Gadis Culun VS Kakak Kelas Sombong

Gadis Culun VS Kakak Kelas Sombong
CC VS KKS #22


__ADS_3

Siang itu Alfa lebih memilih diam di dalam mobil nya, merenungi semua kesalahan yang telah dia lakukan di dalam mobil itu.


Ia bahkan tidak memiliki niat untuk kembali pulang ke vila.


Sore itu pukul 04;30


Trrrt...trrrrt...trrrrt. Suara dering dari ponsel Alfa, menandakan ada panggilan masuk.


Saat itu Alfa yang masih berada di dalam mobil nya mengambil ponsel itu dan melihat layar ponsel.


Tertara nama mama di layar ponsel tersebut.


Alfa pun dengan malas nya menggeser tombol hijau untuk mengangkat panggilan itu.


"Hallo."Ucap Alfa sambil menempelkan ponsel tersebut ke telinga nya.


"Alfa, di mana kamu? Mengapa jam segini masih belum pulang? Apa kau main di bar lagi?"Tanya mama Talita di sebrang telpon.


"Aku di dalam mobil, gak di bar."Jawab Alfa dingin.


"Kakau begitu cepat pulang."Ucap sang mama yang seperti nya marah dan menutup telpon itu secara sepihak.


Alfa yang tidak kuasa bertengkar dengan mama nya pun bergegas menyalakan mesin mobil dan pergi dari tempat tersebut.


Tidak butuh waktu lama, dia pun tiba di vila nya.


Alfa memarkir kan mobil nya dan kemudian berjalan turun dari mobil dan masuk ke dalam vila


Dan ternyata, di ruang tengah mama Talita sudah menunggu nya.


"Dari mana saja kamu jam segini baru pulang?"Tanya mama Talita.


"Gak kemana-mana."Jawab Alfa singkat.


"Alfa, jangan bohong ya kamu, kamu hari ini bolos sekolah kan? Dan kamu juga berantem sama Rian, sebenarnya apa yang terjadi? Kalian gak pernah kayak gini loh sebelum nya."Ucap mama Talita menatap Alfa yang pipi nya biru akibat di pukul Rian tadi.


"Gak ada masalah kok, udah ya ma,ini urusan Alfa,mama gak perlu ikut campur,Alfa bisa kok nyelesain ini sendiri."Ucap Alfa yang kemudian berjalan cepat menaiki tangga menuju kamar nya.


"Alfa! Mama belum selesai ngomong!"Teriak mama Talita.


Namun Alfa tidak mempedulikan nya dan terus masuk ke dalam kamar.


"Mengapa anak itu akhir-akhir ini murung? Dan sangat susah untuk di ajak bicara? Apa yang sebenarnya terjadi?"Batin mama Talita kebingungan.

__ADS_1


"Sial, pasti Mina yabg mengatakan kepada mama, jika hari ini aku bolos sekolah, perempuan itu, benar-benar tidak tau diri."Batin Alfa melempar tas nya di atas ranjang, bukan hanya tas sekarang bahkan tubuh nya pun terhempas ke atas ranjang.


"Huhh! Lelah sekali, mengapa aku terus memikirkan Lisa?"Batin Alfa yang sekarang di siksa oleh perasaan nya sendiri.


Karena lelah Alfa pun akhirnya tertidur pulas.


Sementara itu di sisi lain.


"Permisi pak."Ucap Rian kepada penjaga gerbang vila Lisa.


"Iya tuan, ada ya g bisa saya bantu?"Tanya penjaga gerbang vila tersebut.


"Apa benar ini kediaman Alisa Kugy?"Tanya Rian dengan sopan.


"Iya benar, ada apa ya?"Tanya penjaga gerbang itu sambil menaikkan satu alisnya.


"Ouh, syukur lah, pak, boleh gak saya bertemu dengan Lisa?"Tanya Rian kepada penjaga gerbang itu.


"Ada apa kamu ingin bertemu dengan anak saya?"Tanya seseorang yang tiba-tiba membuka gerbang.


"Om."Ucap Rian kaget dan menduga itu papa nya Lisa.


"Sebaiknya kamu pergi aja,Lisa tidak ingin di ganggu."Ucap papa Abian.


"Memang nya kamu ini siapa? Mengapa memaksa saya?"Ucap papa Abian menatap Rian dari ujung kaki sampai atas.


"Saya Rian om, kakak kelas nya Lisa di sekolah."Jawab Rian dengan jujur.


"Lalu apa tujuan mu bertemu Lisa?"Tanya papa Abian sudah seperti detektif yang mengintrogasi seseorang.


"Cuma pengen ketemu aja om, pengen ngobrol."Jawab Rian.


Papa Abian yang mengamati gelagat Rian pun akhirnya tau jika Rian ini anak yang baik.


"Maaf aku sudah membuat mu takut,masuk lah, Lisa ada di kamar nya, mintak bi Inem untuk mengantarkan mu ke kamar Lisa."Ucap papa Abian sambil tersenyum.


"Beneran boleh ketemu Lisa om? Serius?"Tanya Rian kaget.


"Iya, segera sebelum aku berubah pikiran,ayo masuk lah."Ucap papa Abian menarik Rian masuk ke dalam gerbang vila nya.


Sementara itu papa Abian sendiri dia keluar dari gerbang, entah mau kemana.


"Masuk lah,aku ada urusan, tolong titip Lisa sebentar."Ucap papa Abian yang kemudian masuk ke dalam mobil nya.

__ADS_1


"Baik om."Jawab Rian sedikit gemetar.


Rian pun berjalan masuk ke dalam vila sambil melirik isi vila dan sekeliling vila yabg besar itu.


"Ternyata selama ini Lisa itu anak orang kaya? Kok dia lebih milih pura-pura miskin ya?"Batin Rian kebingungan.


"Permisi den, ada yang bisa bibi bantu?"Tanya bi Inem yang ada di dalam vila.


"Bi, aku sudah mendapatkan ijin dari om, papa nya Lisa, aku ingin bertemu dengan Lisa,di mana kamar nya?"Tanya Rian kepada bi Inem.


"Maaf, sebelumnya den ini siapa?"Tanya bi Inem lagi.


"Saya Rian bi, kakak kelas nya Lisa di sekolah sekaligus teman nya Lisa."Jawab Rian dengan sopan.


"Puh den Rian, yaudah ayo bibi anterin ke kamar nya non Lisa."Ucap BI Inem yang kemudian berjalan mendahului Rian untuk ke kamar Lisa.


Sedangkan Rian berjalan di belakang bi Inem.


Beberapa menit kemudian.


"Den, ini kamar nya non Lisa, silahkan di ketuk dulu pintu nya, bibi permisi dulu, semoga non Lisa mau membuka nya untuk den Rian."Ucap bi Inem yang kemudian berlalu pergi meninggalkan Rian yang masih berdiri di depan pintu kamar Lisa.


Rian pun hanya meganguk kan kepala nya.


Ia pun mulai mengangkat tangan nya dan mengetuk pintu kamar Lisa.


Tok...tok...tok. Beberapa kali Lian mengetuk pintu kamar tersebut.


"Siapa?"Tanya suara dari dalam kamar itu.


"Lisa, ini aku Rian, boleh aku masuk?"Tanya Rian kepada Lisa.


"Masuk lah, pintu nya tidak di kunci."Ucap Lisa yang sama sekali belum ngeh dengan orang yang ada di luar kamar nya itu.


Rian yang mendengar itu pun memilih masuk ke dalam kamar Lisa dan kembali menutup pintu nya.


Terlihat kamar yang sedikit berantakan, tidak seperti kamar wanita pada umumnya kamar Lisa yang luas itu benar-benar berantakan seperti kapal pecah.


Ternyata di desa Kamar nya Lisa sedang memakai erpon di sebelah tingla kiri nya, seperti nya dia tidak terlalu fokus dengan orang yang masuk ke dalam kamar itu.


"Lisa."Lirih Rian menangil Lisa yang sedang duduk di bawah lantai dengan bersandar di samping ranjang nya.


Mata Lisa pun tertuju kepada orang yang memanggil nya itu, alangkah kagetnya dia ketika melihat Rian yang sudah berada di dalam kamar nya.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2