Gadis Culun VS Kakak Kelas Sombong

Gadis Culun VS Kakak Kelas Sombong
CC VS KKS #63


__ADS_3

Lisa hanya meganguk kan kepala nya dengan wajah yang sedikit memerah karena menahan malu.


"Ayo."Ajak Lisa kepada Aditia.


"Hmm."Jawab Aditia yang kemudian mengikuti Lisa.


Lisa pun mengajak Alfa untuk duduk di kursi yang ada di taman vila nya untuk memberikan waktu luang kepada papa nya agar bisa mengobrol.


"Lisa,gue gak nyangka ternyata cewe yang di jodohin papa gue itu ternyata Lo, gue tau Lo gak suka, sampai-sampai Lo kabur dari rumah, gue juga di paksa dan di ancam kok."Ucap Aditia membuka topik pembicaraan.


"Dari mana Lo tau gue kabur dari rumah?"Tanya Lisa bingung.


"Saskia sama Mala khawatir sama Lo, jadi mereka datengin rumah Lo dan bibi yang ada di rumah Lo itu kasih tau."Jelas Alfa tanpa mengatakan dirinya juga ikut serta ke rumah Lisa bersama Saskia dan Mala.


"Jadi Lo tau dari mereka?"Tanya Lisa.


"Hmm."Jawab Aditia berbohong.


"Terus sekarang gimana? Jujur gue kaget banget pas lihat Lo tadi,gue juga gak nyangka ternyata yang di jodohin papa itu elo."Ucap Lisa kebingungan.


"Terus kenapa ekspresi Lo biasa aja?"Tanya Aditia.


"Ya mau gimana lagi, gue harus berekspresi kayak mana?"Tanya Lisa polos.


"Kok nanya gue?", Aditia pun semakin kebingungan.


Lisa hanya menepuk jidatnya pelan.


Jujur sebenarnya Aditia merasa senang karena orang yang di jodohkan oleh papa nya itu adalah Lisa.


Tapi berbeda dengan Lisa, dia mencintai Alfa, karena Alfa adalah orang yang selalu ada di dalam hatinya sejak awal, apalagi setelah kejadian malam itu,Lisa tidak mungkin akan berbohong kepada Aditia tentang kesucian nya, dan lagi Lisa tau Aditia adalah laki-laki yang baik,dan karena itu lah Lisa tidak ingin mengecewakan Aditia, dan Lisa sama sekali tidak memiliki perasaan apapun kepada Aditia karena biar bagaimanapun Aditia adalah kakak tiri nya.


Malam itu Lisa dan Aditia menghabiskan waktu untuk mengobrol bersama.


"Aditia."Lirih Lisa.


"Iya?"Tanya Aditia menoleh kepada Lisa.


"Apa Lo gak mau batalin perjodohan ini?"Tanya Lisa.


"Kok Lisa ngomong gitu ya?"Batin Aditia.


"Hey, gue nanya sama Lo."Ucap Lisa memegang pundak Aditia.


"Eh, em, iya, gue udah coba, tapi papa ngancem gue."Jawab Aditia tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


"Sama, gue juga di ancam sama papa, kata papa, kalau gue gak nurutin apa yang papa minta,papa bakal nyakitin Alfa."Ucap Lisa jujur kepada Aditia.


"Sesayang itu Lo sama Alfa?"Tanya Aditia menahan rasa cemburunya.


"Gak tau."Jawab Lisa sambil tersenyum manis.


"Yaudah sih,sabar aja, nanti sama-sama kita cari jalan keluar nya."Ucap Aditia.


"Beneran ya?"Tanya Lisa manja layaknya seorang adik kepada kakak nya.


"Okey, dan Lo mulai sekarang harus panggil gue kakak, karena Lo adek gue."Ucap Aditia mengusap lembut rambut Lisa.


"Beneran boleh pangil kakak?"Tanya Lisa terlihat senang.


Aditia mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum manis.


Jujur baru kali ini Lisa merasakan bagaimana rasanya memiliki seorang kakak.


Namun tanpa sepengetahuan Lisa Aditia benar-benar mencintai nya, Aditia juga tau Lisa sangat mencintai Alfa, itu sangat terlihat dari raut wajah Lisa, meskipun begitu Aditia tidak lah ingin kalah begitu saja, dia malah tidak ingin Lisa di ambil oleh Alfa.


"Makasih."Ucap Lisa yang kemudian reflek memeluk Aditia.


Jantung Aditia berdegup kencang, baru kali ini dia merasakan pelukan yang begitu hangat, dari wanita yang di cintai nya secara diam-diam itu.


"Suasana semakin dingin, bagaimana sekarang kita masuk saja? Ini juga sudah terlalu larut."Ucap Aditia kepada Lisa.


"Yaudah,ayo!"Jawab Lisa melepaskan pelukan itu.


Sementara itu di ruang tamu vila.


Terlihat papa Abian dan juga papa Aciel yang masih asik mengobrol, sementara Tanaya hanya diam dan mendengar kan.


"Kenapa Aditia dan Lisa masih belum masuk? Ini sudah larut."Ucap papa Aciel sambil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.


"Mungkin mereka masih ngobrol."Jawab papa Abian.


"Itu mereka."Ucap mama Tanaya melirik ke arah Aditia dan Lisa yang datang menghampiri mereka.


"Hey, kalian berdua sudah selesai mengobrol? Ayo kemari dan duduk lah."Ucap papa Abian.


Lisa dsn Aditia pun berjalan ke arah ruang tamu dengan cepat dan kembali duduk di tempat duduk mereka sebelum nya.


"Lisa, Aditia,ada yang ingin kami bicarakan."Ucap papa Aciel.


"Apa itu om?"Tanya Lisa dengan tatapan bingung.

__ADS_1


"Ada apa pa?"Tanya Aditia.


"Begini, sementara kalian belum lulus dari sekolah, kami hanya ingin mengadakan pertunangan terlebih dahulu, setelah kelulusan Aditia, baru lah akan mengadakan pernikahan. Pertunangan kalian akan di adakan tiga hari lagi."Jelas papa Abian.


"Lah pa, kok secepat itu?"Tanya Lisa kaget.


"Gak apa-apa pa, lebih cepet lebih baik."Jawab Aditia sambil tersenyum.


"Lah,kak, kok gitu sih?"Ucap Lisa menatap marah ke Aditia yang bukan nya membantu nya untuk membatah malah menyetujui permintaan dari papa nya dan papa Lisa.


"Sudah-sudah,Lisa, Aditia benar,lebih cepat mungkin lebih baik, lagian ini beru pertunangan."Ucap papa Aciel.


Lisa pun tidak bisa berkata apa-apa lagi selain diam membisu.


"Baik lah, aku rasa untuk perundingan malam ini sudah selesai dan jelas, kalau begitu kami ijin pamit,tuan Abian Kugy."Ucap papa Aciel.


"Baik lah, terima kasih banyak."Jawab papa Abian.


"Bo, bolehkah aku memeluk mu?"Tanya mama Tanaya kepada Lisa yang berdiri dari duduknya.


"Hm, tentu saja boleh, tante."Ucap Lisa menekan kata Tante di akhir kalimat nya.


Lisa berpura-pura tidak tau jika itu adalah mama nya, sementara papa Abian yang tau bagaimana keadaan Lisa hanya membiarkan Lisa bersikap seperti itu, ia tau cepat atau lambat Lisa akan memaafkan mama nya.


"Terima kasih sayang"Ucap mama Tanaya kepada Lisa.


Lisa hanya mengangguk kemudian melepaskan pelukan mereka.


Setelah berpamitan, mereka pun meninggalkan vila Lisa.


Aditia kembali ke apertemen nya, dan papa Aciel bersama mama Tanaya kembali ke vila mereka.


Keesokan harinya.


Tok ... tok ... tok. Suara ketukan di luar pintu utama vila mama Talita.


Kebetulan mama Talita baru saja ingin keluar untuk menemui Alfa di apertemen nya.


"Iya sebentar!"Ucap mama Talita yang kemudian memegang gagang pintu dan membuka pintu tersebut.


Betapa kagetnya mama Talita saat melihat Alfa yang di bopong oleh Rian, dengan bau alkohol yang menyengat dan juga wajah memar seperti bekas berkelahi.


"Alfa!"Jerit mama Talita mendapati keadaan Alfa yang begitu meleprihatin kan.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2