
"Lisa,ayo lah nak, jangan menangis lagi,Mala pasti akan baik-baik saja."Ucapan mama Tanaya kepada Lisa.
"Lisa, maaf kan papa."Ucap papa Abian merasa bersalah.
"Om juga minta maaf Lisa."Sambung papa Aciel.
Namun tiba-tiba saja Lisa jatuh pingsan, jika saja dia tidak di dekat mama nya mungkin dirinya akan jatuh ke lantai.
"Mas, Lisa pingsan."Ucap mama Tanaya kaget.
"Astaga Lisa!"Khawatir papa Abian melihat keadaan Lisa.
"Om, cepat pangil dokter!"Ucap Saskia kepada papa Aciel.
Mereka pun akhirnya memagil dokter dan membawa Lisa ke dalam ruang rawat untuk di periksa.
Sekarang bukan hanya Alfa, Lisa dan Mala pun kini terbaring lemah di berangkar rumah sakit,Mala menjalani operasi,Alfa belum sadar kan diri dan sekarang Lisa.
Bener puluh menit kemudian.
"Dokter apa yang terjadi dengan anak saya?"Tanya papa Abian.
"Tenang pak, pasien hanya lelah dan terlalu banyak beban pikiran, karena janin yang ada di kandungan pasien masih sangat baru dan lemah."Jelas sang dokter.
"Apa? Janin?"Ucap beberapa orang yang ada di depan ruang rawat tersebut kaget termasuk Saskia.
"Dok, jangan bercanda."Ucap papa Abian.
"Saya tidak bercanda pak, kandungan pasien baru menginjak usia satu Minggu dan pasien harus banyak istirahat."Ucap sang dokter.
"mas?"Ucap Tanaya menatap Abian bingung.
"Aku juga tidak mengetahui hal ini."Jawab papa Abian.
"Kalau begitu saya permisi dulu."Ucap sang dokter berlalu pergi.
Mama Tanaya dan papa Abian pun bergegas masuk ke dalam ruangan Lisa.
"Mama."Lirih Lisa.
"Lisa, katakan kepada papa, apa Aditia sudah menyentuh mu?"Tanya papa Abian.
"Iya sayang jujur lah."Ucap mama Tanaya.
"Ada apa? Apa maksud kalian?"Tanya Lisa kebingungan.
"Jujur Lisa, anak siapa yang kau kandung?"Tanya papa Abian lagi.
"Iya, mengapa kau merahasiakan hal ini sayang?"Tanya mama Tanaya lagi.
Lisa pun bangun dari posisi rebahan nya dan menatap kedua orang tua nya.
__ADS_1
"Ma, pa, Lisa hamil?"Tanya Lisa dengan mata berkaca-kaca.
"Iya Lisa."Jawab mama dan papa nya secara bersamaan.
"Lisa, mengapa kau tidak bilang kepada papa jika Aditia sudah melakukan itu?"Tanya papa Abian.
"Tapi pa."Jawab Lisa.
"Tapi apa?"Tanya mama nya.
"Bukan Aditia."Lirih Lisa.
"Lalu?"Tanya papa Abian.
"Al, Alfa pa."Ucap Lisa sambil menitikkan air mata nya.
Kedua nya pun saling pandang dan kebingungan dengan Jawaban sang anak.
"Tanaya, temani Lisa dulu,aku keluar sebentar."Ucap papa Abian yang kemudian berjalan keluar dari ruang rawat tersebut.
Sementara itu di luar.
"Om, beneran Lisa hamil?"Tanya Saskia dengan wajah bahagia.
"Iya Saskia,benar."Jawab papa Abian.
"Ada apa dengan wajah mu?"Tanya Rian.
"Apa maksud mu?"Tanya Aditia kepada Saskia.
"Semua nya, sebelum nya aku minta maaf, sebenarnya Lisa sudah menceritakan apa yang terjadi kepada ku saat dia kabur beberapa Minggu lalu."jelas Mala.
"Sekarang gue mau Lo cerita sama kita semua."Ucap Aditia.
Saskia pun mengangguk dan akhirnya menceritakan apa yang terjadi kepada Lisa dan Alfa.
"Astaga,apa yang telah aku lakukan, secinta itu kah Lisa kepada Alfa? Tidak seharusnya aku merusak kebahagiaan Adik ku."Ucap Aditia terduduk lemas.
"Aditia,ini bukan lah salah mu."Ucap papa Aciel.
"Iya, ini adalah salah ku,aku terlalu memaksakan anak-anak."Sesal Abian tak habis fikir akan kejadian ini.
Mereka pun hanya bisa menyalakan diri masing-masing atas kejadian tak terduga ini.
Namun tidak lama kemudian, dokter yang menangani operasi Mala pun keluar dari ruangan operasi.
"Dok, gimana keadaan nya?"Tanya Aditia buru-buru bangkit dan menghampiri dokter tersebut.
"Operasi nya berjalan lancar,dan keadaan pasien pun berasur membaik, untung saja luka di perut nya tidak terlalu dalam."Jelas sang dokter.
"Syukur lah."Ucap Aditia lega.
__ADS_1
"Kalau begitu kami akan memindahkan pasien ke ruang rawat dulu."Ucap sang dokter.
"Terima kasih banyak dokter."Jelas Aditia.
"Sama-sama."Jawab sang dokter yang kemudian berlalu pergi.
Sementara itu terlihat Rian yang baru saja tiba di rumah sakit tersebut.
"Rian, gimana Lo udah nangkep Mina apa belum?"Tanya Saskia kepada Rian.
"Sayang, tapi Mina udah di tangkap lebih dulu sama trek."Jelas Rian.
"Aih,apaan sih serius dong."Ucap Saskia sambil memukul lengan Rian.
Rian pun menjelaskan semua yang terjadi kepada Mina kepada Saskia dan semua yang ada di sana.
"Astaga,Lo gak bercanda kan?"Ucap Saskia kaget.
"Ya gitu, dia kabur dari gue dan nyebrang di jalan Tampa melihat sekeliling dan akhirnya dia di tabrak deh sama trek, tapi semuanya udah aku serahin ke polisi sih."Jelas Rian lagi.
"Hmm, dia mendapatkan balasan dari kejahatannya, tapi aku gak mikir dia harus sampai meningal gini sih."Ucap Saskia tak habis fikir.
"Udah, sayang, lupain aja, dia udah dapat balasan kejahatan nya."Ucap Rian sambil merangkul pundak Saskia.
Saskia pun mengangguk kan kepala nya sambil mengeluarkan nafas panjang.
Sementara itu di sisi lain.
"Alfa, dokter bilang kau hanya demam nak, tapi mengapa kau tidak bangun juga?Apa masalah nya? Bangun sayang, maafin mama gak bisa bawa Lisa ke sini."Ucap mama Talita sambil duduk di samping Alfa yang masih dalam keadaan pingsan di ranjang rumah sakit.
Namun mama Talita tidak mengetahui nya jika mereka saat ini sedang berada di dalam rumah sakit yang sama dengan Lisa dan yang lain nya.
Sementara itu Lisa hanya bisa bersedih atas apa yang telah terjadi dengan dirinya yang bagi nya dia sudah gagal menjadi kebanggaan sang papa.
"Ma, papa pasti kecewa banget sama Lisa, dia pasti juga bakal nyariin Alfa dan mukul Alfa."Tangis Lisa.
"Sabar nak, biar semua ini mama bicara kan dengan papa dulu, kau diam lah di sini ya."Ucap mama Tanaya yang kemudian keluar dari ruang rawat Lisa.
"Tante, gimana keadaan Lisa?"Tanya Saskia.
"Lisa baik-baik aja nak, dan kamu mas, aku mau pertunangan ini di batalkan, sekarang Lisa itu sedang hamil dan itu anak nya Alfa."Ucap mama Tanaya menatap papa Abian dan Aciel dengan air mata yang mengalir deras.
"Tanaya tenang lah, kami sudah sepakat untuk membatalkan pertunangan ini."Ucap Aciel sambil memeluk Tanaya agar lebih bisa menenangkan diri nya.
"Benar kah?"Tanya mama Tanaya.
"Iya, maaf kan kami, kami benar-benar egois."Ucap papa Aciel.
Akhirnya mereka pun sepakat untuk benar-benar membatalkan pertunangan antara Lisa dan Aditia.
Bersambung ....
__ADS_1