
Sementara Saskia dan Rian hanya bisa saling pandang, mereka ikut bersedih karena acara yang seharusnya membuat Lisa bahagia malah membuat nya sedih seperti ini karena laki-laki itu bukan Alfa melainkan kakak tiri nya.
Papa Aciel pun datang menyerahkan kotak cincin kepada Aditia.
Namun lagi-lagi Lisa merasa mual yang amat sangat kuat menyerang perut nya.
"Astaga mual lagi."Batin Lisa.
Lagi-lagi Lisa merasa pusing dan mual.
"Saskia,Lo gak lihat tuh,Lisa pucat banget muka nya."Ucap Rian.
"Iya ya, Lisa kayaknya sakit deh."Gumam Saskia.
"Ayo Aditia, tunggu apa lagi,pasang kan cincin itu ke jari Lisa."Ucap papa Aciel.
"Iya pa."Jawab Aditia.
Baru saja Aditia ingin memasang kam cincin tersebut ke jari Lisa,Lisa pun tiba ingin muntah dan membekap mulutnya.
"Hueek!"Mual Lisa.
"Lisa Lo kenapa?"Tanya Aditia khawatir.
"Kasih gue waktu sebentar,gue mau ke toilet."Ucap Lisa yang kemudian berlari menuju toilet.
Lisa sama sekali tidak mempedulikan para tamu yang menatap nya kebingungan,dia tidak mampu menahan rasa mual yang menyerang.
"Lisa!"Ucap Aditia hendak mengejarnya namun di tahan oleh Saskia.
"Tunggu aja."Ucap Saskia.
Aditia pun mengurungkan niatnya untuk menyusul Lisa.
"Astaga,ada apa dengan Lisa Tanaya?"Tanya papa Abian.
"Aku gak tau mas, kayaknya dia sakit dan masuk angin, sejak tadi dia terus Mual."Ucap mama Tanaya.
Sementara itu Lisa bergegas masuk ke dalam kamar mandi dan kembali muntah-muntah.
"Sekarang waktunya kita menjalankan rencana kita."Ucap Mina kepada Mala.
Ya mereka juga hadir di pesta tersebut hanya saja mereka tidak menghampiri Lisa dan mengamati dari jauh karena menunggu waktu yang tepat untuk mencelakai Lisa.
Mereka pun menghampiri Lisa ke kamar mandi tanpa sepengetahuan siapa pun.
Sementara itu Lisa mencuci mulut nya di wastafel dan setelah itu ia pun ingin kembali keluar dari kamar mandi tersebut.
__ADS_1
Akan tetapi Mala dan Saskia pun masuk ke dalam kamar mandi itu sebelum Lisa keluar dari sana.
"Mina, Mala."Ucap Lisa kaget.
"Kaget ya?"Tanya Mala.
"Pasti nya."Jawab Mina.
"Mala, Lo kenapa sama Mina? Dan Mina Lo ngapain di sini?"Tanya Lisa.
"Mungkin Mala lebih tau jawabannya dari pada gue."Ucap Saskia.
"Gue mau Lo gak tunangan sama Aditia, karena gue suka sama Aditia!"Bentak Mala tudepoin.
"Apa maksud Lo?"Tanya Lisa kebingungan.
"Lo masih gak ngerti juga? Lo itu udah ngambil semuanya dari gue Lisa,Lo udah ambil Saskia,sama Aditia dan buat mereka gak peduli lagi sama gue!"Marah Mala.
"Lo salah paham Mala, Lo udah kemakan hasutan Mina."Jawab Lisa..
"Salah paham apa nya,Lo gak pernah ngejelasin apa pun ke gue."Jawab Mala.
"Mala, gue gak pernah ngambil Saskia atau Aditia,gue gak pernah suka sama Aditia mal,asa Lo tau gue lakuin ini semua demi Alfa,kalau gue gak tunangan sama Aditia Alfa bakal di bunuh!"Ucap Lisa dengan suara lantang.
Mala pun terdiam mendengar ucapan Lisa barusan,dia baru tau soal ini, sebelum nya Lisa gak pernah ngasih tau tentang ancaman itu.
"Diam,Mala, Lo gak boleh dengerin dia, sekarang gue mau Lo bunuh Lisa!"Ucap Mina.
"Oke, kalau Lo gak mau bunuh dia, biar gue yang bunuh."Ucap Mina mengeluarkan pisau dari jaket yang dia gunakan.
"Mina, jangan main-main sama pisau itu!"Ucap Lisa.
"Gak Mina, jangan lakuin itu!"Ucap Mala khawatir jika Mina akan benar-benar menusuk Lisa.
"Dasar bodoh, percuma ya gue hasut Lo!"Ucap Mina semakin marah dan kemudian menusukan pisau tersebut ke arah Lisa.
"Lisa awas!"Ucap Mala yang kemudian melindungi Lisa dan akhirnya diri nya lah yang tertusuk oleh Mina.
"Mala!"Jerit Lisa kaget melihat Mala tertusuk.
"Ah!"Ucapan Mala kesakitan sambil memegang perutnya yang kini berdarah.
"Ma,Mala."Ucap Mina kaget sambil melihat tangan dan pisaunya yang sudah berlumuran darah.
"Mala! Lo harus bertahan! Tolong! Tolong!"Jerit Lisa.
"Lisa!"Jerit Aditia menghampiri Lisa yang kini memangku Mala yang sudah lemah tak berdaya.
__ADS_1
"Astaga! Apa yang terjadi?"Tanya Saskia kaget.
"Cepat bawa Mala kerumah sakit,dan tanggap wanita itu!"Ucap Lisa menujuk Mina.
Belum sempat mereka menangkap Mina, dia pun secepat mungkin melarikan diri.
"Rian, cepat kejar Mina!"Ucap Aditia.
Tampa basa-basi Rian pun berlari mengejar Mina yang hendak kabur.
Sementara itu Aditia mengendong Mala yang sudah tak sadar kan diri dan membawa nya keluar dari kamar mandi untuk menuju rumah sakit.
"Astaga ada apa ini?"Tanya papa Aciel kaget.
Acara pun semakin kacau karena insiden tersebut, semuanya tamu bergidik ngeri melihat keadaan Mala.
"Pa,gak ada waktu buat jelasin nya, ayo bantu aku bawa dia kerumah sakit."Ucap Aditia.
Papa Abian pun akhirnya membubarkan semua tamu yang hadir dengan segala hormat, karena acara tidak lagi mungkin di lanjutkan.
Mereka pun akhirnya membawa Mala ke rumah sakit.
Tidak butuh waktu lama, mereka pun akhirnya tiba di rumah sakit,dan Mala pun segera di masukkan dokter ke dalam ruangan operasi.
Kini mereka menunggu di depan ruangan operasi dengan hati yang begitu kacau.
"Lisa, ayo jelas kan kepada papa, sebenarnya apa yang terjadi?"Tanya pala Abian.
"Pa, sebenarnya Mala menyukai kak Aditia,dan aku juga baru tau sekarang."Jelas Lisa.
"Lalu?"Tanya Aditia.
"Lalu,Mina memanfaatkan kesempatan ini untuk meracuni pikiran Mala agar Mala membantu nya membalas kan dendam kepada ku untuk membunuh ku,Dan karena mala gak mau,jadi Mala melindungi ku dan dia lah yang tertusuk."Ucap Lisa sambil menangis.
"Lisa tenang lah, jangan menangis, Rian pasti udah nangkep Mina."Ucap Saskia.
Sementara itu di sini lain.
"Mina berhenti!"Ucap Rian.
Sementara itu Mina tampa menoleh sana sini berlari cepat menyebrangi jalan raya.
"Mina mawas!"jerit Rian dari jauh yang melihat sebuah mobil melaju ke arah Mina.
Brak ... Dan akhirnya,Mina tertabrak oleh mobil tersebut,dia tidak sempat menghindar karena kepanikan nya sendiri, tubuh nya terlempar beberapa meter dari sana dan akhirnya Mina lun meningal di tempat.
Tak butuh waktu lama, polisi dan orang-orang pun mengerumuni Mina.
__ADS_1
Rian yang tak habis fikir dengan kejadian sadis ini pun akhirnya meminta polisi untuk mengantarkan jasat Mina ke rumah nya, setelah itu dia pun kembali ke rumah sakit menyusul Saskia.
Bersambung ....