
Sementara itu di mobil Saskia.
"Lisa,Lo kok deket banget smaa Aditia?"Ucap Saskia memecahkan keheningan dalam mobil tersebut.
"Iya Lisa, gue jadi kasian tau gak sama Alfa."Ucap Mala juga.
"Deket gimana sih maksud kalian?"Tanya Lisa bingung.
"Ya Lo akrab aja sama Aditia semakin lama semakin akrab deh kayaknya."Ucap Saskia lagi.
"Gak kok,biasa aja, itu karena kejadian tadi malam, makanya gue deket sama dia."Ucap Lisa santai.
"Yaudah deh gak usah di bahas lagi Lo juga butuh istirahat kan?"Ucap Saskia yang kemudian menutup obrolan tersebut.
"Iya gue capek banget,boleh gak gue tidur,ntar udah sampe di vila gue Lo bangunin gue ya."Ucap Lisa kepada Saskia dan Mala.
"Iya-iya tenang aja"Ucap Saskia kepada Lisa.
Dan akhirnya Lisa pun tertidur di dalam mobil Saskia.
Setelah satu jam berlalu.
"Lisa, Lis, bangun,kita udah sampe di rumah Lo."Ucap Saskia membangun kan Lisa.
"Eh, em, udah nyampe ya?"Tanya Lisa membuka matanya dengan susah payah.
"Iya nih, udah sampe."Ucap Mala.
"Lo bisa masuk sendiri?"Tanya Saskia kepada Lisa.
Saskia masih menghawatirkan keadaan Lisa yang juga belum terlalu membaik.
"Gak apa-apa gue baik-baik aja kok, makasih ya udah nganterin gue, kalau gitu gue masuk dulu."Ucap Lisa yang telah turun dari mobil Saskia.
"Yaudah,gue sama Mala pulang ya, Lo banyakin istirahat."Ucap Saskia.
"Oke, hati-hati."Ucap Lisa kepada kedua sahabatnya dan kemudian melambaikan tangan dan masuk ke dalam gerbang vila.
Saskia pun menyalakan mesin mobil nya dan melaju meninggalkan vila Lisa.
Sementara itu Lisa berjalan masuk ke dalam vila nya dengan kondisi yang sangat lelah.
__ADS_1
"Lisa? Apa yang terjadi?"Tanya papa Abian saat Lisa telah masuk ke dalam vila dan melewati ruang tengah untuk ke kamar nya.
"Nanti Lisa jelasin ya pa, Lisa capek banget pa,mau istirahat."Ucap Lisa.
"Papa udah tau semuanya, guru mu yang menelpon papa, Lisa, mengapa kau mencoba merahasiakan insiden berbahaya yang terjadi kepada mu dan teman mu di camping itu?"Ucap papa Abian marah namun sangat khawatir.
Papa Abian pun menghampiri Lisa yang berdiri mematung karena takut jika papa nya akan marah besar.
"Maafin Lisa ya pa, Lisa cuma gak mau papa khawatir."Jawab Lisa sambil menunduk kan kepala nya.
"Huh, kau ini, bagaimana mungkin papa gak khawatir? Kamu itu anak satu-satunya papa Lisa, tidak khawatir itu suatu hal yang mustahil bagi papa."Ucap paoa Abian sambil memegang kedua pundak Lisa.
"Tapi Lisa baik-baik aja kok pa, jurnag nya gak dalam banget kok,dan sudah di tangani dokter juga tadi,di periksa juga."Jawab Lisa lagi agar sang papa tidak terlalu khawatir.
"Huhh, yasudah, kalau begitu, dua hari ini kamu gak boleh kemana mana, harus istirahat ful, papa udah ijin sama wali kelas kamu,dan sekarang masuk kamar dan istirahat lah."Ucap papa Abian tidak ingin meneruskan kegelisahan nya terhadap kondisi Lisa.
"Makasih ya pa, yaudah,kalau gitu Lisa ke atas dulu."Ucap Lisa kepada pap Abian.
Papa Abian pun hanya menjawab nya dengan anggukan.
Lisa pun kembali melangkah kan kaki nya meniki tangga menuju lantai atas untuk beristirahat di kamar nya.
Dua hari pun berlalu.
Selama dua hari itu Lisa memanfaatkan waktu istirahat nya dengan semaksimal mungkin,dan hari ini dia sudah kembali masuk ke sekolah nya seperti biasa.
Sementara itu di sisi lain, tepat nya di kantor papa nya Lisa kantor SM KUGY.
Tok... tok ... tok ... (Suara ketukan di luar pintu ruang kerja papa Abian.)
"Masuk."Ucap papa Abian.
"Permisi tuan Abian, tamu kita sudah tiba di perusahaan."Ucap sekertaris papa Abian tersebut.
"Maaf, kita ada dua tamu hari ini, satu dari perusahaan Sudirman grup,dan satu lagi dari SM Suma grup. Yang mana satu yang kau maksud?"Tanya papa Abian bingung.
"Tamu dari SM Suma grup tuan."Jawab sekertaris nya Abian.
"Baik lah, suruh dia menunggu ku di ruang pribadi ku."Ucap papa Abian.
"Siap tuan."Jawab sang sekretaris yang kemudian berjalan keluar dari ruangan papa Abian dan menemui tamu mereka.
__ADS_1
"Setau ku, perusahaan Suma grup dan Kugy grup sedang bersaing, mengapa tiba-tiba bertemu seperti ini? Perundingan apa yang sedang mereka jalani sekarang?"Batin sekertaris Abian itu.
Meskipun memikirkan hal yang menurut nya sangat aneh, sekretaris Abian tetap menjalani tugas nya.
Sepuluh menit kemudian.
Papa Abian berjalan cepat masuk ke dalam ruang pribadi nya di kantor tersebut.
"Tuan Aciel Suma, maaf membuat anda menunggu lama."Ucap papa Abian yang kemudian duduk berhadapan dengan Aciel.
Nah ayo apa kalian masih ingat Suma Suma ini siapa? Aciel Suma, papa nya Aditia, kira-kira mereka sedang melakukan bisnis apa ya? Ayo next.
"Tidak masalah,aku juga baru menduduki kursi ini."Ucap Aciel.
"Abian,aku datang untuk menanyakan kepada mu, apa kau sudah mengambil keputusan atas penawaran ku kemarin?"Tanya Aciel.
Flashback on.
Tap...tap...tap. Langkah kaki papa Abian menuju ruangan pribadi Aciel, seminggu lalu papa Abian lah yang datang ke kantor papa Abian terlebih dahulu.
Terlihat Aciel yang sudah menunggu kedatangan papa Abian di ruangan tersebut.
"Abian Kugy akhirnya kau datang juga."Ucap Aciel.
"Langsung katakan saja, apa tujuan mu meminta ku datang ke kantor mu?"Ucap papa Abian dengan wajah datar nya.
" Terlalu terburu-buru sekali, ayo silahkan duduk."Ucap Aciel lagi, mempersilahkan Abian untuk duduk berhadapan dengan nya.
Papa Abian pun mau tidak mau duduk berhadapan dengan siangan nya itu.
"Katakan."Ucap papa Abian.
"Bukan kah kau tau sekarang aku sudah memindahkan semua usaha ku di kota ini? Dan itu berarti kita akan menjadi saingan bisnis yang sangat kuat."Ucap papa Aciel.
"Lalu,apa yang kau inginkan? Apa kau ingin merebut nya lagi? Seperti kau merebut istri ku dulu?"Tanya Abian dengan tatapan tajam.
Ya sebenarnya papa Abian dan Aciel itu sudah kenal lama, dulu Aciel pernah saya ke kota itu dan menjadi saingan bisnis papa Abian dan berhasil mengalahkan papa Abian sehingga papa Abian bangkrut dan dia merebut mama Tanaya dari papa Abian, begitu lah kelicikan Aciel Suma.
Dan sekarang entah apa lagi hal yang sedang dia rencana kan.
Bersambung ....
__ADS_1