
Call on
"hallo om."Jawab Aditia di seberang telpon.
"Halo Aditia,apa Lisa bersama mu sekarang?"Tanya papa Abian.
"Lisa gak ada sama aku om, Lisa udah pulang, bahkan awal bersama kedua sahabatnya."Jawab Aditia.
"Gak Aditia, Lisa sama sekali gak pulang ke rumah."Jelas papa Abian.
"Apa om sudah mencoba menghubungi nya?"Aditia balik bertanya.
"Sudah, tapi nomernya tidak akfit."Jelas papa Abian.
"Kalau begitu apa om punya nomor kedua sahabatnya?"Ucap Aditia.
"Oh, iya Aditia, maaf om sampai lupa menghubungi Saskia."Ucap papa Abian.
"Baik om, kalau begitu om bisa mengirim kan nomer mereka kepada ku agar aku bisa menghubungi mereka untuk menanyakan Lisa."Ucap Aditia.
"Baik lah Aditia, terimakasih banyak."Ucap papa Abian merasa sedikit lega.
"Ya om, jika sudah bada kabar dari mereka aku akan segera memberitahukan kepada om."Ucap Aditia dengan sopan nya.
"Baik lah Aditia,om tunggu kabar dari mu."Jelas papa Abian.
"Oke om siap."Aditia pun mematikan telepon tersebut secara sepihak.
Call of.
Setelah memutuskan sambungan telpon nya dengan papa Abian, Aditia pun menghubungi Saskia yang nomernya baru saja di kirim kan oleh papa Abian.
Call on.
"Hallo."Ucap Saskia merasa kebingungan melihat nomer baru yang masuk ke ponsel nya.
"Iya hallo, Saskia ini gue Aditia."Ucap Aditia basa basi.
"Aditia? Dari mana Lo dapet nomer gue?"Tanya Saskia.
"Udah bahas nya nanti aja, gue cuma mau tanya, Lisa di mana? Ada sama Lo gak? Tadi om Abian nelpon gue katanya Lisa gak ada di rumah kan tadi siang dia pulang bareng kalian kan?"Tanya Aditia panjang lebar.
"Waduh, gue lupa ngabarin om Abi lagi,mana gue juga baru nyampe rumah ini."Batin Saskia berkecamuk.
__ADS_1
"Saskia,Lo kok diem, Jawab."Ucap Aditia mendesak dari sebrang telpon.
"Eh iya Lisa ada di kamar mandi lagi mandi,malam ini dia sama Mala nginep di rumah gue, soal nya ada tugas kelompok."Jelas Saskia dengan pintar nya berbohong kepada Aditia.
"Astaga,kok nggak ngabarin ya?"Jawab Aditia akhirnya lega dengan jawaban Saskia.
"Hp nya mati,baru aja di cas."Jelas Saskia berbohong.
"Yaudah deh kalau gitu, bagus kalau kalian sama Lisa, gue tutup dulu ya Telpon nya. Oh iya, sekalian Lo aja yabg ngasih tau papa nya Lisa, takut nya kalau sama gue dia gak terlalu percaya."Ucap Aditia yang kemudian mematikan telepon secara sepihak.
Call off.
"Ya elah, ini anak, gue belum juga sempat jawab udah di matiin aja Telpon nya."Gerutu Saskia.
Saskia pun merebahkan diri nya di atas kasur karena begitu lelah hari ini.
"Sms, aja atau telpon om Abi ya? Tapi kalau gue telpon gimana kalau om Abi mau ngomong sama Lisa, kan gue lagi bohong? Sms aja deh."Ucap Saskia berbicara sendiri.
Ia pun mengambil kembali ponsel nya dan mengirim kan pesan kepada papa Abian.
Saskia pun menuliskan pesan singkat kepada papa Abian tentang Lisa yang menginap di rumah nya karena sedang ada tugas kelompok dari guru mereka, setelah itu dia pun mengirim kan pesan tersebut.
"Huh,lega."Ucap Saskia mengelus dada nya.
Sementara itu papa Abian yang emang sedang menunggu kabar dari Aditia atau pun Saskia menatap layar ponselnya dengan tatapan gelisah.
Papa Abian pun segera membuka notif tersebut yang ternyata dari Saskia.
Papa Abian pun membaca pesan tersebut dan akhirnya merasa lega karena sekarang Lisa berada di rumah Saskia,papa Abian pun tidak khawatir lagi.
"Huh, anak-anak ini benar-benar membuat aku hampir gila."Batin papa Abian.
Sementara itu di sisi lain.
"Astaga, laper banget, ruangan sebesar ini,kapan selesainya?"Ucap Mina sempoyongan karena lelah sudah membersihkan perabotan di dalam ruangan luas itu Tampa makan seharian.
"Mereka jahat sekali, lihat saja aku tidak akan menyerah sampai di sini."Batin Mina sambil menahan lapar nya.
Sementara itu bi Ijah sedang mencari Mina di seluruh sudut ruangan namun tidak menemukan nya.
"Tolong! Tolong!"Teriak Mina yang sudah sangat lemah.
"Astaga, itu bukan nya suara Mina?Apa yang di lakukan anak itu di dalam ruangan gelap seperti ini?"Tanya bi Ijah khawatir dan bergegas menghampiri ruangan tersebut.
__ADS_1
"Mina! Apa kau di dalam? Apa yang kau lakukan di dalam sana nak?"Tanya bi Ijah khawatir kepada anak nya yang jahat itu.
"Ibu, tolong aku,aku di kurung oleh kedua sahabatnya Lisa dan aku lapar Bu,aku juga takut di sini!"Ucap Mina yang lega karena ibunya sudah datang.
"Astaga Mina, mereka benar-benar jahat!"Ucap bi Ijah yang sama sekali tidak pernah mengintrogasi kejahatan anak nya sendiri.
Bi Inah pun segera mencari kunci yang di letak kan Saskia di atas meja di samping ruangan tersebut dan segera membuka pintu ruangan tersebut.
Sementara itu di sisi lain.
"Lisa masih di kamar Alfa ya? Masa udah sore gini masih belum puas berduaan?"Batin mama Talita.
Mama Talita pun khawatir dan bejalan meniki tangga menuju kamar Alfa.
"Tidak ada suara apapun?"Ucap mama Talita yang kemudian membuka pintu kamar tersebut dengan pelan.
Ternyata Alfa dan Lisa sedang tertidur pulas, seperti nya mereka cukup mengantuk dan terlihat kotak obat p3k yang masih berserakan di meja depan sofa itu.
Karena sudah begitu sore dan jari semakin gelap,mama Talita pun membangun kan mereka agar segera mandi dan makan malam.
"Alfa, Lisa, ayo sayang bangun lah, ini sudah hampir malam,kalian mandi lah, mama tunggu di bawah untuk makan malam oke."Ucap mama Talita.
"Huaaam."Lisa menguap dan membuka matanya.
Ia kaget karena mama Talita ada di dalam kamar itu kaget tentunya juga sedikit malu karena mereka tidur dengan posisi berpelukan.
"Tante, maaf ya,Lisa ketiduran."Ucap Lisa sedikit cangung.
"Gak apa-apa,gak usah minta maaf, ayo sekarang mandi, dan Tante tunggu di bawah untuk makan malam, bangun kan Alfa juga oke."Ucap mama Talita buru-buru keluar dari kamar itu.
"Baik lah Tante."Jawab Lisa singkat.
Lisa pun membangun kan Alfa dan menyuruh nya untuk mandi.
"Gue masih enak tidur,malah di bangunin."Ucap Alfa dengan manja.
"Udah mau malam loh."Ucap Lisa mengelus rambut Alfa.
"Yaudah iya, mau mandi bareng gak?"Tanya Alfa mengoda Lisa.
"Apaan sih, cepet dong, atau gue balik aja nih."Ketus Lisa.
"Lah kok balik? Kan mau nginep."Bisik Alfa nakal.
__ADS_1
Lisa yang kesal dengan ucapan Alfa pun berdiri dari duduknya.
Bersambung ....