Namun tepat di saat itu Lisa pun masuk ke dalam kamar dengan membawa nampan yang berisi cemilan dan juga minuman.
__ADS_1
"Kak Rian."Ucap Lisa yang menghampiri Rian setelah dia meletakkan nampan tersebut di meja depan sofa di kamar nya itu.
"Eh,maaf gue lancang megang barang-barang Lo."Ucap Rian langsung melepaskan foto tersebut.
"Gak apa-apa kok kak, banyak orang di sekolah yang bilang aku gak punya mama termasuk Alfa, tapi sebenarnya kenyataan nya gak gitu."Ucap Lisa sambil mengambil foto yang tadi di pegang oleh Rian.
"Dia mama lo?"Tanya Rian menujuk wanita yang ada di dalam foto tersebut.
"Iya, mama pergi ningalin Lisa, karena papa jatuh miskin, saat itu umur aku baru sepuluh tahun."Ucap Lisa kepada Rian.
"Pantasan dia mirip banget sama Lo Lisa, tapi Lo jangan sedih, kalau dia masih hidup itu artinya Lo bisa ketemu sama dia, dan buktikan ke orang-orang kalau Lo itu punya mama,gak seperti yang mereka bilang."Ucap Rian menyemangati Lisa.
"Gak kak, aku gak mau ketemu mama kok, karena mama udah bikin papa sedih,udah bikin papa menderita, dan papa sangat membenci mama, aku gak mau papa tau jika aku masih mengharapkan mama."Jawab Lisa.
Hal ini membuat Rian sangat prihatin, dia baru mengetahui ternyata kehidupan Lisa tidak lah sebaik yang ia kira, meskipun kaya dia sangat tersiksa karena menyimpan rasa rindu kepada sang mama yang tidak boleh dia temui atau dia cari demi menjaga hati sang papa.
Rian pun sontak menarik Lisa ke dalam pelukan nya.
"Lo gak usah khawatir, biar gak ada yang baik sama Lo di sekolah mau di manapun, gue yang bakal selalu jadi orang baik buat Lo dan ngelindungi Lo."Ucap Rian sambil memeluk Lisa.
"Yaudah lebih baik sekarang kak Rian minum dulu deh air nya, entar keburu dingin."Ucap Lisa melepaskan pelukan nya.
"Oke, maaf nih gue udah ngerepotin banget."Ucap Rian yang kemudian duduk di sofa.
Mereka pun mengobrol panjang,hari ini lisa merasa ada teman baru yang bisa menghibur nya dan mengajak nya bercanda,dia merasa jika dirinya memiliki seorang kakak laki-laki yang cukup baik seperti sosok Rian ini.
Lama mengobrol, Tampa mereka sadari jam sudah menunjukkan pukul lima dan Rian pun bergegas untuk ijin pulang kepada Lisa.
"Lis, Lo kapan masuk sekolah lagi?"Tanya Rian kepada Lisa.
"Belum tau kak,masih butuh tenangin diri dulu."Ucap Lisa saat mengantar kan Rian sampai ke gerbang vila.
"Gue tau, tapi semoga secepatnya Lo sekolah lagi ya."Jawab Rian.
__ADS_1
"Iya kak."Jawab Lisa sambil tersenyum tipis.
"Yaudah kalau gitu gue pergi dulu ya."Ucap Rian berpamitan.
"Oke kak, bye."Ucap lisa melambai kan tangan nya.
Rian pun masuk ke dalam mobil nya setelah melambai kan tangan kepada Lisa,dan setelah itu ia pun menyalakan mesin mobil nya dan amelaju meningal kan vila Lisa.
"Kak Rian asik juga orang nya."Batin Lisa yang kemudian kembali masuk ke dalam vila dan pergi menuju kamar nya.
"Loh, kak Rian, kok jaket nya gak di bawa? Mau telpon gak punya nomer nya, mau teriak mana mungkin? Aduhh, gawat."Ucap Lisa saat melihat jaket yang tadi di pakai Rian tertinggal di dalam kamar nya.
Sementara itu di sisi lain.
"Yes, gue berhasil datang ke rumah Lisa secara terang-terangan, dan gue janji,gue bakal dapatin Lisa dan bikin Alfa menyesal atas apa yang udah dia lakuin ke Lisa!"Ucap Rian di dalam mobil nya.
Sebenarnya Rian ini memang sangat menyukai Lisa sejak lama, tapi Lisa begitu menyukai Alfa sehingga tidak pernah melirik Rian sama sekali.
Beberapa hari pun kembali berlalu.
Sudah seminggu Lisa masih tidak masuk sekolah, dan ini adalah hari Senin.
Pagi hari.
"Siapa kau? Mengapa kau bisa masuk ke dalam rumah ku? Apa kau penyusup?"Tanya papa Abian kepada seorang gadis cantik berpakaian rapi dengan rambut di gerai lurus dan pony depan yabg cantik.
"Papa!"Ucap Lisa dengan nada kesal.
"Tunggu, kau Lisa anaku?"Tanya papa Abian memegang dan mengamati gadis cantik yang ada di depan nya.
"Iya."Jawab Lisa singkat.
Hal yang tidak pernah di duga oleh papa Abian kepada Lisa pun terjadi.
__ADS_1
Bersambung ....