
Saskia pun mengengam erat kotak kecil tersebut yang belum di ketahui apa itu nya.
Melihat Rian yang sudah berlalu pergi, Mala dan Lisa pun berjalan menghampiri Saskia.
"Rian romantis banget ya gue jadi pengen."Ucap Mala menggoda Saskia.
"Sabar Mala, ini belum saatnya."Ejek Lisa.
"Diam deh kalian berdua, berisik banget."Ucap Saskia dengan pipi yang masih memerah.
"Apa sih isi nya?"Tanya Lisa penasaran.
"Iya nih,coba lihat dong."Kepo Mala.
Mala ingin mengambil kotak hadiah itu dari tangan Saskia.
Namun tangan nya di pukul oleh Lisa.
"AW sakit!"Ucap Mala.
"makanya, jadi orang jangan nyosor aja."Canda Lisa.
"Ya maaf kan penasaran, btw Saskia kenapa gak langsung di terima aja sih?"Tanya Mala geregetan.
"Bukan gitu, gue cuma bingung aja."Ucap Saskia kepada kedua sahabatnya.
"Mala, biarin aja, mungkin Saskia butuh waktu untuk nentuin pilihan nya."Ucap Lisa.
"Iya sih, eh udah bel tuh, pulang sekarang yuk."Ucap Mala yang mendengar bel pulang berdering.
Mala pun dengan cepat berlari ke kelas untuk mengambil tas nya.
"Ya elah,tu anak, padahal kaki nya lagi sakit."Ucap Saskia.
"Lo kayak baru kenal dia aja."Ucap Lisa sambil tertawa renyah.
Mereka pun akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.
Sore harinya.
Lisa duduk di samping ranjang sambil memainkan ponselnya.
Ternyata Lisa mengirimkan sebuah pesan kepada Alfa.
Isi pesan:
"Alfa, Gimna dong gue takut, gue gak yakin ini bakal berhasil."Isi pesan Lisa yang di kirim kan ke Alfa.
Beberapa menit kemudian Alfa pun membalas pesan tersebut.
"Gak apa-apa,gak usah takut, gue bakal jagain Lo kok."Balas Alfa.
"Tapi setelah kabur ini kita bakal ke mana?"Tanya Lisa.
__ADS_1
"Yeng jelas gue bakal bawa Lo jauh dari sini, sekarang Lo siap-siap ya, tar malam gue bantu lo keluar dari sana."Balas Alfa.
Lisa tidak membalas pesan tersebut dan dia segera membereskan barang-barang nya.
Lisa tidak tau jika Aditia dan papa nya sudah mengetahui rencana mereka.
Malam pun tiba.
Tok ... tok ... tok. Suara ketukan di luar pintu kamar Lisa.
"Lisa, ayo turun makan malam."Ucap papa Abian.
"Iya pa, sebentar lagi, papa turun lah terlebih dahulu."Jawab Lisa Tampa membuka pintu kamar nya.
"Baik lah."Jawab papa Abian yang kemudian meningal kan kamar Lisa dan berjalan menuju kamar nya.
"Jangan berfikir untuk kabur Lisa."Batin papa Abian yang kemudian mengambil ponsel nya dan menelpon Aditia.
Call on
"Hallo, Aditia, bagaimana?"Tanya papa Abian kepada Aditia yang berada di sebrang telpon.
"Om tenang saja, aku melakukan apa yang seharusnya aku lakukan."Jawab Aditia dengan senyum miring nya.
"Kau di mana?"Tanya papa Abian lagi.
"Aku di taman tidak jauh dari vila om, aku memarkirkan mobil ku agak jauh karena takut Alfa akan melihat ku."Jawab Aditia dengan pintar nya.
Call off.
Sementara itu Lisa tidak mengetahui jika rencana mereka untuk kabur malam ini hanya lah sia-sia saja.
Sementara itu Alfa sedang menunggu Lisa di luar pagar rumah Lisa tidak jauh dari gerbang,dan memakai pakaian serba hitam.
Lisa pun bergegas keluar dari kamar nya dan keluar dari vila melalui jendela karena pintu di kunci sang papa.
Bodoh nya Lisa tidak curiga kepada papa nya karena suasana rumah tiba-tiba menjadi sepi.
Lisa tidak tau jika mereka berdua sedang di kawasi oleh Aditia dan papa nya.
"Kok agak aneh ya? Penjaga gerbang mana?"Tanya Lisa merasa bingung karena tiba-tiba jalan nya untuk kabur menjadi sangat lancar.
"Lisa,apa yang Lo lihat lagi? Ayo cepat masuk."Ucap Alfa kepada Lisa yang melihat Lisa bejalan kebingungan melihat sekeliling gerbang.
"Kok gue agak ngerasa gak enak hati ya?"Jawab Lisa.
Sementara itu papa Abian ternyata sudah lebih dahulu keluar dari vila dan menuju Aditia.
"Ayo Aditia."Ucap papa Abian yang masuk ke dalam mobil Aditia.
Sementara itu Alfa dan Lisa baru saja melajukan mobil mereka, meskipun Lisa berfirasat tidak enak namun Alfa berusaha meyakinkan Lisa agar tetap tenang.
Beberapa menit kemudian Alfa pun tiba-tiba banting setir ke arah kiri dan mengerem tiba-tiba.
__ADS_1
"Ahhh! Ada apa?"Tanya Lisa memegang kepalanya yang sakit dan melihat ke arah Alfa.
"Lisa, lihat lah."Ucap Alfa menatap depan nya.
Terlihat dua buah mobil yang menunggu mereka di depan jalan, itu adalah jalan satu-satunya di komplek tersebut dan halasil mereka tidak bisa kabur.
Satu mobil berisi Aditia dan papa Abian dan satu lagi anak buah nya Aditia.
"Itu, itu kan mobil nya Aditia!"Ucap Lisa kaget.
"Kayaknya, kita di kepung."Ucap Alfa.
"Gimna dong sekarang.", Ucap Lisa khawatir.
"Gue gak bisa ngasih Lo ke mereka,gue harus lawan mereka bagaimana pun caranya."Ucap Alfa kepada Lisa.
"Gak Alfa,Lo jangan ngaco, mereka gak cuma satu orang!"Ucap Lisa khawatir akan keselamatan Alfa.
Lisa pun melihat ke depan dan terlihat papa Abian dan Aditia turun dari mobil mereka.
"Alfa! Turun Lo!"Bentak Aditia menghampiri mobil Alfa.
Alfa pun turun dari mobil nya.
Terjadi lah perkelahian antar Aditia dan Alfa, mereka saling memukul satu sama lain.
Lisa yang khawatir terhadap Alfa pun bergegas ikut turun dari mobil Alfa dan melerai mereka.
"Cukup!"Ucap Lisa menahan Aditia yang kembali hendak memukul Alfa.
"Lo yabg cukup, ngapain Lo bela dia!"Ucap Aditia buta akan rasa cinta nya terhadap Lisa.
Plak ... sebuah tamparan keras dari Lisa berhasil mendarat di pipi Aditia.
"Lisa! Apa yang kau lakukan!"Ucap papa Abian marah.
"Papa! Udah pa cukup! lIsa gak mau tunangan sama kak Adit apalagi nikah pa! Lisa gak cinta sama dia!"Ucap Lisa menujuk Aditia.
Plak ... plak ... dua tamparan dari papa Abian mengenai kedua pipi Lisa.
"Ahh!"Ringis Lisa memegang pipi nya yang terasa memanas akibat tamparan dari papa nya.
"Cukup Lisa, kau sekarang benar-benar bukan Lisa yang papa kenal, kau begitu berani melawan papa hanya karena dia!"Ucap papa Abian menujuk Alfa.
"Iya memang nya kenapa pa? Lisa cuma kau sama Alfa, kalau nampar Lisa bikin papa puas ayo pa tampar lagi pa tampar!"Ucap Lisa menangis dan menatap papa nya dengan tatapan tajam.
"Itu yang kau inginkan kan? Habisi dia!" Perintah papa Abian kepada anak buah Aditia untuk mengeroyok Alfa.
"Pa jangan pa!"Jerit Lisa.
Sekuat apapun Alfa melawan dia tetap akan kalah karena mereka tidak hanya satu orang melainkan tiga orang itu benar-benar membuat Alfa kewalahan.
Bersambung ....
__ADS_1