Gadis Culun VS Kakak Kelas Sombong

Gadis Culun VS Kakak Kelas Sombong
CC VS KKS #82


__ADS_3

"Saskia, di mana Lisa?"Tanya mama Talita berdua dari duduknya karena melihat Saskia yang menghampiri nya bersama dengan Rian.


"Lisa gak biasa datang Tante."Jawab Saskia sambil memegang tangan mama Talita yang terlihat sangat terpuruk.


"Tidak bisa datang?"Tanya mama Talita sedih.


"Iya tante, Lisa di bawa tunangan nya."Ucap Saskia.


"Tante, ikut aku sebentar,ada yang ingin aku jelaskan."Ucap Rian kepada mama Talita.


"Ada apa Rian?"Tanya mama Talita penasaran dan kebingungan.


Rian pun menuntun mama Talita agak sedikit jauh dari ruang rawat untuk menjelaskan sesuatu kepada mama Talita.


Rian pun akhirnya menjelaskan apa yang tadi di jelas kan oleh Saskia kepada mama Talita.


"Astaga, jadi Lisa melakukan ini demi Alfa?"Mama Talita kaget mendengar ucapan Rian barusan.


"Iya Tante, itu benar sekali."Jawab Rian.


"Jadi apa yang harus tante katakan kepada Alfa, jika dia bangun dan menanyakan Lisa."Tangis mama Talita kembali pecah.


"Aku tidak tau Tante, tapi mungkin Saskia akan membantu kita menemukan jalan keluar nya."Jelas Rian.


"Benar kah? Kalau begitu ayo temui Saskia."Lirih mama Talita yang sudah terlihat lemah dan tidak ada semangat lagi.


Mereka pun kembali menghampiri Saskia yang menunggu di ruang rawat Alfa.


"Tante,Rian sudah menjelaskan?"Tanya Saskia.


"Iya, Saskia, bagaimana ini, jika Alfa sudah sadar dia pasti akan menanyakan Lisa."Ucap mama Talita sedikit panik.


"Tapi Tante, kita tidak mungkin bisa merahasiakan apapun dari Alfa, dia mungkin sudah mengetahui semuanya."Jawab Saskia.


Saskia pun merasa iba dengan mama Talita yang terlihat sangat terpuruk akan keadaan Alfa yang sekarang.


"Tante, sekarang lupakan dulu soal lain,lebih baik kita masuk ke dalam dan lihat bagaimana keadaan Alfa oke."Bujuk Saskia.


Mama Talita pun hanya mengangguk kan kepala nya.


Saskia dan Rian pun membopong mama Talita yang lemah masuk ke dalam ruang rawat Alfa untuk melihat keadaan Alfa.


Terlihat Alfa yang terbaring lemah dengan infus di tangan nya.


"Alfa, mama mohon jangan seperti ini nak, ayo bangun lah."Ucap mama Talita.


"Saskia, apa yang harus tante lakukan? Mengapa sampai sekarang Alfa gak bangun juga?"Tanya mama Talita.


"Tante jangan ngomong gitu dong, yakin aja, Alfa bakal bangun kok."Jelas Saskia mencoba menyemangati mama Talita.


Namun tepat saat itu, ponsel Saskia pun berbunyi menandakan bahwa ada telpon masuk.

__ADS_1


Saskia melihat layar ponsel nya dan tertara nama Lisa di layar ponsel nya.


"Siapa?"Tanya Rian kepo.


"Lo temenin Tante dulu ya, gue mau angkat telpon bentar."Ucap Saskia yang kemudian berjalan keluar dari ruang rawat tersebut.


Call on


"Hallo,Lisa ada apa?"Tanya Saskia sambil menempelkan ponsel tersebut ke telinga nya.


"Lo di mana?"Tanya Lisa.


"Gue,gue di rumah."Jawab Saskia berbohong.


"Tapi kok, suara Lo aneh?"Tanya Lisa lagi.


"Gue,gue di kamar mandi."Jawab Saskia.


"Hm, ya udah kalau gitu,gue cuma mau ngingetin Lo, buat datang nanti malam."Ucap Lisa dengan nada sedih.


"Oke, gue bakal datang,Lo tenang aja, gue bakal nemenin Lo kok."Jawab Saskia.


"Hm, baik lah, apa Lo dapet kabar soal Alfa?"Tanya Lisa lagi.


"Gak,gue gak tau."Bohong Saskia.


"Lo bisa gak,kasih nomer Rian ke gue, siapa tau dia tau kondisi Alfa sekarang."Ucap Lisa.


Call of.


"Saskia! Sas!"Jerit Lisa di sebrang telpon.


Namun Saskia sudah mematikan Telepon nya.


"Saskia kenapa ya? Kok aneh banget?"Batin Lisa.


Sementara itu.


"Maafin gue Lisa,gue terpaksa ngebohongin Lo."Batin Saskia.


Baru saja Saskia ingin berbalik, dia sudah di kaget kan dengan Rian yang ternyata ada di belakang nya, entah sejak kapan.


"Siapa yang nelpon Lo?"Tanya Rian.


"Apa urusannya sama Lo?"Jawab Saskia ketus.


"Ouh, gitu ya?"Ucap Rian kepada Saskia.


Saskia hanya diam sambil menatap Rian dengan tatapan bingung.


"Yaudah, terserah Lo."Ucap Rian yang kemudian berjalan pergi meninggalkan Saskia.

__ADS_1


Saskia pun memilih diam dan membiarkan Rian pergi karena dirinya juga bingung harus bicara apa kepada Rian.


Malam pun tiba.


Malam yang tidak pernah di tunggu oleh Lisa,dia akan bertunangan dengan laki-laki yang tidak di cintai nya sekaligus kakak tirinya sendiri.


Papa Abian menyewa sebuah gedung untuk pesta pertunangan tersebut.


"Aku gak mau pakai gaun ini!"Ucap Lisa marah.


"Lisa ayo lah sayang, sebentar lagi acara nya akan di mulai."Ucap mama Tanaya kepada Lisa.


Malam itu Lisa tidak memiliki siapa-siapa untuk curhat dan akhirnya dia membuang semua keegoisan nya dan memilih untuk berbaikan dengan sang mama meskipun masih terasa luka di hati nya saat sang mama meningal kan nya dulu.


Namun dia tidak punya pilihan lain, saat ini hanya pelukan dari mama nya lah yang mampu menenangkan diri nya.


"Tidak! Aku tidak mau! Saskia! Di mana Saskia?"Tanya Lisa mengamuk.


"Sayang,mama gak lihat Saskia sama sekali."Jawab mama Tanaya kebingungan.


Saat ini mama Tanaya sedang mencoba untuk membujuk Lisa agar dia mau di dandani.


"Hiksss!"Tangis Lisa sambil duduk di tepi ranjang nya.


"Sayang maafin mama ya,ini semua salah mama."Ucap Tanaya menghampiri Lisa dan duduk di sebelah nya.


"Ma, tolongin Lisa, Lisa gak mau tunangan sama kak Adit."Jelas Lisa kepada sang mama.


Mereka saat ini sudah berada di dalam gedung pesta tersebut, dan mama Tanaya di suruh oleh papa Abian agar membantu Lisa bersiap-siap di kamar yang sudah di sediakan khusus untuk Lisa di dalam ruangan itu sebelum acara nya di mulai.


"Maafin mama Lisa,mama gak bisa bantu kamu, karena mama gak berani menentang papa mu dan juga Aciel."Jawab mama Tanaya sedih.


"Tapi ma."Ucap Lisa menuduk sedih.


Tiba-tiba Lisa merasakan mual yang begitu kuat, dia seperti ingin muntah saat itu juga.


"huek!"Lisa memegang perut dan dada nya kemudian berdiri dan berlari ke kamar mandi.


"Astaga! Lisa kamu kenapa?"Tanya mama Tanaya kaget.


Sementara itu Lisa masuk ke dalam kamar mandi dan muntah-muntah di wastafel.


"Lisa? Apa yang terjadi? Apa kamu masuk angin sayang?"Tanya mama Tanaya menghampiri Lisa di kamar mandi.


"Ma, mual banget."Rengek Lisa sambil memegang dada nya.


Tok...tok...tok.


Namun tiba-tiba ada suara ketukan di luar pintu kamar tersebut.


"Sebentar Lisa, mama buka pintu nya dulu."Ucap mama Tanaya berjalan menuju pintu kamar tersebut untuk membuka nya.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2