
"Jangan bahas soal masa lalu,aku hanya ingin kita berdamai dan saling menguntungkan satu sama lain."Ucap Aciel sambil tersenyum tipis.
"Apa maksud mu!?"Ucap Abian emosi.
"Tenang lah, jangan emosi dulu."Ucap Aciel dengan wajah tenang nya.
"Katakan saja, jangan berbelit-belit."Ucap Abian lagi sambil berusaha menahan emosi nya.
"Setelah aku pikir-pikir, ada baiknya kita mengakhiri permusuhan ini, dan menjalin kerjasama yang baik."Ucap Aciel menatap Abian.
Papa Abian yabg tidak mengerti pun hanya bisa memasang wajah bingung.
"Aku tau kau pasti kebingungan,biar aku jelaskan kepada mu, bagaimana jika kita berhenti bersaing dan menyatukan kedua perusahaan besar ini agar bisa saling menguntungkan?"Usul Aciel yang berhasil membuat papa Abian kaget.
"Kau adalah orang yang licik Aciel,aku tidak bisa mempercayai mu,cari orang lain saja untuk kau ajak kerjasama dengan mu,aku tidak tertarik."Jawab papa Abian.
"Bagini saja,kau tidak mempercayai aku bukan? Bukan kah kau memilih seorang putri dari Tanaya?"Ucap papa Aciel yang kini menyangkut soal Lisa.
"Jangan bawa-bawa putri ku dalam urusan ini."Jawab papa Abian.
"Tidak, tidak, kau salah paham, maksud ku jika kau tidak mempercayai aku ,kita bisa membuat satu ikatan yang akan membuat mu mempercayai aku."Ucap Aciel.
"Aciel, sebenarnya apa yang kau maksud?"Tanya Abian memperjelas.
"Abian, dengar kan aku, kau memiliki seorang putri dan aku memiliki seorang putra yang kelak akan menjadi penerus perusahaan kita, bagaimana jika kita menjodohkan mereka, kedua nya sama-sama pewaris tunggal,akan lebih baik jika mereka di satukan."jelas Aciel.
"Bagaimana? Apa kau setuju?"Tanya Aciel.
"Maksud mu? Kau ingin putra mu, dan putri ku menikah?"Tanya papa Abian.
"Jangan buru-buru,bair kan mereka menyelesaikan pendidikan mereka baru kita akan menikah kan mereka untuk sekarang bagaimana jika kita melakukan pertunangan dulu agar mereka tidak menjalani hubungan dengan orang lain?"Usul Aciel lagi.
"Aciel, dengar kan aku, Tanaya adalah ibu kandung nya Lisa, yang sekarang Tanaya adalah istri mu,apa tidak bentrok nanti nya? Karena posisi putra mu itu adalah kakak tiri dari putri ku."Ucap papa Abian.
"Hahah,kau terlalu memikirkan hal sekecil itu Abian, ingat mereka hanya saudara tiri saja m, bukan saudara kandung dan setetes pun darah mereka tidak sama bagaimana mungkin kau memikirkan itu, dan masalah Tanaya yang sekarang adalah istri ku,itu tidak ada hubungannya dengan perjodohan ini."Ucap papa Aciel sambil tertawa renyah.
Papa Abian pun terlihat berfikir keras atas penawaran papa Aciel barusan.
__ADS_1
"Begini saja, beri aku waktu untuk memikirkan hal ini."Ucap papa Abian.
"Itu bukan masalah, kita tidak perlu terburu-buru."Jawab papa Aciel.
"Baik, kalau begitu aku permisi dulu."Ucap papa Abian yang kemudian berdiri dari duduknya dan meningal kan ruang peribadi papa Aciel tersebut.
Flashback off.
"Penawaran yang kemarin?"Tanya Abian kepada Aciel.
"Aku yakin kau pasti tidak akan melupakan nya bukan?"Tanya Aciel sambil tersenyum.
"Setelah aku memikirkan nya, kau ada benarnya, perusahaan ku dah perusahaan ku mungkin jika di satu kan akan menjadi perusahaan kolaborasi yabg sangat besar, jadi aku memutuskan untuk menyetujui tawaran itu."Jawab papa Abian dengan tegas.
"Bagus sekali Abian, dan aku juga tidak ingin menudua ini terlalu lama, bagaimana jika kita mengadakan pertemuan keluarga secepatnya?"Ucap papa Aciel.
"Baik lah, kapan waktu itu?"Tanya papa Abian.
"Jika aku boleh menyarankan, bagaimana jika nanti malam saja, aku akan bertamu ke rumah mu, dan membahas hal ini bersama putri mu dan putra ku? Bagaimana? Apa kau setuju? Tanya papa Aciel tidak mau menunggu lama lagi.
"Kau terburu-buru sekali, tapi aku setuju."Ucap papa Abian mengulur kan tangan nya untuk bersalaman dengan papa Aciel menandakan bahwa di antara mereka berdua sudah terjalin kesepakatan besar.
"Terima kasih."Ucap papa Abian.
"Sama-sama, kalau begitu aku permisi dulu, ingat lah, malam nanti aku akan bertamu ke rumah mu."Ucap papa Aciel.
Papa Abian pun mengangguk kan kepala nya.
"Aku tidak bisa menyembunyikan hal ini lagi, aku harus bicara dengan Lisa."Ucap papa Abian yang detik itu juga mengambil kunci mobil nya dan bergegas pulang ke vila.
Tidak butuh waktu lama, papa Abian pun tiba di vila, ia memarkir kan mobil nya di parkiran depan vila dan bergegas masuk ke dalam rumah, karena waktu hanya tinggal setengah hari ini untuk bicara dengan Lisa makanya papa Abian buru-buru.
Tap...tap...tap. Langkah kaki papa Abian menuju dapur vila.
"Bi, di mana Lisa?"Tanya papa Abian kepada bi Inem yang sedang menyiapkan makan siang di dapur vila.
"Non Lisa baru saja pulang dari sekolah tuan, mungkin sekarang ada di kamar nya."Jawab bi Inem.
__ADS_1
Tampa basa-basi lagi akhirnya papa Abian pun bergegas menuju kamar Lisa.
"Ada apa dengan tuan Abian? Mengapa terburu-buru seperti itu?"Batin BI Inem kebingungan.
Sementara itu papa Abian menaiki tangga menuju kamar Lisa.
Tok...tok...tok. papa Abian mengetuk pintu kamar Lisa beberapa kali setelah ia berdiri di depan pintu kamar sang putri.
"Siapa?"Tanya Lisa dari dalam kamar.
"Ini papa sayang."Jawab papa Abian.
"Masuk aja pa, pintu nya gak di kunci kok."Ucap Lisa lagi.
Mendengar jawaban Lisa, papa Abian pun masuk ke dalam kamar Lisa dan terlihat Lisa yang sedang membaca buku sambil duduk di atas ranjang nya.
"Ada apa pa?"Tanya Lisa melepaskan buku yang dia baca sambil menatap sang papa dengan tatapan imut.
"Em, apa kau sudah makan siang sayang?"Tanya papa Abian.
"Belum pa."Ucap Lisa.
"Ada yang ingin papa bicarakan dengan mu."Ucap papa Abian lagi.
"Emm,boleh pa, gimana bicara nya di meja makan aja? Lisa udah capek banget nih."Ucap Lisa berdiri dari duduknya.
"Ya udah sayang, ayo kita makan siang."Ucap papa Abian.
Papa Abian dan Lisa pun berjalan keluar dari kamar tersebut menunju ruang makan.
"Makan apa hari ini bi?"Tanya Lisa kepada bi Inem dengan senyum yang mengembang.
"Makan sup ayam dan menu lain nya non,yang jelas ini semua kesukaan non Lisa."Ucap bi Inem sambil menyiapkan makanan.
"Wahhh, makasih ya bi, ucap Lisa kepada bi Inem.
"Iya non, ayo silahkan di makan, bibi ke dapur dulu."Ucap bi Inem.
__ADS_1
Lisa pun mengangguk kan kepala nya dan mengambil piring yabg sudah di sediakan.
Bersambung ....