
"Gak apa-apa kok pak, ini semua murni terjadi karena kecelakaan, bukan lah keteledoran guru."Ucap Rian kepada pak guru pembimbing tersebut.
"Tidak apa-apa Rian, karena cuaca di sini juga seperti nya tidak mendukung kita untuk melanjutkan camping ini, sebaiknya kita pulang saja, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan lagi, semuanya,ayo cepat bereskan tenda serta perlengkapan camping kalian dan segera masuk ke dalam bus."Ucap pak pembimbing tersebut dengan berat hati.
"Baik lah pak, jika ini demi keselamatan kita masing-masing, sebaiknya memang harus di hentikan aja camping ini."Ucap siswa lain.
"Iya pak."Ucap Rian lagi.
"Baik sekarang ayo beres-beres."Ucap pak pembimbing.
Semuanya pun di buabar kan dan membereskan barang-barang mereka masing-masing.
Setelah semua tim selesai membereskan barang-barang mereka masing-masing bus yang menjemput mereka pun akhirnya tiba di lokasi.
"Anak-anak, apakah semuanya sudah selesai di bereskan?"Tanya pak pembimbing kepada seluruh tim.
"Sudah pak!"Jawab mereka secara bersamaan.
"Bagus lah kalau begitu, yang pulang mengunakan bus, silahkan masuk ke dalam bus sekarang, yang mengunakan mobil silahkan masuk ke mobil masing-masing ya anak-anak, dan satu lagi, jangan ada satu barang pun yang ketinggalan."Jelas sang guru pembimbing dengan lantang.
"Semuanya udah siap kok pak, dan seperti nya gak ada barang yang ketinggalan lagi."Ucap Saskia.
"Baik lah sekarang mari kita sama-sama meningal kan tempat ini."Ucap Bu guru pembimbing kepada anggota camping.
"Siap buk!"Teriak para peserta camping.
Mereka yang menaiki bus pun bergegas masuk ke dalam bus, sementara yang menaiki mobil pribadi masuk ke dalam mobil pribadi mereka masing-masing.
"Saskia,Mala, ayo masuk."Ucap Aditia dengan kondisi jalan yang masih sendikit pincang berdiri di dekat mobil nya.
"Astaga,Li bisa bawa mobil Aditia? Biar gue aja gimana?"Tanya Mala menawarkan diri.
"Gak apa-apa,kalian duduk aja, gan mungkin cewek yang nyetir ini kan jauh."Ucap Aditia lagi.
"Yaudah deh, kita masuk nih."Ucap Saskia dan Mala.
"Iya."Ucap Aditia.
__ADS_1
"Aditia,kunci mobil Siniin."Ucap Lisa yang menghampiri Aditia setelah selesai memakai jaket dan sepatu nya.
"Ngapain?"Ucap Aditia kaget.
"Biar gue yang nyetir."Jawab Lisa.
"Gak,gak, masuk Lo, duduk cepet."Ucap Aditia tidak ingin menyerahkan kunci mobil nya kepada Lisa.
"Kaki Lo sakit, gimna kalau nanti gak bisa ngijek pedal rem,itu kan bahaya, udah sini kunci mobil nya."Ucap Lisa kesal karena Aditia tidak memberikan kunci mobil itu kepada nya.
"Yaudah-Yaudah iya nih."Ucap Aditia yang kemudian memberikan kunci mobil itu kepada Lisa, karena dia tidak bisa membantah Lisa sedikit pun.
"Aelah,tadi gue yang mau nyetir gak mau."Ucap Mala kesal.
"Mala."Ucap Saskia memberi kode.
"Iya,iya ngerti."Jawab Mala.
Di saat mereka yang sedang asih berebutan untuk mengendalikan mobil Aditia,ada sepasang mata yang mengamati mereka dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari mobil Aditia.
Ya itu adalah Alfa,yang saat ini juga berdiri di samping mobil nya yang memang terparkir dekat dengan mobil Aditia.
Saat ini Alfa merasa dirinya benar-benar di abaikan.
Alfa juga merasa Lisa benar-benar sudah melupakan nya, karena saat dia bilang jika dirinya sayang kepada Lisa tadi Lisa sama sekali tidak menggubris nya.
"Yabg sabar ya, gue udah pernah bilang sama Lo kan, penyesalan itu datang belakangan, dan sekarang saingan Lo dia, tapi gue yakin di hati Lisa masih ada Lo kok."Ucap Rian menepuk pundak Alfa berusaha menyemangati sahabat nya itu.
"Gue tau kok, Dan gue gak bakal nyerah buat dapetin maaf dan hati nya dia lagi."Jawab Alfa yang kemudian masuk ke dalam mobil nya.
Rian pun tersenyum dan ikut masuk ke dalam mobil setelah mendengar jawaban dari sahabat nya itu.
Sementara itu Lisa sudah lebih dahulu melaju kan mobil Aditia untuk pulang.
Camping yang awalnya bahagia menjadi petaka bagi Lisa dan Aditia, mereka yang harus nya masih mengadakan kemah bersama kini malah dengan terpaksa pulang kerumah kembali.
Dua jam pun berlalu.
__ADS_1
Kini mereka tiba di sekolah.
"Saskia Lo ambil mobil Lo dan ikuti gue dari belakang ya, gue mau nganterin Aditia sampe ke rumah nya."Ucapan Lisa kepada Saskia.
"Oke siap."Jawab Saskia sambil tersenyum.
Saskia dan Mala pun masuk ke dalam sekolah untuk mengambil mobil Saskia yang ada di parkiran sekolah, mereka mengerti akan maksud Lisa, karena mobil Lisa udah di pulangkan ke vila nya kemarin jadi Lisa gak ada mobil buat pulang sementara dia juga harus mengantar Aditia dan mobil Aditia kembali ke rumah Aditia,jadi Saskia dan Mala harus ikut karena setelah Lisa mengantarkan Aditia Lisa bisa di antar pulang oleh Saskia.
Tiga puluh menit kemudian.
Lisa dan Aditia pun tiba di sebuah apertemen, sementara itu Saskia dan Mala masih jauh di belakang.
"Jadi Lo tingal di sini sendiri?"Tanya Lisa setelah mereka turun dari mobil Aditia.
"Iya, kenapa? Lo mau nemenin gue?"Ucap Aditia dengan wajah mesum nya.
"Ogah banget,kan gue cuman penasaran, kenapa Lo gak tingal bareng sama mama sama papa Lo?"Tanya Lisa lagi.
"Gue males aja tingal sama mama tiri gue."Ucap Aditia dengan raut wajah yang berbeda.
"Jadi Lo punya mama tiri?"Tanya Lisa sedikit kaget.
"Iya."Jawab Aditia singkat.
"Maaf banget kalau pertanyaan gue gak sopan, tapi mama kandung Lo kemana?"Tanya Lisa penasaran.
"Udah lama gak ada."Jawab Aditia sambil tersenyum tipis.
"Astaga,maaf banget ya Aditia,gue gak tau."Ucap Lisa merasa bersalah atas pertanyaan nya.
"Gak apa-apa, santai aja, gue orang nya gak baperan kok."Jawab Aditia.
"Eh itu Saskia udah sampe, Lo masuk gih,gue mau pulang,oh iya, jangan lupa, banyakin istirahat."Ucap Lisa sambil tersenyum.
"Makasih ya."Ucap Aditia yabg tidak mau kalah dan melempar kan senyuman termanis nya.
Lisa pun masuk ke dalam mobil Saskia setelah berpamitan dengan Aditia.
__ADS_1
Setelah mobil Saskia pergi dari apertemen nya Aditia pun berjalan masuk ke dalam apertemen dengan senyum mengembang, karena dia tidak menyangka ada adik kelas yang seimut dan sebaik Lisa, padahal dulu dia sangat galak, ternyata Aditia mulai menaruh perasaan terhadap Lisa karena sikap dan keimutan Lisa yang membuat hati nya berbunga-bunga setiap hari meskipun sering berkelahi dengan Lisa.
Bersambung ....