
Di dalam perjalanan, hanya ada keheningan baik papa Aciel,mama Tanaya atau Aditia tidak ingin angkat bicara atau memecahkan suasana dingin itu.
Namun Aditia merasa tidak asing akan jalan tersebut.
"Kok kayaknya gak asing ya,jalan ini kan?"Batin Aditia berusaha mengingat.
Tentu saja itu tidak asing bagi Aditia karena itu adalah jalan menuju vila nya Lisa, namun Aditia yang baru sekali melewati nya merasa agak sedikit lupa dengan jalan tersebut.
Sementara itu di sisi lain.
"Bi, apa semuanya sudah siap?"Tanya papa Abian kepada bi Inem.
"Semuanya sudah saya siapkan tuan."Ucap bi Inem.
"Baik lah bi, aku akan menemui Lisa dulu."Ucap papa Abian.
"Baik tuan."
Papa Abian pun berjalan menaiki tangga menuju kamar Lisa.
Tok ... tok ... tok. Suara ketukan di luar pintu kamar Lisa.
"Lisa apa kau sudah siap?"Tanya papa Abian yang kini berdiri tegap di luar pintu kamar Lisa.
"Sebentar lagi, aku akan turun, tunggu saja aku di bawah."Ucap Lisa dingin.
"Kau masih marah kepada papa?"Tanya papa Abian.
Namun tidak ada jawaban sama sekali dari Lisa.
"Baik lah, papa akan menunggu di bawah."Ucap papa Abian yang kemudian menuruni tangga menuju ruang tengah.
Sementara itu Lisa menangis di kamar nya.
"Hiksss, pa, maafin Lisa pa,kalau aja papa tau apa yang sebenarnya terjadi, mungkin papa gak bakal anggap Lisa anak papa lagi."Batin Lisa.
Sementara itu Aditia semakin merasa aneh, ia baru mengingat sesuatu tentang jalan dan bangunan yang ada di sekeliling jalan.
"Kok ini kayak jalan ke rumah Lisa ya?"Batin Aditia.
Belum sempat Aditia menerka atau menebak-nebak apa yang terjadi sopir papa nya pun memberhentikan mobilnya tepat di depan vila Lisa.
"Lah,bukan nya ini vila Lisa?"Batin Aditia kaget.
"Ayo turun,kita sudah tiba."Ucap papa Aciel kepada Aditia.
"Tiba? Maksud papa,ini rumah nya?"Tanya Aditia menatap wajah sang papa.
"Iya, kenapa lagi Aditia?"Tanya sang papa kebingungan melihat perubahan raut wajah anak nya.
"Em, gak pa, ayo pa, masuk,ayo kita masuk."Ajak Aditia.
"Mengapa kau malah menjadi bersemangat seperti itu?"Tanya pala Aciel menaikkan satu alisnya.
__ADS_1
Mereka pun turun dari mobil dan berjalan masuk menuju pintu utama vila megah milik Abian tersebut.
"Ternyata mas Abian sekarang adalah pengusaha terkenal."Batin Tanaya.
Tok ... tok ... tok."Suara ketukan di luar pintu vila.
Papa Abian yang sedari tadi menunggu tamu nya pun berjalan membuka kan pintu.
"Selamat malam tuan Abian."Ucap papa Aciel.
"Selamat malam, Aciel Suma, silahkan masuk."Jawab papa Abian penuh wibawa.
Papa Aciel mengganguk dan berjalan masuk ke dalam vila tersebut.
Sementara itu Aditia dan mama Tanaya hanya diam.
"Silahkan duduk."Ucap papa Abian kepada tamu nya saat mereka tiba di ruang tengah tersebut.
"Di...di mana Lisa?"Tanya mama Tanaya tidak sabar bertemu Lisa.
"Astaga, apakah perempuan yang ingin di jodohkan papa dengan ku adalah Lisa? Apa aku sedang bermimpi? Aku benar-benar tidak menyangka."Batin Aditia menggebu-gebu.
"Sebentar, saya pangil dulu."Ucap papa Abian yang kemudian memagil Lisa.
"Lissa! Turun lah!"Teriak papa Abian.
"Iya!"Jawab Lisa yang bergegas menghapus air matanya dan segera menuruni tangga menuju ruang tengah.
Semua mata menatap ke arah nya dan melihat bagaimana anggun dan cantik nya Lisa malam itu, apalagi Aditia dan mama Tanaya, mereka seperti tidak sanggup untuk berkedip.
"Lisa?"Batin Aditia.
"Anakku?"Batin Tanaya.
Sementara itu Lisa memberhentikan langkah nya saat melihat Aditia yang duduk di antara Aciel dan Tanaya.
Deg ... jantung Lisa berdegup kencang melihat sosok Aditia yang duduk di sofa ruang tamu nya.
"Aditia, dia? Dia laki-laki yang ingin di jodohkan dengan ku? Apa ini benar-benar nyata? Dia kakak tiri ku? Sekaligus calon suamiku?"Batin Lisa dan saat ini mereka saling menatap satu sama lain.
Sementara mama Tanaya berdiri dari duduknya.
"Lisa,apa yang kau lakukan di sana? Ayo ke marilah."Ucap papa Abian.
Lisa tidak menjawab papa nya,dia hanya berjalan dan menghampiri sang papa.
"Hay, sayang."Ucap Tanaya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Hay, Tante."Ucap Lisa sambil menampilkan senyum palsu nya.
Sungguh rasa sakit itu baru di rasakan oleh Tanaya sekarang,saat melihat Putri nya yang sangat cantik memagil nya dengan sebutan Tante.
"Perkenalkan,ini putri ku, Alisa Kugy,Lisa ayo duduk lah."Ucap papa Abian.
__ADS_1
"Iya."Jawab Lisa yang kemudian duduk di samping papa nya dengan mata yang menatap Aditia.
"Oh iya,ini putra ku Aditia Suma."Ucap papa Aciel yang ikut memperkenalkan putranya.
"Sungguh tampan sekali, pewaris keluarga Suma."Ucap papa Abian.
"Terminal kasih."Jawab Aditia dengan pandangan nya masih menatap Lisa.
"Oh iya, Lisa apa kau tidak mengenalinya sayang?"Ucap papa Abian menujuk mama Tanaya kepada Lisa.
"Tidak pa,aku tidak mengenalnya."Jawab Lisa berpura-pura tidak mengenali mama nya.
"Mas, sudah,biar kan saja."Ucap Tanaya berusaha tegar meskipun hati nya begitu sakit.
"Oh iya, kenapa kalian saling memandang dan tidak berkenalan?"Tanya papa Aciel.
"Emm, Lisa udah kenal kak Aditia om."Ucap Lisa gugup.
"Kenal? Bagaimana bisa?"Tanya papa Abian dan Aciel secara bersamaan.
"Dia adik kelasnya ku pa."Ucap Aditia angkat bicara.
"Astaga, benar-benar jodoh yabg tidak di duga, bagus sekali jika kalian sudah saling mengenal."Ucap papa Aciel tersenyum puas.
"Ya, dengan begitu kalian bisa lebih dekat."Ucap papa Abian.
Namun tepat saat ini bi Inem pun datang ke ruang tengah tersebut.
"Permisi tuan,maaf menganggu,itu,makan malam nya sudah hampir dingin."Ucap bi Inem dengan sopan.
"Ah,iya ayo, sebaiknya kita makan dulu."Ucap papa Abian kepada papa Aciel dan yang lainnya.
Mereka pun akhirnya sama-sama berjalan menuju meja makan yang sudah di siapkan oleh papa Abian.
Suasana pun menjadi hening, hanya ada suara decitan garpu dan sendok yang saling beradu dengan Pring.
Sementara itu Lisa makan dengan tatapan mata ke Aditia.
"Apa?"Tanya Aditia tidak segan-segan bertanya.
Mata semua orang pun menatap ke arah Lisa.
"Gak ada."Jawab Lisa singkat dan kembali makan.
Mereka pun kembali melanjutkan makan makan tersebut.
Setelah beberapa puluh menit kemudian mereka pun selesai makan dan kembali berkumpul di ruang tengah vila.
"Lisa, kami ingin bicara dulu, kau ajak lah Aditia untuk mengobrol di taman,agar kalian bisa saling mengenal lebih jauh."Ucap papa Abian.
Lisa hanya meganguk kan kepala nya dengan wajah yang sedikit memerah karena menahan malu.
Bersambung ....
__ADS_1