
Sekuat apapun Alfa melawan dia tetap akan kalah karena mereka tidak hanya satu orang melainkan tiga orang itu benar-benar membuat Alfa kewalahan.
Aditia memegang tangan Lisa agar Lisa tidak menghampiri Alfa karena dia khawatir jika Lisa akan membuat para anak buah nya tidak bisa memukuli Alfa.
"Pa, aku mohon pa hentikan! Hiksss, papa benar-benar keterlaluan!"Ucap Lisa sambil menangis menatap Alfa dari jauh.
"Jika kamu ingin dia selamat, maka turuti keinginan papa,bukan nya papa sudah memperingati ini Lisa?"Tanya papa Abian kepada Lisa.
"Gak Lisa, Lo gak boleh nurutin kemauan bokap Lo Lisa!"Ucap Alfa sambil menahan sakit di sekujur tubuh nya.
"Oke pa! Jika itu mau papa,oke aku akan menurutinya,tapi aku mohon jangan ganggu dan jangan menyakiti Alfa lagi pa aku mohon."Ucap Lisa yang akhirnya menyerah karena tidak tega dengan Alfa.
"Benarkah?"Tanya papa Abian.
"Iya."Jawab Lisa singkat.
"Apa yang Lo lakuin?"Ucap Alfa yang mendengar keputusan Lisa itu.
"Hentikan!"Ucap papa Abian kepada anak buah Aditia.
"Ayo pulang!"Papa Abian pun menyeret paksa Lisa untuk kembali ke vila.
Lisa hanya bisa menangis meningal kan Alfa yang tergeletak tak berdaya di sana, dia melakukan ini demi nyawa Alfa.
Abian dan Aditia pun masuk ke dalam mobil dan membawa Lisa kembali ke vila.
Sementara itu Alfa di biar kan di jalan sendiri.
Setelah tiba di vila Lisa pun di kurung oleh papa Abian di kamar nya.
"Pa buka pintu nya pa!"Teriak Lisa sambil menggedor-gedor pintu kamar dari dalam.
"Diam di sana, sampai hari pertunangan mu tiba!"Bentak papa Abian yang sudah di kuasai oleh amarah nya sendiri.
Sementara itu di sisi lain.
Setelah satu jam pingsan, Alfa pun berhasil bangkit dari posisi nya dan berjalan sempoyongan masuk ke dalam mobil nya.
"Kalian pikir aku akan menyerah sampai di sini saja? Itu tidak mungkin, lihat saja selanjutnya akan bagaimana, dan akan ada yang hadir di janin Lisa."Batin Alfa sambil mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi melampiaskan amarahnya terhadap Aditia dan Abian yang begitu jahat.
Alfa pun mengendarai mobil untuk pulang ke rumah dengan menahan rasa sakit di sekujur tubuh nya.
Sementara itu.
"Berani nya dia mencoba merebut Lisa dari ku."Batin Aditia sambil mengendarai mobil nya.
Terlihat Mala yang berdiri di pinggir jalan dengan wajah bingung nya.
"Aduh,kok dari tadi gak ada taxi yang lewat ya?"Batin Mala kedinginan sambil mengusap lengan nya.
__ADS_1
Sepanjang jalan Mala harus mengomel karena dia terpaksa harus menemani pembantu nya untuk berlanja perlengkapan dapur karena mobil di bengkel maka mereka ke pasar dengan berjalan kaki.
"Non,maafin bibi ya,ini pasti gara-gara bibi, non jadi ikut kerepotan."Jelas pembantu nya.
"Gak bi,ini bukan salah bibi kok, kalau bibi gak belanja Mala mau makan apa,kan papa lagi keluar negri."Jawab Mala dengan sopan.
"Tapi non,gak seharusnya bibi ajak non ke pasar, malam-malam gini."Jawab pembantu nya Mala merasa bersalah.
"Eh,bukan nya itu Mala?"Ucap Aditia dari kejauhan.
Aditia pun memberhentikan mobilnya tepat di depan Mala dan pembantu nya.
"Non,gawat, seperti nya dia perampok."Ucap pembantu Mala ketakutan.
"Jangan ngaco ah bi."Jawab Mala.
Aditia pun turun dari mobil nya dan menghampiri Mala.
"Aditia?"Ucapa Mala.
"Ya,Mala Lo ngapain malam-malam gini berkeliaran?"Tanya Aditia.
"Seharusnya gue yang nanya, ngapain Lo di sini?"Tanya Mala malah melemparkan pertanyaan sama ke Aditia.
"Ini kan jalan umum,ya kali harus ijin."Jawab Aditia kesal.
"Ya sama dong."Jawab Mala sambil terkekeh.
"Bi,gak boleh asal ngomong ya, dia itu tunangan nya Lisa."Jelas Mala.
"Mau pulang bareng gue gak?"Sambung Aditia.
"Gak usah,kita juga lagi nunggu taxi kok."Ucap Mala.
"Tapi non, kan kita dari tadi nunggu taxi gak ada juga."Ucap pembantu Mala polos.
"Jelas gak ada ini kan udah larut banget."Sambung Aditia.
Mala pun terlihat kebingungan dan berfikir keras.
"Ya udah kalau gak mau, gue pulang nih."Ucap Aditia.
"Eh tunggu!"Ucap Mala yang akhirnya menarik tangan pembantu nya dan mereka pun akhirnya pulang di antar oleh Aditia.
Sementara itu di sisi lain.
Alfa berjalan masuk ke dalam rumah nya dengan keadaan babak belur.
"Alfa! Astaga! Apa lagi yang terjadi dengan mu nak?"Tanya mama Talita kaget melihat keadaan Alfa.
__ADS_1
"Ma, Lisa ma."Ucap Alfa meracau.
"Iya Lisa kenapa? Alfa kamu kenapa?"Tanya mama Talita panik.
Belum sempat selesai bicara Alfa pun jatuh pingsan.
Mama Talita yang panik pun berusaha membopong Alfa ke kamar nya.
"Ya ampun Alfa, apa lagi yang terjadi ini? Mengapa kamu selalu saja seperti ini?"Tanya mama Talita sambil mengobati luka Alfa yang saat ini sedang pingsan di atas ranjang kamar nya.
Mama Talita tak habis fikir melihat Alfa yang baru saja sembuh kemarin dan sekarang babak belur lagi,ini benar-benar membuat nya khawatir akan keselamatan sang anak.
****
"Aditia, makasih ya, udah nganterin gue."Ucap Mala turun dari mobil Aditia.
"Sama-sama."Jawab Aditia menampilkan senyum tipis nya.
"Gak mau mampir dulu?"Tanya Mala.
"Gak usah, udah malam banget."Jawab Aditia sopan.
"Yaudah deh."Jawab Mala.
"Oke, gue pulang dulu ya, Lo masuk gih, udah larut tar masuk angin."Ucap Aditia terlihat perhatian.
"Oke, hati-hati."Ucap Mala melambai kan tangan nya.
Aditia pun kembali melajukan mobilnya meningal kan Mala.
"Cieee non, dia baik banget ya,cocok sama non Mala."Ucap Pembantu nya Mala.
"Apaan sih bi, dia itu tunangan nya Lisa sahabat aku."Jawab Mala.
"Kalau belum tunangan,non mau dong?"Tanya pembantu nya lagi.
Mala terdiam mendengar perkataan pembantu nya barusan,entah sejak kapan dia merasa kan kenyamanan saat dekat dengan Aditia,tapi ia berusaha mengubur perasaan tersebut dalam-dalam karena Aditia adalah tunangan nya Lisa.
"Non, kok diam?"Tanya art nya Mala.
"Bibi apaan sih, yaudah ayo deh masuk."Ucap Mala yang kemudian berjalan cepat masuk ke dalam rumah.
Sementara itu di sisi lain.
Terlihat Lisa yang sedang termenung sambil memeluk boneka nya.
Lisa terlihat begitu tersiksa akan perbuatan papa dan kakak tirinya.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?"Batin Lisa dengan kelopak mata yang bengkak.
__ADS_1
Begitu lah Lisa yang khawatir akan keadaan Alfa dan dia tidak tidur semalaman.
Bersambung ....